Wayang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang kaya akan nilai seni, filosofi, dan ajaran kehidupan. Dalam setiap pertunjukannya, wayang tidak hanya menampilkan cerita epik, tetapi juga menghadirkan berbagai tokoh dengan karakter dan peran yang berbeda-beda. Tokoh-tokoh tersebut dikenal sebagai paraga wayang yang memiliki penggolongan tersendiri.
Tokoh wayang itu ada banyak sekali meski hanya terbagi dalam dua kisah besar yakni Mahabharata dan Ramayan. Dalam sebuah buku berjudul Tokoh dan Lakon Pewayangan: Sejarah, Riwayat & Silsilah Kekerabatannya yang disusun oleh Ardian Kresna menguraikan sebanyak 40 tokoh wayang dalam kisah Ramayana dan 87 tokoh wayang dalam kisah Mahabharata.
Tokoh sebanyak itu tentu memiliki peran yang berbeda dan perlu dikelompokkan untuk lebih mudah dihafal. Untuk itu, mari simak daftar lengkap mengenai 8 golongan paraga wayang di bawah ini!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
8 Golongan Paraga Wayang
Paraga atau tokoh wayang terbagi dalam beberapa golongan. Golongan tersebut berdasarkan kedudukan dan perannya, seperti tokoh raja, bawahan, bahkan dewa. Berdasarkan buku berjudul Kesenian Tradisional Jawa yang ditulis oleh Nanik Herawati, tokoh-tokoh wayang dikelompokkan dalam 8 golongan. Secara rinci, berikut ini 8 golongan paraga wayang.
1. Wayang Golongan Dewa
Golongan paraga wayang yang pertama adalah para dewa dan dewi. Seperti yang kita tahu bahwa wayang ini mengangkat kisah dari agama Hindu. Oleh karena itu, paraga wayang juga memiliki golongan dewa sebagai tokoh yang memiliki kekuatan mistis dan kuasa. Nama-nama wayang yang termasuk dalam golongan ini adalah sebagai berikut.
- Bathara Jimadipati, dewa pencabut nyawa
- Bathara Surya, dewa matahari
- Bathara Kamajaya, dewa cinta
- Bathara Durga, dewi kemarahan
- Bathara Guru
- Bathara Kala
- Sanghyang Narada
- Sang Hyang Bayu, dewa angin
- Sang Hyang Brama, dewa api
- Sang Hyang Endra
- Sang Hyang Antaboga
2. Wayang Golongan Pandhita
Tidak hanya dewa, dalam ajaran Hindu juga dikenal pendeta, maka begitu juga dengan paraga wayang. Golongan pandhita dalam paraga wayang hanya ada beberapa nama saja, yakni sebagai berikut.
- Resi Manumayasa
- Resi Bisma
- Pandhita Durna
- Begawan Abiyasa
- Resi Bagaspati
3. Wayang Golongan Patih
Kisah perwayangan yang umumnya berlatar kerajaan membuatnya memiliki tokoh-tokoh seperti patih dan raja. Oleh karena itu, tokoh wayang juga terbagi dalam golongan patih, seperti nama-nama berikut ini.
- Patih Udawa
- Patih Tuhayata
- Patih Arya Sengkuni
- Patih Seberang
4. Wayang Golongan Raja
Berbeda dengan patih dan pandhita yang sedikit, wayang yang tergolong raja itu ada banyak. Secara rinci, berikut ini nama-nama wayang golongan raja.
- Arjuna Sasrabahu, raja ing Maespati
- Baladewa, putrane Prabu Basudewa
- Basukarna, raja ing Ngawangga
- Dasamuka, raja Ngalengka
- Drupada, raja Cempalareja
- Destarata, putra Prabu Abiyasa
- Kresna, raja Dwarawati
- Pandhu Dewanata, raja Ngastina
- Paritkesit, raja Ngastina
- Puntadewa, raja Ngamarta
- Ramawijaya, raja Pancawati
- Salya, raja Mandaraka
- Sugriwa, raja Gua Kiskenda
- Suyudana, raja Ngastina
- Abiyasa, raja Ngastina
- Duryudana, raja Ngastina
- Janaka, raja Mantili
- Sentanu, raja Ngastina
- Matswapati, raja sepuh dari Wirata
5. Wayang Golongan Satriya
Selain tergolong raja, Pandhawa juga dulunya satriya. Begitu pula beberapa raja yang dulunya satriya. Meski demikian, tidak semua raja dulunya satriya, begitu pula sebaliknya. Lebih jelasnya, berikut ini nama-nama wayang yang tergolong satriya.
- Werkudara atau Bima, satriya dari Jodipati
- Janaka, satriya dari Madukara
- Nakula, satriya dari Bumi Retawu
- Sadewa, satriya dari Sawojajar
- Gathutkaca, satriya dari Pringgodani
- Anoman, satriya dari Kendalisada
- Abimanyu, satriya dari Plangkawati
- Antareja, satriya dari Jangkar Bumi
- Antasena, satriya dari Sapta Baruna
- Aswatama, satriya dari Sokalima
- Dursasana, satriya dari Banjarjumput
- Kumbakarna, satriya dari Panglebur Gangsa
- Lesmana Mandra Kumara, satriya dari Saroja Binangun
- Samba, satriya dari Parang Garuda
- Setyaki, satriya dari Lesanpura
- Bambang Irawan, satriya dari Yasarata
- Kartamarma, satriya dari Tirta Tinalang
- Buriswara, putra Prabu Salya
- Setyaka, satriya dari Tambak Mas
- Jayadrata
6. Wayang Golongan Kaputren
Selayaknya cerita-cerita kerajaan, dalam wayang juga ada putri-putri raja yang disebut golongan kaputren. Berikut ini nama-nama wayang yang termasuk golongan kaputren.
- Dewi Kunthi, istrinya Pandhu Dewanata
- Dewi Madrim, istrinya Pandhu Dewanata
- Dewi Setyawati, istrinya Prabu Salya
- Srikandhi, istrinya Arjuna
- Banowati, istrinya Arjuna
- Drupadi, istrinya Yudhistira
- Dewi Sinta, istrinya Rama
- Sarpaneka, adiknya Rahwana
- Sembadra, istrinya Arjuna
- Pregiwa dan Pregiwati, putri kembar Arjuna
- Siti Sundari, istrinya Abimanyu
7. Wayang Golongan Abdi
Wayang juga dibagi dalam golongan para bawahan atau pembantu yang biasa disebut sebagai abdi. Nama-nama wayang yang termasuk dalam golongan ini antara lain sebagai berikut.
- Semar, bapak dari ketiga Punakawan
- Gareng, anak pertama Semar
- Petruk, anak kedua Semar
- Bagong, anak terakhir Semar
- Cangik, abdi Wanita dari Sembadra
- Limbuk, anaknya Cangik
- Cantrik Janaloka, pembantu para pandhita
- Togog, kakaknya Semar
- Mbilung
8. Wayang Golongan Raseksa
Terakhir, ada pula wayang yang tergolong dalam raseksa, yakni makhluk yang besar, atau biasa disebut rasaksa dalam Bahasa Indonesia. Berikut ini nama-nama wayang yang termasuk golongan tersebut.
- Kumbakarna, adiknya Rahwana
- Sarpakenaka, adiknya Rahwana
- Cakil
- Indrajit
Itulah kedelapan golongan paraga wayang beserta nama-namanya. Semoga menambah wawasan budaya Jawa kalian ya, Dab!
Artikel ini ditulis oleh Mardliyyah Hidayati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom
(sto/ams)
