Sholat Tarawih, sesuai arti namanya, adalah sholat malam berjamaah yang dilakukan pada bulan Ramadan. Sholat ini paling utama dikerjakan secara berjamaah. Namun, melakukannya sendiri pun diperbolehkan.
Ada banyak pendapat mengenai jumlah rakaat sholat Tarawih. Disadur dari buku Fikih Ringkas Sholat Tarawih oleh Sofyan Chalid bin Idham Ruray, yang afdhal adalah 11 rakaat, termasuk Witir. Dasarnya adalah hadits Aisyah radhiyallahu anha:
مَا كَانَ يَزِيدُ فِي رَمَضَانَ وَلَا فِي غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menambah sholat malam di bulan Ramadan dan tidak pula di bulan lainnya lebih dari 11 rakaat." (HR Bukhari dan Muslim)
Lalu, bagaimana cara mengerjakan sholat Tarawih sendiri sebanyak 11 rakaat? Di bawah ini pembahasan beserta doa yang dibaca setelahnya.
Poin Utamanya:
- Sholat Tarawih lebih utama dikerjakan berjamaah. Mengerjakannya sendiri di rumah juga diperbolehkan.
- Sholat Tarawih dan Witir lazim dikerjakan sebanyak 11 rakaat, dengan pola 2-2-2-2-3 atau 2-2-2-2-2-1. Boleh pula dikerjakan 23 rakaat.
- Tidak ada doa khusus setelah sholat Tarawih. Yang ada adalah doa setelah sholat Witir.
Cara Sholat Tarawih dan Witir 11 Rakaat Sendiri
Jumlah 11 rakaat dapat dibagi menjadi 8 rakaat Tarawih dan 3 rakaat Witir. Ada pula yang mengerjakan 10 rakaat Tarawih dan 1 rakaat Witir.
Sholat Tarawih sebaiknya dikerjakan dengan salam tiap 2 rakaat. Syaikh Muhammad Shalih al-Munajjid dalam bukunya, 48 Faedah Terkait Salat Malam & Tarawih, mencantumkan dalilnya:
صَلاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
Artinya: "Sholat malam itu 2 rakaat 2 rakaat. Jika salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu subuh, hendaklah ia sholat 1 rakaat sebagai Witir bagi sholat yang telah dilaksanakan sebelumnya." (HR Muttafaq Alaihi)
Cara mengerjakan sholat Tarawih dan Witir tidak ada bedanya dengan sholat-sholat sunnah lain. Hanya saja, untuk sholat Witir, terdapat anjuran surat untuk dibaca seperti akan dibahas selanjutnya. Secara ringkas, dapat dirinci tata cara mengerjakan sholat Tarawih dan Witir sendiri di rumah sebagai berikut:
- Berniat dalam hati
- Takbiratul ihram
- Membaca doa Iftitah
- Membaca surat al-Fatihah
- Membaca surat pilihan
- Rukuk
- Iktidal
- Sujud
- Duduk di antara dua sujud
- Sujud kedua
- Bangkit mengerjakan rakaat kedua
- Duduk tahiyat
- Salam.
- Kerjakan dengan pola 2-2-2-2-3 atau 2-2-2-2-2-1.
Surat yang Sunnah Dibaca saat Sholat Witir
Untuk sholat Witir 3 rakaat, terdapat 3 surat yang biasa dibaca Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Oleh karena itu, umat Islam sudah semestinya turut mengikuti dengan membaca ketiganya.
Berdasarkan keterangan di buku Sholat Witir Menurut 4 Madzhab Disertai Tarjih oleh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid, ketiganya adalah surat al-A'la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas. Dasarnya adalah perkataan Ibnu Abbas radhiyallahu anhu:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِـسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى، وَ قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ ، وَ قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ رَكْعَةٍ
Artinya: "Rasulullah SAW biasa membaca dalam Witir dengan 'Sabbhisima rabbikal a'la' (al-A'la), 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun' (al-Kafirun), dan 'Qul huwallaahu ahad' (al-Ikhlas) pada setiap rakaatnya." (HR Tirmidzi no 461 dan an-Nasa'i 3/236)
Maksudnya, surat al-A'la dibaca untuk rakaat pertama, al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas rakaat ketiga. Membaca selain surat-surat di atas hukumnya boleh-boleh saja, tetapi ketiganya tetap yang paling utama.
Doa Setelah Sholat Witir
Menurut penjelasan Abu Maryam Kautsar Amru di buku Memantaskan Diri Menyambut Bulan Ramadhan, tidak ada doa yang dikhususkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam untuk sholat Tarawih. Sang Khatamul Anbiya' dan para sahabat hanya duduk sejenak untuk menghilangkan lelah sebelum kembali mendirikan sholat.
Namun, berbeda halnya dengan sholat Witir. Setelah menyelesaikan sholat dengan bilangan rakaat ganjil ini, ada doa khusus untuk dibaca. Lafalnya, dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, adalah:
سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ
Arab Latin: Subḥānal-Malikil-Quddūs.
Artinya: "Maha suci Allah yang Maha Merajai dan Maha Bersih." (3 kali)
Bacaan di atas dilafalkan sebanyak 3 kali. Setelah itu, dilanjutkan dengan membaca:
رَبِّ الْمَلَائِكَةِ وَالرُّوحِ
Arab Latin: Rabbil-malā'ikati war-rūḥ.
Artinya: "Yang menguasai para Malaikat dan Ruh/Jibril." (1 kali)
Demikian pembahasan lengkap mengenai tata cara sholat Tarawih dan Witir sebanyak 11 rakaat sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Semoga membantu detikers beribadah selama Ramadan 2026, ya!
FAQ Tata Cara Sholat Tarawih 11 Rakaat
1. Berapa kali salam dalam sholat Tarawih 11 rakaat?
Bila mengerjakan formasi 2-2-2-2-2-1, maka, ada 6 kali salam. Namun, jika mengerjakan 2-2-2-2-3, salamnya sebanyak 5 kali.
2. Sholat Witir 1 rakaat membaca surat apa?
Ada yang menganjurkan untuk membaca surat al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas dalam 1 rakaat tersebut.
3. Bolehkah sholat Tarawih 23 rakaat?
Boleh, sholat tarawih 23 rakaat pernah dilakukan pada masa Umar bin Khattab radhiyallahu anhu.
(par/aku)











































