- Apa Itu Teks Pawarta?
- Ciri-ciri Teks Pawarta 1. Faktual 2. Aktual (anyar) 3. Penting 4. Obyektif 5. Imbang 6. Lengkap
- Struktur Teks Pawarta 1. Irah-irahan / Judul 2. Alinea Pambuka / Teras Pawarta 3. Blegere Pawarta / Isi Pawarta 4. Panutup Pawarta / Pungkasan Pawarta
- Cara Menulis Teks Pawarta 1. Ngumpulna Data 2. Gawe Cengkorongan 3. Ngembangna Cengkorongan 4. Nulis Teks Pawarta 5. Nemtokna Irah-irahan / Judul
- Contoh Teks Pawarta Bahasa Jawa Singkat Berbagai Tema 1. Pawarta Bahasa Jawa Tema Bencana 2. Pawarta Bahasa Jawa Tema Kriminal 3. Pawarta Bahasa Jawa Tema Pendidikan 4. Pawarta Bahasa Jawa Tema Budaya dan Lingkungan 5. Pawarta Basa Jawa Tema Lingkungan
Teks pawarta merupakan salah satu bentuk teks berita dalam bahasa Jawa yang berfungsi menyampaikan informasi kepada masyarakat secara lugas, singkat, dan faktual. Dalam pembelajaran bahasa Jawa, teks pawarta menjadi materi penting karena melatih kemampuan memahami peristiwa sekaligus menggunakan bahasa daerah dengan struktur yang tepat.
Namun, tidak sedikit pelajar maupun pembaca umum yang masih merasa kesulitan memahami bentuk dan penyusunan teks pawarta bahasa Jawa. Mulai dari penggunaan ragam bahasa, susunan berita, hingga penerapan unsur 5W+1H yang sering kali membingungkan jika tidak disertai contoh konkret.
Berikut ini penjelasan tentang teks pawarta bahasa Jawa lengkap dengan kumpulan contoh singkat dari berbagai tema dilengkapi penjelasan unsur 5W+1H agar lebih mudah dipahami. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apa Itu Teks Pawarta?
Dalam bahasa Jawa, istilah pawarta merujuk pada kabar atau informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Hal ini dijelaskan dalam dokumen berjudul Pawarta karya Naely Dewi yang diakses melalui laman Jateng Pintar, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.
"Ing basa Jawa, pawarta yaiku kabar utawa informasi sing digiyarake supaya bisa dingerteni dening masyarakat utawa wong akeh."
Jika disesuaikan dalam bahasa Indonesia, pawarta dapat dimaknai sebagai berita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), berita adalah cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang bersifat hangat dan penting untuk diketahui oleh khalayak. Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa teks pawarta bahasa Jawa pada dasarnya memiliki fungsi yang sama dengan teks berita dalam bahasa Indonesia, hanya berbeda pada bahasa yang digunakan.
Pawarta dapat disampaikan melalui berbagai media. Ada pawarta yang disiarkan secara lisan dalam bentuk suara, seperti berita di radio. Ada pula pawarta yang disajikan dalam bentuk tulisan, misalnya pada media cetak, buletin, majalah, atau situs web.
Selain itu, pawarta juga dapat disampaikan secara audio visual, yaitu melalui gabungan gambar, suara, dan teks seperti pada siaran televisi atau platform digital. Pada pembahasan ini, fokus akan diarahkan pada teks pawarta, yaitu pawarta tulis atau berita yang disampaikan dalam bentuk teks menggunakan bahasa Jawa.
Ciri-ciri Teks Pawarta
Menurut dokumen berjudul Teks Pawarta Bahasa Jawa Kelas 10: Pengertian, Struktur, Ciri dan Contoh karya Nabila Septia, sebuah teks dapat disebut sebagai pawarta apabila memenuhi sejumlah ciri berikut.
1. Faktual
Pawarta harus mengandung peristiwa yang benar-benar terjadi di dunia nyata. Informasi yang disampaikan bukan hasil karangan, fiksi, atau rekaan, melainkan berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya.
2. Aktual (anyar)
Peristiwa yang diberitakan masih baru, sedang terjadi, atau masih relevan untuk dibicarakan. Informasi yang disampaikan bersifat segar dan sesuai dengan kondisi terkini sehingga layak untuk diketahui masyarakat.
3. Penting
Isi pawarta memiliki nilai manfaat bagi khalayak luas. Informasi yang disampaikan bukan sekadar menarik bagi penulisnya saja, tetapi berdampak atau berpengaruh bagi kehidupan masyarakat.
4. Obyektif
Pawarta ditulis secara netral tanpa memasukkan opini, perasaan pribadi, atau kepentingan tertentu. Isi berita tidak mengarah pada hoaks, ujaran kebencian, maupun propaganda, melainkan murni menyampaikan fakta.
5. Imbang
Apabila dalam peristiwa terdapat konflik, pawarta harus menyajikan informasi dari berbagai pihak yang terlibat. Hal ini bertujuan agar berita tidak berat sebelah dan tetap bersikap adil.
6. Lengkap
Teks pawarta memuat unsur 5W+1H, yaitu What (apa), Who (sapa), When (kapan), Where (ing ngendi), Why (kenapa), dan How (kepriye), sehingga informasi yang disampaikan jelas, runtut, dan mudah dipahami pembaca.
Struktur Teks Pawarta
Masih merujuk pada sumber yang sama, teks pawarta memiliki struktur yang baku. Struktur ini berfungsi agar informasi tersaji secara runtut, jelas, dan mudah dipahami pembaca.
1. Irah-irahan / Judul
Irah-irahan merupakan judul pawarta yang berfungsi menggambarkan isi berita secara singkat. Judul harus padat, jelas, menarik perhatian, serta mewakili inti peristiwa yang diberitakan.
2. Alinea Pambuka / Teras Pawarta
Bagian ini terletak di paragraf awal dan berisi gambaran umum mengenai peristiwa yang dilaporkan. Teras pawarta memuat inti informasi penting dan biasanya sudah mencakup unsur 5W+1H agar pembaca langsung memahami pokok berita.
3. Blegere Pawarta / Isi Pawarta
Blegere pawarta merupakan tubuh atau inti berita. Pada bagian ini, peristiwa dijelaskan secara lebih rinci dan lengkap. Seluruh unsur 5W+1H diuraikan dengan jelas untuk menjawab berbagai pertanyaan terkait kejadian yang diberitakan.
4. Panutup Pawarta / Pungkasan Pawarta
Bagian penutup berisi ringkasan isi berita atau informasi tambahan, seperti latar belakang peristiwa, dampak yang ditimbulkan, maupun kelanjutan dari kejadian tersebut.
Cara Menulis Teks Pawarta
Berdasarkan publikasi ilmiah berjudul Ayo Nulis Pawarta karya Rina Purwasih, penulisan teks pawarta dilakukan melalui beberapa tahapan agar berita yang dihasilkan akurat, runtut, dan mudah dipahami pembaca. Adapun urut-urutane nulis teks pawarta yaiku.
1. Ngumpulna Data
Langkah awal dalam menulis pawarta adalah mengumpulkan data. Data dapat diperoleh melalui wawancara dengan narasumber atau melihat langsung kejadian di lapangan. Pada tahap ini, penulis harus memastikan informasi yang dikumpulkan sudah mencakup unsur 5W+1H agar berita bersifat lengkap dan faktual.
2. Gawe Cengkorongan
Setelah data terkumpul, langkah selanjutnya adalah mengolah informasi tersebut menjadi cengkorongan atau struktur berita. Struktur ini berfungsi sebagai panduan agar penulisan pawarta lebih terarah dan tidak melenceng dari pokok peristiwa.
3. Ngembangna Cengkorongan
Cengkorongan yang telah dibuat kemudian dikembangkan menjadi teks pawarta utuh. Pengembangannya dilakukan dengan menggunakan pola piramida terbalik, yaitu mendahulukan informasi yang paling penting, lalu diikuti penjelasan yang bersifat pendukung.
4. Nulis Teks Pawarta
Pada tahap ini, penulis mulai menyusun teks pawarta secara utuh berdasarkan kerangka yang telah dibuat. Penulisan dilakukan dengan memperhatikan pilihan kata, kejelasan kalimat, serta penggunaan tanda baca agar berita mudah dibaca dan dipahami.
5. Nemtokna Irah-irahan / Judul
Tahap terakhir adalah menentukan irah-irahan atau judul. Judul harus mewakili isi berita, ditulis secara ringkas, jelas, dan mampu menarik perhatian pembaca tanpa menyesatkan isi pawarta.
Contoh Teks Pawarta Bahasa Jawa Singkat Berbagai Tema
Berikut beberapa contoh teks pawarta bahasa Jawa singkat dengan berbagai tema. Teks pawarta ini dirangkum dari berita yang dimuat di laman detikJateng, kemudian ditulis kembali ke dalam bahasa Jawa dengan memperhatikan struktur pawarta yang tepat.
Setiap contoh pawarta dilengkapi dengan keterangan unsur 5W+1H (What, Who, When, Where, Why, dan How) agar pembaca lebih mudah memahami isi berita sekaligus dapat dijadikan sebagai bahan belajar menulis teks pawarta bahasa Jawa.
1. Pawarta Bahasa Jawa Tema Bencana
Sawetara Wilayah ing Jawa Tengah Isih Kena Banjir, Atusan Warga Ngungsi
Sawetara wilayah ing Provinsi Jawa Tengah nganti saiki isih kebanjiran. Akibat saka bencana iki, atusan warga kepeksa ninggal omahe lan ngungsi menyang papan sing luwih aman.
Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas C. Penanggungan, nerangake yen banjir isih kedadeyan ing Demak, Kabupaten lan Kota Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Jepara, Kudus, Pati, lan sawetara wilayah liyane. Ing Kabupaten Pati, banjir sing wiwit dumadi wiwit Jumat wengi durung surut ing wolung kecamatan, yaiku Pati, Tayu, Dukuhseti, Gabus, Juwana, Jakenan, Sukolilo, lan Kayen.
"Mung amarga wilayah kasebut cedhak pesisir lan ora ana tanggul, mula yen ana rob utawa banjir, banyu gampang mlebu permukiman warga," ujare Bergas nalika dihubungi detikJateng, Minggu (1/2/2026).
Ing Kota lan Kabupaten Pekalongan, banjir uga isih ngenangi dalan lan omah warga sawisΓ© tanggul Kali Bremi jebol. BPBD nyathet ana atusan kepala kulawarga sing ngungsi lan puluhan fasilitas umum kena dampak. Kanggo nangani kahanan kasebut, BPBD wis ngedegake pawon umum, nutup tanggul nganggo sandbag, lan nindakake Operasi Modifikasi Cuaca.
Saliyane kuwi, banjir bandang uga kedadeyan ing Pemalang lan Purbalingga sing nyebabake karusakan omah, infrastruktur, lan ana korban jiwa. Proses evakuasi, distribusi logistik, lan pembersihan wilayah isih terus dilakoni nganti saiki.
Unsur 5W + 1H
- What (Apa): Banjir isih ngenangi sawatara wilayah ing Jawa Tengah lan nyebabake warga ngungsi.
- Who (Sapa): Warga ing wilayah terdampak lan BPBD Jawa Tengah.
- When (Kapan): Banjir kedadeyan wiwit Januari lan isih berlangsung nganti Minggu, 1 Februari 2026.
- Where (Ing ngendi): Demak, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Jepara, Kudus, lan wilayah liyane ing Jawa Tengah.
- Why (Napa): Amarga curah udan dhuwur, wilayah pesisir ora nduweni tanggul, lan ana tanggul kali sing jebol.
- How (Kepriye): Banyu mlebu permukiman warga, nyebabake omah kebanjiran, warga ngungsi, lan BPBD nindakake evakuasi lan penanganan darurat.
2. Pawarta Bahasa Jawa Tema Kriminal
Maling ing Blora Gagal Nggondhol Dhuwit Rp 8 Yuta SawisΓ© Kepergok Sing Duwe Omah
Aksi nyolong ing salah siji omah warga Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, ora kasil. Pelaku kasil dicekel warga sawisΓ© kepergok pemilik omah nalika lagi ngacak-acak lemari.
Kapolsek Kunduran, AKP Budi Santoso, nerangake manawa prastawa kasebut dumadi ing omahe Rukini, warga RT 001 RW 002 Desa Sempu, kira-kira jam 10.00 WIB, Rebo (4/2/2026). Pelaku diduga arep nyolong dhuwit awujud awis cacahΓ© Rp 8 yuta.
"Miturut laporan, pancen ana dugaan tindak pidana percobaan pencurian dhuwit udakara wolung yuta rupiah," ujare AKP Budi Santoso nalika dikonfirmasi detikJateng.
Pelaku dingerteni aran Budi Utomo (49), warga Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati. Aksi kasebut kawruhan nalika Rukini bali saka sawah lan krungu swara wong ing njero omah, padahal sadurunge omah dikunci.
Nalika mlebu omah, Rukini nemokake pelaku lagi nggoleki dhuwit ing lemari. Korban banjur bengok "maling-maling", saΓ©ngga warga sakupenge padha metu lan ngoyak pelaku sing nyoba mlayu liwat lawang mburi. Pelaku pungkasane kasil dicekel warga lan banjur diamanke menyang Polsek Kunduran.
Saka tangan pelaku, polisi ngamanake barang bukti awujud sepeda motor, kunci obeng, dompet warna abang, lan dhuwit Rp 8 yuta. Saiki, pelaku isih diproses miturut undang-undang sing ditrapake.
Unsur 5W + 1H
- What (Apa): Aksi percobaan pencurian dhuwit Rp 8 yuta sing gagal.
- Who (Sapa): Pelaku Budi Utomo lan korban Rukini, warga Desa Sempu.
- When (Kapan): Rebo, 4 Februari 2026, kira-kira jam 10.00 WIB.
- Where (Ing ngendi): Desa Sempu, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.
- Why (Napa): Pelaku arep nyolong dhuwit sing disimpen ing lemari omah korban.
- How (Kepriye): Pelaku mlebu omah korban, kepergok pemilik omah, banjur dioyak lan dicekel warga.
3. Pawarta Bahasa Jawa Tema Pendidikan
PGRI Jateng Nolak Wacana Sekolah Enem Dina, Amerika Malah Patang Dina
Wacana penerapan sekolah enem dina sajrone seminggu ing Jawa Tengah oleh Pamrentah Provinsi Jateng nuwuhake polemik. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah kanthi tegas nyatakake ora setuju marang rencana kasebut amarga dianggep minangka langkah mundur ing donya pendidikan.
Ketua PGRI Jateng, Muhdi, ngandharake manawa sistem sekolah limang dina sing saiki ditrapake wis liwat kajian sing mateng. Salah siji sebab utama yaiku supaya bocah nduweni wektu luwih akeh bebarengan karo kulawarga lan lingkungan masyarakat.
Miturut Muhdi, ora ana alesan sing cukup kuwat kanggo mbalekake sistem sekolah enem dina. Dheweke uga nyebut yen ing negara maju kaya Amerika Serikat, akeh sekolah sing malah ngetrapake jadwal patang dina sekolah sajrone seminggu.
Muhdi uga nekanake yen tugas ndidik bocah ora mung dadi tanggung jawab guru, nanging uga wong tuwa. Yen sekolah ditambah dadi enem dina, bocah lan guru bakal kelangan wektu kanggo istirahat lan urip sosial.
Saliyane PGRI, sawetara guru uga nyuarakake penolakan. Salah sijine guru SMA ing Semarang nyebut yen kebijakan kasebut mung bakal nambah beban guru, utamane sing omahe adoh saka sekolah.
Sanajan akeh kritik, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin nerangake yen wacana sekolah enem dina isih ana ing tahap kajian. Pamprov Jateng bakal nglibatake pakar pendidikan, perguruan tinggi, lan pemangku kepentingan liyane sadurunge njupuk keputusan final.
Unsur 5W + 1H
- What (Apa): Wacana penerapan sekolah enem dina sajrone seminggu kanggo SMA/SMK ing Jawa Tengah.
- Who (Sapa): Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah.
- When (Kapan): Wacana iki dibahas lan dadi polemik ing pungkasan November 2025.
- Where (Ing ngendi): Wilayah Provinsi Jawa Tengah, utamane ing kutha Solo lan Semarang.
- Why (Napa): Amarga Pamprov Jateng arep ngevaluasi jumlah dina sekolah, nanging PGRI nganggep kebijakan kasebut bakal nambah beban guru lan nyuda wektu bocah bebarengan karo kulawarga.
- How (Kepiye): Pamprov Jateng isih nindakake kajian kanthi nglibatake pakar pendidikan, dene PGRI lan guru nyuarakake penolakan liwat pernyataan resmi lan wawancara media.
4. Pawarta Bahasa Jawa Tema Budaya dan Lingkungan
Wayang Sampah ing Pati Dadi Sarana Edukasi Njaga Ekologi lan Lingkungan
Ana cara unik sing ditindakake warga Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, kanggo ngajak masyarakat luwih peduli marang lingkungan. Yaiku liwat pentas wayang sampah sing digelar dina Jumat (21/11/2025) bengi ing rangkaian Festival Berkat Bandeng.
Pentas wayang sampah iki diwiwiti watara jam 20.00 WIB lan dipentasake dening dalang Ki Slamet Tewel, kanthi iringan Gagego musik kampung. Wayang-wayang sing dipentasake ora digawe saka kulit, nanging saka macem-macem jinis sampah kayata plastik, kantong kresek, lan limbah bambu.
Ing critane, Ki Slamet Tewel nyritakake bab petani tambak sing tansah njaga kali lan saluran irigasi supaya bebas saka sampah. Kanthi lingkungan sing resik, ekosistem tambak bandeng bisa tetep lestari lan asil panene ora kecemar limbah.
Kepala Desa Bakaran Wetan, Wahyu Supriyo, ngandharake yen wayang kulit wis dadi budaya sing misuwur ing desane. Amarga kuwi, wayang sampah iki dadi inovasi anyar sing sepisanan digelar kanggo media edukasi masyarakat.
Miturut Wahyu, wayang sampah dadi simbol yen sampah ora mung dadi masalah, nanging uga bisa dimanfaatake dadi media seni lan hiburan sing nduweni nilai edukatif. Liwat pertunjukan iki, masyarakat diajak supaya luwih bijak nggunakake lan ngelola sampah.
Salah siji panitia acara, Beni Dewa, nerangake yen pentas wayang sampah iki uga minangka strategi kebudayaan kanggo ngelingake masyarakat yen sampah bisa dadi ancaman serius tumrap ekosistem kali lan tambak. Yen kali resik, asil bandeng uga bakal luwih apik.
Pentas wayang sampah iki dadi bagean saka Festival Berkat Bandeng sing digelar tanggal 21 nganti 23 November 2025, sing uga diramaikan karo pameran seni, pameran foto, kirab petani tambak, resik kali, nganti lomba olahan bandeng.
Unsur 5W + 1H
- What (Apa): Pentas wayang sampah minangka media edukasi njaga lingkungan lan ekologi.
- Who (Sapa): Warga Desa Bakaran Wetan, dalang Ki Slamet Tewel, panitia festival, lan Pamrentah Desa Bakaran Wetan.
- When (Kapan): Jumat, 21 November 2025, bengi.
- Where (Ing ngendi): Desa Bakaran Wetan, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati.
- Why (Napa): Kanggo ngajak masyarakat luwih peduli marang lingkungan lan njaga ekosistem tambak bandeng saka ancaman sampah.
- How (Kepiye): Kanthi nggelar pentas wayang sing digawe saka bahan sampah lan nyritakake pesen pelestarian lingkungan liwat crita lan budaya.
5. Pawarta Basa Jawa Tema Lingkungan
Polda Jateng Nandur 11 Ewu Bibit Wit ing Alas Undip kanggo Nglestarekake Alam
Polda Jawa Tengah nandur 11 ewu bibit wit ing Kawasan Hutan kanthi Tujuan Khusus (KHDTK) Wanadipa Universitas Diponegoro (Undip), Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, Senin (22/12/2025). Kegiatan iki ditindakake minangka upaya kanggo njaga kelestarian alam lan lingkungan.
Kegiatan nandur wit iki nggawa tema "Nandur Kabecikan kanggo Masa Depan" lan ditindakake ing lahan alas jembarΓ© 99,65 hektare. Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo melu langsung nandur wit bareng sivitas akademika Undip, kelompok tani, lan mahasiswa saka macem-macem perguruan tinggi.
Saliyane nandur bibit wit, Kapolda Jateng uga nyerahake bantuan sosial awujud 40 paket marang Kelompok Tani Wanadipa Undip. Ing kesempatan kuwi, Irjen Ribut Hari Wibowo menehi apresiasi marang Undip sing wis ndhukung lahan lan mbangun sinergi kanggo suksesΓ© kegiatan kasebut.
Irjen Ribut negesake manawa gerakan nandur wit kudu dadi budaya lan gaya urip wiwit cilik. Miturut dheweke, kepedulian marang lingkungan ora cukup mung nganggo imbauan, nanging kudu diwujudake liwat tumindak nyata lan terus-terusan.
Dheweke uga ngajak jajaran kepolisian, utamane para Kapolres, supaya nduweni inisiatif nandur wit ing wilayahΓ© dhewe-dhewe. Penanaman wit dianggep minangka investasi jangka panjang kanggo kelangsungan urip generasi mbesuk.
Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, nerangake manawa kegiatan nandur wit iki selaras karo nilai akademik Undip ing bidang riset, pendidikan, lan pengabdian marang masyarakat. Nanging, tantangan paling gedhe ana ing konsistensi kanggo ngrumat lan njaga wit-witan sing wis ditandur.
Kepala Kantor KHDTK Undip, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono KS, nambahake manawa KHDTK Wanadipa Undip minangka alas pendidikan lan riset sing nduweni peran penting kanggo pemulihan fungsi ekologis. Dheweke optimistis, kanthi dhukungan saka macem-macem pihak, alas kasebut bisa tuwuh dadi alas sing sehat lan migunani kanggo masyarakat.
Unsur 5W + 1H
- What (Apa): Kegiatan nandur 11 ewu bibit wit kanggo nglestarekake alam.
- Who (Sapa): Polda Jawa Tengah, Kapolda Jateng Irjen Ribut Hari Wibowo, sivitas akademika Undip, kelompok tani, lan mahasiswa.
- When (Kapan): Senin, 22 Desember 2025.
- Where (Ing ngendi): KHDTK Wanadipa Universitas Diponegoro, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
- Why (Napa): Kanggo njaga kelestarian alam lan mulihake fungsi ekologis lingkungan.
- How (Kepiye): Kanthi nandur ewu-ewuan bibit wit lan mbangun kolaborasi antarane kepolisian, kampus, lan masyarakat.
Demikian kumpulan contoh teks pawarta bahasa Jawa singkat dari berbagai tema yang dapat dijadikan referensi belajar maupun bahan latihan. Semoga bermanfaat, detikers!
Artikel ini ditulis oleh Angely Rahma, peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.
(sto/alg)











































