Niat Puasa Ramadan Bahasa Jawa dan Artinya: Niat Insun Poso ing Dina Sesuk

Niat Puasa Ramadan Bahasa Jawa dan Artinya: Niat Insun Poso ing Dina Sesuk

Nur Umar Akashi - detikJateng
Rabu, 18 Feb 2026 18:34 WIB
Ilustrasi puasa sunah Senin.
Ilustrasi puasa Ramadan. Foto: ChatGPT
Solo -

Setiap ibadah dalam syariat Islam harus didasari niat. Tanpa niat, ibadah tidak ubahnya kegiatan biasa yang tak bernilai. Dengan kata lain, ibadah menjadi sia-sia.

Menurut penjelasan di buku Panduan Lengkap Puasa Ramadhan Menurut al-Qur'an dan Sunnah karangan Abu Abdillah Syahrul Fatwa dan Abu Ubaidah Yusuf, niat puasa Ramadan harus sudah ada di hati sebelum masuk waktu fajar. Dasarnya adalah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

مَنْ لَمْ يُجْمِعُ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Barang siapa yang tidak meniatkan puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya." (HR Abu Dawud no 2454, an-Nasa'i 4/196, Tirmidzi no 730, Ibnu Majah no 1700, dan seterusnya)

Letak asal niat adalah di hati, mengucapkannya bukanlah suatu kewajiban. Adapun mengenai pelafalan, ada ulama yang menganggapnya tidak perlu, ada pula yang justru menganjurkannya.

ADVERTISEMENT

Bagi detikers yang mengikuti pendapat melafalkan niat, berikut bacaan versi Jawa dan artinya.

Poin Utamanya:

  • Niat puasa Ramadan bahasa Jawa adalah 'Niat ingsun poso tutuko dina sesuk ingsun anekani ferdhune wulan Romadhon ing dalem sak jerone tahun iki, fardhu kerono lillahi Ta'ala.'
  • Arti niat puasa Ramadan bahasa Jawa adalah "Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan pada tahun ini, fardhu karena Allah Ta'ala."
  • Niat puasa boleh dibaca dengan bahasa apa pun, termasuk Jawa.

Niat Puasa Ramadan Bahasa Jawa

Diambil dari laman resmi SMA Negeri 13 Semarang, niat puasa Ramadan dengan bahasa Jawa adalah:

Niat ingsun poso tutuko dina sesuk ingsun anekani ferdhune wulan Romadhon ing dalem sak jerone tahun iki, fardhu kerono lillahi Ta'ala.

Artinya: "Saya berniat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadan pada tahun ini, fardhu karena Allah Ta'ala."

Apakah Boleh Mengucapkan Niat Bahasa Jawa?

Pertanyaan boleh tidaknya berniat dengan bahasa Jawa mungkin terlintas di benak detikers kala membaca tulisan ini. Jadi, apakah boleh?

Buya Yahya, ketika ditanya kebolehan membaca niat sebelum sholat dengan bahasa selain Arab, menyebut hal tersebut diperbolehkan. Menurutnya, berniat dengan bahasa apa saja hukumnya sah.

"Adapun bagi orang yang ingin niat sebelum takbir tadi, nggak hafal bahasa Arab, boleh. Bahasa Jepang boleh, bahasa Sunda boleh, bahasa Jawa boleh," ujar pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah itu, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Selasa (10/2/2026).

Pada dasarnya, tidak ada riwayat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebut kesunnahan membaca niat dalam bahasa apa pun. Oleh karena itu, bila mengikuti pendapat ulama yang menganggap pembacaan niat sunnah, maka niat bahasa Jawa sah diucapkan.

Hal ini juga diperkuat ketentuan syariat bahwasanya niat diwajibkan dalam hati. Mengucapkannya bertujuan sebatas 'mengingatkan' anggota tubuh akan suatu amalan, dalam konteks ini puasa. Wallahu a'lam bish-shawab.

Niat Puasa Ramadan Bahasa Arab

Diambil dari Buku Praktis Ibadah tulisan Irwan dkk, bacaan niat puasa Ramadan bahasa Arab adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis-sanati lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa Ramadan tahun ini karena Allah Ta'ala."

Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh dan Hukumnya

Para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan niat puasa Ramadan sebulan penuh. Di antara ulama yang menyokong kebolehan puasa sebulan penuh adalah Imam Malik dan Ishaq bin Rahawaih. Di sisi lain, Imam Abu Hanifah, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad mengatakan niat harus setiap hari.

Terlepas dari polemik itu, bagi detikers yang mengikuti pendapat bolehnya niat puasa Ramadan langsung sebulan penuh, begini bacaannya dilansir buku Ramadan Bersama Rasul: Panduan Ibadah di Bulan Suci Ramadan tulisan Alvian Iqbal Zahasfan:

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرٍ رَمَضَانَ كُلِّهِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma syahri Ramadhāna kullihi lillāhi ta'ālā.

Artinya: "Saya niat puasa bulan Ramadan sebulan penuh karena Allah Ta'ala."

Demikian pembahasan ringkas mengenai niat puasa Ramadan bahasa Jawa dan artinya. Telah berlalu pula penjelasan mengenai hukum berniat dengan bahasa Jawa. Semoga bermanfaat!

FAQ Niat Puasa Ramadan Bahasa Jawa

1. Apakah niat puasa Ramadan wajib dibaca?

Tidak. Yang wajib adalah niat di dalam hati. Mengucapkannya menurut sebagian ulama adalah hal yang tidak perlu. Sebagian ulama lain menyatakan sunnah mengucapkan niat.

2. Apakah boleh niat puasa Ramadan dengan bahasa Jawa?

Boleh. Niat puasa Ramadan boleh diucap dengan bahasa Jawa karena hanya bertugas 'membantu' saja. Yang wajib tetaplah niat dalam hati setiap pribadi.

3. Kapan niat puasa Ramadan dibaca?

Niat mesti ada di dalam hati sebelum fajar menyingsing, tanda puasa dimulai. Batas waktu membacanya, teruntuk yang mengikuti pendapat sunnahnya membaca, juga sama.



(par/ams)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads