Kalender Jawa Senin Pahing 9 Februari 2026: Tinggi Angannya, Tajam Intuisinya

Penanggalan Jawa

Kalender Jawa Senin Pahing 9 Februari 2026: Tinggi Angannya, Tajam Intuisinya

Tim detikJateng - detikJateng
Senin, 09 Feb 2026 06:44 WIB
Asian Nerd Student Girl Studying Online With Laptop In Cafe, Touching Temples, Trying To Concentrate, Preparing For Difficult Exam
Ilustrasi. (Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio)
Solo -

Hari ini, Senin (9/2/2026) bertemu dengan pasaran Pahing. Dalam penanggalan Jawa, hari ini juga bertepatan dengan 21 Ruwah 1959, berada di tahun Dal, Windu Sancaya dan Wuku Manahil.

Weton (hari kelahiran) Senin Pahing memiliki neptu 13. Pada umumnya, pemilik weton baik hati, jujur, ringan tangan atau suka menolong, namun kadang juga keras.

Pangarasan pada weton ini adalah Lakuning Lintang. Sifat positifnya memberikan arah dan suri tauladan bagi siapa saja. Akan tetapi kadang-kadang cenderung tidak menetap, misalnya dalam hal pekerjaan, tempat tinggal, dan lain-lain.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Pancasuda weton ini adalah Bumi Kapetak, Orang berweton ini bertipe pekerja keras, kuat menahan kekecewaan dan penderitaan, suka kerapian dan kebersihan. Namun memiliki sifat negatif yakni pendendam. Selain itu kebaikannya tidak terlihat orang lain.

ADVERTISEMENT

Wuku Manahil, lambang dewanya Bathara Citragotra, wataknya selalu waspada. Merasa dirinya besar, pandai bergaul, tetapi angkuh, selalu waspada dan cenderung mencurigai orang lain. Memangku tombak terhunus, tinggi angan-angannya, tajam intuisinya. Pohonnya tegaron, menjadi hiasan hutan kurang ada gunanya. Namun ulet tekadnya.

Burungnya sepahan, gesit cekatan, pikirannya lembut. Sedikit rizkinya. Membelakangi air di tempayan. Tutur katanya merendah. Dalam bergaul tak membeda-bedakan pangkat maupun status. Dalam hal bekerja terkadang rajin terkadang malas. Bahayanya terkena senjata. Kala ada di Tenggara, selama tujuh hari pada wuku ini jangan pergi jauh ke arah Tenggara untuk urusan yang sangat penting.

Pada hari Senin Pahing di wuku ini adalah hari yang baik, jika bepergian untuk berkunjung akan membuat senang orang yang dikunjunginya. Pada hari ini, jika menanam bunga pulu (kesumba) akan mudah hidup.

(Oleh Ki Totok Yasmiran, ahli penanggalan Jawa dari Museum Radya Pustaka Solo. Tayang di detikJateng setiap hari)



(aku/aku)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads