- Mitos Malam Jumat Kliwon 1. Terbukanya Portal Gaib 2. Datangnya Tuyul 3. Pertemuan dengan Kanjeng Senopati dan Ratu Kidul 4. Waktu Berlatih Ilmu Hitam 5. Hujan Penuh Kekuatan Magis 6. 'Keistimewaan' Jenazah Malam Jumat Kliwon 7. Ritual Mandi Berkhasiat
- FAQ tentang Malam Jumat Kliwon 1. Apa yang tidak boleh dilakukan saat malam Jumat Kliwon? 2. Kapan malam Jumat Kliwon terdekat? 3. Apa yang terjadi pada malam Jumat Kliwon?
Ada beberapa waktu yang kental dengan mitos dalam kepercayaan Jawa. Dua di antaranya adalah malam 1 Suro dan malam Jumat Kliwon.
Dikutip dari publikasi UIN Raden Intan Lampung bertajuk Tradisi Malam Satu Suro dan Pengaruhnya terhadap Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat oleh Mulyani, menyebut salah satu mitos malam 1 Suro adalah pantangan keluar rumah. Mitos lainnya adalah larangan menggelar pesta pernikahan.
Mitos ini tidak bisa dilepaskan dari keyakinan bahwasanya pada malam 1 Suro, arwah leluhur dan makhluk halus berkeliaran karena gerbang alam ghaib dibuka. Bila melanggar, akan ada konsekuensi yang diterima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, bagaimana dengan malam Jumat Kliwon? Apa saja mitosnya? Bagi detikers yang penasaran, baca penjelasannya lewat uraian di bawah ini, yuk!
Poin Utamanya:
- Terdapat sejumlah waktu sakral dalam kepercayaan Jawa. Di antaranya adalah malam Jumat Kliwon, malam 1 Suro, dan malam Selasa Kliwon.
- Malam Jumat Kliwon kerap disandingkan dengan makhluk halus. Kabarnya, pada malam itu, gerbang alam ghaib dibuka sehingga makhluk-makhluk tak kasat mata berkeliaran.
- Ada juga mitos keberkahan malam Jumat Kliwon. Air hujan yang turun pada malam itu dipercaya berkhasiat khusus. Juga ritual mandi di situs-situs tertentu, diyakini memberi manfaat bagi yang melakukan.
Mitos Malam Jumat Kliwon
1. Terbukanya Portal Gaib
Ainun Rofia dkk dalam Jurnal Penelitian Ilmu Sosial & Ilmu Budaya berjudul 'Hari Tanpa Pedagang: Studi Fenomenologis tentang Kepercayaan Pedagang terhadap Hari-Hari Keramat' menjelaskan bahwa pada malam Jumat Kliwon, portal gaib dibuka.
Kejadian ini dianggap negatif oleh orang-orang Jawa. Alhasil, banyak orang menghindari bepergian keluar rumah pada waktu itu. Di rumah, upacara doa digelar untuk 'menyambut' arwah leluhur yang pulang.
2. Datangnya Tuyul
Tuyul adalah makhluk halus dalam kepercayaan Jawa yang berwujud seperti anak kecil bertubuh kecil, berkepala botak, berkulit abu-abu hingga kehijauan, dan sering bertelanjang. Tuyul sering dipercaya dipelihara orang untuk ditugaskan mencuri uang.
Dirujuk dari buku Asal-Usul & Sejarah Orang Jawa karya Sri Wintala Achmad, pada malam Jumat Kliwon, ada pantangan untuk mencabut alis. Jika larangan ini dilanggar, maka tuyul bakal datang.
3. Pertemuan dengan Kanjeng Senopati dan Ratu Kidul
Diringkas dari Jurnal Panangkaran bertajuk 'Spiritualitas Masyarakat Jawa Kontemporer: Eksistensi dan Makna Ritual di Parangkusumo' oleh Dandung Budi Yuwono, ritual di Petilasan Parangkusumo digelar dengan harapan dapat bertemu Kanjeng Senopati dan Ratu Kidul. Ritual ini tidak hanya dikerjakan pada malam Jumat Kliwon saja, tetapi juga malam Selasa Kliwon.
Sebagai informasi, dalam Legenda Jawa, pendiri Mataram Islam, Panembahan Senopati disebut-sebut memiliki hubungan spesial dengan Ratu Laut Selatan, Nyi Roro Kidul. Keduanya dikabarkan bertemu di tempat yang sekarang bernama Cepuri Parangkusumo.
4. Waktu Berlatih Ilmu Hitam
Malam Jumat Kliwon kabarnya adalah waktu yang tepat untuk belajar dan mempraktikkan ilmu hitam. Siapa saja yang mencoba akan dirintangi oleh makhluk-makhluk halus.
Kepercayaan ini membuat malam Jumat Kliwon kerap diselimuti aura mencekam dan sakral, karena diyakini menjadi saat ketika batas antara dunia manusia dan alam gaib semakin tipis. Tak heran jika praktik santet sering dikaitkan dengan malam Jumat Kliwon.
5. Hujan Penuh Kekuatan Magis
Menurut penjelasan Prof Dr Suwardi Endraswara M Hum dalam bukunya, Etnologi Jawa, hujan pada malam Jumat Kliwon diyakini punya kekuatan magis. Karenanya, orang-orang Jawa akan menadahi air tersebut dengan mangkuk untuk dipergunakan dalam berbagai hal.
6. 'Keistimewaan' Jenazah Malam Jumat Kliwon
Masih mengutip sumber yang sama, mitos satu ini bertalian erat dengan mitos nomor 4. Apabila ada orang meninggal dunia pada hari Selasa Kliwon dan Jumat Kliwon, jenazahnya mesti dijaga siang dan malam hingga 40 hari. Mengapa?
"Kalau ada orang yang meninggal pada hari ini, kuburnya terpaksa dijaga siang dan malam hingga 40 hari, karena takut digali oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk diambil kain kafan, lidah, dan sebagainya untuk dijadikan tangkal untuk membuat perkara-perkara yang dilarang oleh Tuhan, seperti merampok, sihir, dan lain-lain," tulis Prof Dr Suwardi Endraswara M Hum dalam bukunya, dikutip pada Kamis (22/1/2026).
7. Ritual Mandi Berkhasiat
Sampai sekarang, ritual mandi untuk memperoleh apa yang diinginkan masih dilakukan di berbagai situs. Waktu yang dipilih adalah malam Jumat Kliwon.
Contohnya adalah mandi di Pancuran Tujuh, Banyumas. Konon, Syaikh Maulana Maghribi datang ke tempat itu untuk mengobati penyakit gatalnya. Setelah mandi, ia mendapat kesembuhan.
Mandi lain yang juga dilangsungkan pada malam Jumat Kliwon digelar di situs Balekambang, Batang. Kabarnya, siapa saja yang mandi di sana, keinginannya bakal terkabul.
Nah, itulah 7 mitos malam Jumat Kliwon yang ada dalam kepercayaan Jawa. Semoga menambah wawasan detikers, ya!
FAQ tentang Malam Jumat Kliwon
1. Apa yang tidak boleh dilakukan saat malam Jumat Kliwon?
Berdasar mitos, dilarang mencukur alis pada malam Jumat Kliwon jika tidak mau disambangi tuyul. Banyak orang memilih berdiam di rumah agar tidak berjumpa dengan makhluk halus pada malam tersebut.
2. Kapan malam Jumat Kliwon terdekat?
Malam Jumat Kliwon paling dekat terjadi pada Kamis, 22 Januari 2026. Selanjutnya, malam Jumat Kliwon akan tiba pada Kamis malam, 26 Februari 2026.
3. Apa yang terjadi pada malam Jumat Kliwon?
Menurut keyakinan Jawa, malam Jumat Kliwon adalah waktu dibukanya portal-portal alam ghaib. Alhasil, para arwah leluhur dapat kembali ke rumahnya semasa hidup.
(par/aku)











































