Hilangkan Jejak, Sopir Truk Wonogiri Ganti Warna Cat Usai Tabrak Lari

Hilangkan Jejak, Sopir Truk Wonogiri Ganti Warna Cat Usai Tabrak Lari

Muhammad Aris Munandar - detikJateng
Rabu, 09 Mar 2022 13:23 WIB
Poster
Ilustrasi kecelakaan. Foto: Edi Wahyono
Wonogiri -

Pengemudi truk asal Wonogiri, EH (34) ini memang berakal bulus. Dia mencoba menghilangkan jejak setelah menabrak seorang pemotor hingga tewas.

Warga Desa Kudi, Kecamatan Batuwarno, Wonogiri itu berusaha menghilangkan jejak dengan mengubah warna truknya. Beruntung, polisi berhasil mengendusnya. Pria itu akhirnya ditangkap.

"Alhamdulillah, kami bisa mengungkap kasus tabrak lari antara sepeda motor dengan truk. Ini berkat kepedulian masyarakat dan sejumlah barang bukti yang kami dapati," kata Kasat Lantas Polres Wonogiri AKP Marwanto kepada wartawan, Rabu (9/3/2022).


Peristiwa tabrak lari itu sendiri terjadi pada bulan lalu, tepatnya Sabtu (12/2). Saat itu truk yang dikemudikan EH terlibat kecelakaan dengan sepeda motor di daerah Selogiri. Pengendara motor inisial DT (16) tewas seketika.

Bukannya berhenti, EH justru melarikan diri dan menghindar dari tanggung jawab.

Berdasarkan hasil penyelidikan selama sepekan, polisi berhasil mengendus identitas EH. Petugas lantas mendatangi rumahnya untuk memeriksa.

Menurut Marwanto, saat anggota melakukan penyelidikan ke rumah pelaku, dia telah mencoba menghilangkan barang bukti dengan cara mengubah warna cat truk. Warna truk yang semula merah diubah menjadi kuning.

"Saat anggota ke rumah tersangka, kondisi truk sudah selesai dicat. Warnanya sudah berubah. Kemungkinan untuk menghilangkan jejak," kata dia.

Meski warna truk sudah berubah, anggota Satlantas mempunyai bukti berupa spion kanan yang jatuh saat kejadian kecelakaan. Nomor seri spion itu identik dengan spion kiri yang masih terpasang.

"Dari bukti itu (spion) juga sudah cukup kuat. Selain itu tersangka juga sudah mengakui perbuatannya," papar Marwanto.

Atas kejadian itu, sopir truk disangkakan dengan Pasal 310 UU Lalu Lintas dengan ancaman penjara 6 tahun dan denda Rp 12 juta serta Pasal 312 dengan ancaman penjara tiga tahun.



Simak Video "Penampakan Truk Muatan Tanah Tabrak Separator Busway di Gatsu"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/rih)