Kalender Jawa Rabu Kliwon 4 Maret 2026: Berwibawa-Mencerahkan

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Rabu Kliwon 4 Maret 2026: Berwibawa-Mencerahkan

Tim detikJateng - detikJateng
Rabu, 04 Mar 2026 06:00 WIB
Weton Rabu Kliwon punya pangarasan Lakuning Srengenge. Wataknya terang, berwibawa, dan mencerahkan.
Ilustrasi kalender Jawa Rabu Kliwon 4 Maret 2026: berwibawa-mencerahkan. Foto: Getty Images/AzmanL
Solo -

Hari ini, Rabu (4/3/2026) bertemu dengan pasaran Kliwon. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 15 Pasa 1959, berada di Tahun Dal, Windu Sancaya dan Wuku Wugu.

Rabu Kliwon

Weton (hari kelahiran) Rabu Kliwon memiliki neptu 15. Kecenderungannya berperangai sopan ramah, lemah lembut, tak suka kekerasan. pandai menguntai kata-kata sehingga sering menarik siapa saja yang mendengarnya. Akan tetapi sayangnya lekas marah jika mendengarkan perkataan yang kurang menyenangkan dan mudah tersinggung.

Pangarasan

Pangarasan pada weton ini adalah Lakuning Srengenge. Wataknya terang, berwibawa dan mencerahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pancasuda

Sedangkan Pancasuda, Lebu Katiyup Angin. Artinya, apa yang diinginkan sulit tercapai. Usaha yang dijalankan sering gagal ataupun sulit mencapai kemajuan. Karenanya perlu kesungguhan yang lebih untuk meraih keinginannya.

ADVERTISEMENT

Wuku Wugu

Wuku Wugu dilambangkan dengan dewa Bethara Singajalma, wataknya banyak akal, pandai, pengertian dan lapang dada. Gedungnya tertutup di belakang, bersifat agak sombong dan pelit. Pohonnya wuni, siapa saja yang melihat ingin makan, tetapi setelah makan malah mencela dan kurang merasa percaya diri.

Burungnya kepodang, berwatak cemburuan, senang berkumpul dengan orang banyak, pandai bergaul. Bagaikan langit yang luas, luas wawasannya. Bahayanya dengan teman sendiri. Hati-hatilah dengan ular dan teluh, ini amat mencelakakan.

Kala ada di Selatan, selama tujuh hari di wuku ini jangan pergi ke arah Selatan untuk suatu hal yang sangat penting.

Rabu Kliwon Wuku Wugu

Pada hari Rabu Kliwon di wuku ini adalah hari yang sangat buruk, jika bepergian maka "musuh" sudah menghadang di jalan, lalu akan terkena "pukulan" dan tak dapat membalasnya. Karenanya harus sangat waspada.

[Diasuh oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radyapustaka Solo. Tayang rutin di detikJateng setiap pagi. Temukan wetonmu DI SINI]




(dil/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads