Tradisi Sadranan di Dusun Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Klaten berbeda dengan daerah lain. Yang diperebutkan bukan gunungan makanan atau hasil bumi tapi berebut uang koin.
Acara dimulai selepas salat ashar. Ratusan warga yang mayoritas remaja berada di depan bekas bangunan yang diyakini warga sebagai masjid.
Dari ketinggian pondasi, koin uang pecahan Rp 500 mulai disebar ke massa warga. Warga pun berebut uang tersebut sambil berdesak - desakan demi mendapatkan uang receh. Kegiatan yang mengandung nilai sedekah dan berbagi rezeki itu berlangsung meriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan hari ini Sadranan yang setiap bulan Ruwah pasti ada. Dilaksanakan hari Jumat terakhir menjelang Ramadan tapi tidak ditentukan tanggalnya," ungkap tokoh masyarakat setempat, Heri Susanto kepada para wartawan, Jumat (13/2/2026) sore.
Tradisi rebutan udik-udik di Kalitengah, Wedi, Klaten. Foto: Achmad Husain Syauqi/detikJateng |
Menurut Heri, meskipun tanpa undangan, warga yang memiliki sesepuh di dusun tersebut sudah mengetahui tradisi tersebut. Sadranan udik-udik tersebut sudah ada sejak dulu.
"Acara udik-udik memang begitu, dari leluhur memang begitu, kita meneruskan, kita melestarikan. Biasanya ada hajat yang kabul, ada rejeki yang sisa, leluhurnya disini dan lainnya," katanya.
Seorang warga, Nisa (18) mengatakan antusias ikut berebut udik-udik. Dia mengaku kesusahan karena persaingan ketat dengan peserta lain.
"Ini Sadranan udik - udik, setiap setiap setahun sekali kan ada Sadranan ini. Kampung sini selalu ngadain udik - udik," katanya.
"Sulitnya ya Allah, kita itu sudah bela-belain tapi dimanfaatkan yang di belakang. Ya rayahan, ya rebutan, pokoknya susah banget," lanjut Nisa yang dapat sekitar Rp 30.000.

