Asal Usul Batu Bobot di Kawasan Api Abadi Mrapen, Konon Warisan Sunan Kalijaga

Asal Usul Batu Bobot di Kawasan Api Abadi Mrapen, Konon Warisan Sunan Kalijaga

Ardian Dwi Kurnia - detikJateng
Minggu, 01 Feb 2026 20:32 WIB
Potret Batu Bobot di kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/2/2026).
Potret Batu Bobot di kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng
Grobogan -

Tepat di samping kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, terdapat sebuah bangunan berukuran cukup kecil. Di dalam bangunan itu, terdapat sebuah batu yang diyakini merupakan peninggalan Sunan Kalijaga. Seperti apa kisahnya?

Pantauan detikJateng, Minggu (1/2/2026), orang-orang yang datang ke lokasi ini tampak silih berganti memasuki ruangan tersebut. Mereka didampingi oleh pengelola kompleks wisata Api Abadi Mrapen.

Penata Layanan Operasional Api Abadi Mrapen, Annas Rofiqi, mengatakan batu itu bernama batu bobot. Batu tersebut diyakini merupakan peninggalan rombongan Sunan Kalijaga yang sempat transit di wilayah ini saat perjalanan dari Kerajaan Majapahit menuju Kerajaan Demak pada abad ke-15.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi pada saat itu kerajaan Majapahit kan runtuh, Sunan Kalijaga bersama rombongannya kan membawa benda-benda pusaka atau benda apapun yang yang memungkinkan untuk dibawa ke kerajaan Demak," kata Annas saat ditemui detikJateng di lokasi.

ADVERTISEMENT

"Nah, salah satunya yang ditinggal di sini itu batu bobot itu. Karena terasa berat, dikiranya memberatkan pada saat mau melanjutkan perjalanan, Sunan Kalijaga meninggalkan batunya di sini," sambungnya.

Menurut Annas, batu bobot ini beratnya sekitar 20 kilogram. Batu serupa juga kini dapat dijumpai di Museum Masjid Agung Demak.

"Batu bobot ini ada banyak sebenarnya sekarang tersimpan di Museum Masjid Agung Demak, itu bentuknya hampir sama cuman besar-besar. Yang di sini beratnya kurang lebih 20 kilo," terang Annas.

Potret Batu Bobot di kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/2/2026).Potret Batu Bobot di kawasan wisata Api Abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Minggu (1/2/2026). Foto: Ardian Dwi Kurnia/detikJateng

Annas menjelaskan dahulu kala seorang empu keris legendaris yang hidup di masa peralihan Majapahit ke Demak bernama Empu Supo Mandrangi atau Joko Supo. Empu itu juga sempat diperintahkan Sunan Kalijaga membuat keris di sini.

"Setelah Sunan Kalijaga ke Kerajaan Demak terus Empu Supo itu diutus membuat keris di sini. (Api Abadi Mrapen) apinya untuk membakar besi, ditempa di batu bobot, kemudian dijamasnya di Sendang Dudo yang masih satu kawasan," jelas Annas.

Saat ini, batu bobot di kawasan wisata Api Abadi Mrapen ini tidak bisa diakses sembarang orang. Menurut Annas, orang yang bisa masuk harus punya kepentingan untuk edukasi atau spiritual.

"Tempatnya memang ditutup untuk umum bisa masuk cuma hanya yang mau ritual atau untuk edukasi. Jadi kalau misalkan anak sekolah mau lihat secara langsung atau dari mahasiswa pengin lihat detail menyentuh batunya itu seperti apa itu bisa kita layani," terang Annas.

"Cuma kalau mau foto itu bisa difoto dari luar. Kamera pun bisa masuk, cuman orangnya enggak bisa ikut masuk. Karena kita menjaga untuk batu itu tetap ada, kemudian menghindari aksi-aksi vandalisme," lanjutnya.

Annas menyebut tempat ini digunakan untuk ritual umat antaragama dan kepercayaan. Pihaknya hanya melakukan pendampingan cara berdoa kepada mereka yang beragama Islam.

"Yang ritual ada Islam, Hindu, Buddha, penghayat kepercayaan kejawen juga ada. Mereka menggunakan caranya masing-masing, cuman kita hanya mengarahkan untuk tata cara yang beragama muslim itu yang benar seperti apa," jelas Annas.

"Jadi untuk Islam kita arahkan batu ini tidak untuk disembah, jadi hanya peninggalan Sunan Kalijaga. Kalau umat Islam ya doanya tahlil itu dikhususkan untuk Sunan Kalijaga, bukan berdoa di batunya," tambah dia.

Annas mengatakan ruangan batu bobot ini muat hingga sekitar enam orang. Durasi orang yang melakukan ritual juga variatif.

"Muat bisa enam orang. Durasinya ya rata-rata sekitar 15 menit, tapi ada juga yang lama sampai 1 jam itu juga ada. Ada yang hanya cuma lima menit enggak ada, itu juga ada," ucap Annas.




(ams/ams)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads