Babak Baru Kasus Mayat Wanita di Tegal dengan Payudara Terpotong

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 23 Mar 2022 06:15 WIB
Pria tersangka mutilasi wanita saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Tegal, Selasa (22/3/2022).
Pria tersangka mutilasi wanita saat dihadirkan dalam jumpa pers di Polres Tegal, Selasa (22/3/2022). Foto: Imam Suripto/detikJateng
Solo -

Kasus wanita berinisial K (59) yang ditemukan tewas mengenaskan dengan payudara dan kemaluan terpotong di Tegal, Jawa Tengah menemui babak baru. Seorang pria bernama Khadirun (44) warga Desa Blambangan, Kecamatan Bawang, Banjarnegara telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

"Polisi menetapkan tersangka Khadirun berdasarkan keterangan para saksi dan hasil labfor dan tes DNA," kata Kapolres Tegal AKBP Arie Prasetya Syafa'at saat konferensi pers di Mapolres Tegal, Selasa (22/3/2022).

Petunjuk kasus mutilasi itu berasal dari keterangan saksi dan bukti bercak darah. Kala itu saksi menyebut sosok mencurigakan usai penemuan jasad K di area persawahan di Kecamatan Warureja.

Khadirun pun akhirnya diamankan pada 8 Maret 2022 lalu di area persawahan di Kecamatan Warureja. Dari tangan Khadirun, polisi mengamankan tas ransel yang di dalamnya terdapat pisau cutter dan pakaian.

"Lalu dilakukan pemeriksaan lebih intensif lagi di cutter ternyata masih terdapat sisa bercak darah, termasuk di kuku pelaku ini masih ditemukan adanya bercak darah," paparnya.

Polisi lalu memeriksakan bercak darah ke Labfor Polda Jateng. Hasilnya ditemukan kecocokan antara bercak darah yang menempel pada pisau serta kuku tersangka dengan darah korban. Tak hanya itu, Polres Tegal juga mengirim sampel darah korban dan pisau cutter itu ke Jakarta untuk memastikannya lagi.

"Hasil dari uji DNA spesifik menyatakan darah yang ada di pisau cutter dan kuku tersangka adalah darah dari korban," ungkap Arie.

Evakuasi mayat wanita misterius di persawahan Tegal, Sabtu (5/3/2022).Evakuasi mayat wanita dengan payudara dan kemaluan terpotong di persawahan Tegal, Sabtu (5/3/2022). Foto: Imam Suripto/detikJateng

Arie menuturkan meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Khadirun masih belum bisa dimintai keterangan. Polisi menyebut tersangka tidak mau berbicara sama sekali, sehingga upaya lain yang dilakukan yakni melakukan uji tes kejiwaan melalui Biro Psikologi Polda Jateng.

"Jadi kami melakukan scientific identification. Pembuktian ini semua adalah berdasarkan uji scientific, bukan berdasarkan keterangan tersangka," jelas Arie.

Di sisi lain, bungkamnya Khadirun juga menyulitkan polisi untuk menemukan potongan tubuh korban.

"Untuk bagian tubuh korban yang dipotong sampai saat ini belum kami temukan, karena pelaku sendiri tidak mau berbicara dan masih akan didalami lagi," terangnya.

Dari keterangan keluarga, tersangka berstatus belum menikah dan cenderung pendiam serta suka menyediri. Dia diketahui sempat pindah ke Pekanbaru, Riau pada 2016 dan 2018 ditemukan di wilayah Kabupaten Tegal.

"Sampai saat ini kami belum bisa interogasi tersangka. Kami sudah berupaya memanggil keluarga terdekat pelaku untuk bisa membujuk pelaku supaya mau berbicara, tapi tetap saja pelaku belum mau berbicara," ungkapnya.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 338 KUHP. Khadirun terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.



Simak Video "Tampang Pelaku Mutilasi di Tegal, Potong Payudara-Kemaluan Korban"
[Gambas:Video 20detik]
(ams/ams)