Polisi Bantul Ungkap Produksi Bakso Pakai Ayam Tiren, Ini Kronologinya

Pradito Rida Pertana - detikJateng
Senin, 24 Jan 2022 12:39 WIB
Pasutri tersangka produksi bakso berbahan ayam tiren di Bantul, Senin (24/1/2022).
Pasutri tersangka produksi bakso berbahan ayam tiren di Bantul, Senin (24/1/2022). Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng
Bantul -

Polisi menggerebek sebuah rumah di Pedukuhan Ponggok II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul karena digunakan untuk memproduksi bakso berbahan ayam kedaluwarsa atau ayam tiren. Pasangan suami istri (pasutri) inisial MHS (51) dan AHR (50) diciduk.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan kejadian berawal saat salah seorang warga menemukan adanya ayam bangkai siap giling di salah satu tempat penggilingan daging di Kapanewon Pleret, Bantul. Hal tersebut berlanjut dengan pelaporan ke Polsek Pleret.

"Dapat laporan itu anggota lidik dan akhirnya mendatangi rumah tersangka di Jetis hari Jumat (21/1). Lalu bersama Dinkes dan Disdag ke lokasi untuk mengecek ke TKP, sampai TKP ditemukan bakso berbahan ayam tiren yang sudah diproduksi," kata Ihsan saat jumpa pers di Polres Bantul, Senin (24/1/2022).

Polisi turut mengamankan barang bukti di antaranya dua unit freezer, satu unit mesin adonan bakso, satu unit genset, timbangan, ember, kompor gas, tabung gas dan beberapa plastik untuk pembungkus bakso.

"Kemudian satu unit kipas angin, satu plastik berisi 15 butir bakso, ada juga yang isi 5 butir bakso. Untuk kedua tersangka ini adalah pasangan suami istri, keduanya memproduksi bakso di rumah yang bersangkutan," ujarnya.

Atas perbuatannya, pasutri itu disangkakan pasal 204 ayat 1 KUHP, pasal 62 ayat 1 UU RI no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen atau UU No 12 tahun 2012 tentang perubahan atas UU No 7 tahun 1996 tentang Pangan.

"Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menggerebek rumah warga Pedukuhan Ponggok II, Kalurahan Trimulyo, Kapanewon Jetis, Kabupaten Bantul, Jumat (21/1). Rumah tersebut diduga digunakan untuk memproduksi bakso berbahan ayam kedaluwarsa atau ayam tiren.

"Kemarin setengah 11 siang, diminta mendampingi dari Polsek Pleret dan Polres Bantul ke rumah salah satu warga saya di RT 2 (Pedukuhan Ponggok II)," kata Kepala Dukuh Ponggok II Fajar Gunadi, saat ditemui, Sabtu (22/1).

Penggerebekan, lanjutnya, melibatkan anggota Polres Pleret, Polres Bantul hingga Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul. Fajar menyebut kedatangan petugas itu sebagai pengembangan kasus penggunaan ayam tiren untuk olahan bakso di wilayah Pleret.

"Kedatangan polisi kemarin itu karena ada dugaan penggunaan ayam tiren untuk olahan bakso yang diambil pedagang-pedagang," ujarnya.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Pleret AKP Tukirin membenarkan penggerebekan tersebut. Tukirin menyebut penanganan kasus diambil alih oleh Polres Bantul.

"Iya (ada penggerebekan pembuatan bakso diduga menggunakan ayam tiren), tapi ditangani oleh Polres (Bantul)," ucapnya saat dihubungi wartawan.



Simak Video "Demi Cuan, Pasutri di Bantul Jualan Bakso Ayam Tiren dari 2015"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/ahr)