Watak Weton Jumat Legi Menurut Primbon Jawa bagi Pria dan Wanita

Watak Weton Jumat Legi Menurut Primbon Jawa bagi Pria dan Wanita

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJateng
Jumat, 09 Jan 2026 08:00 WIB
Watak Weton Jumat Legi Menurut Primbon Jawa bagi Pria dan Wanita
Pria dan wanita Jawa. (Foto: Febry Arya/Pexels)
Solo -

Dalam tradisi masyarakat Jawa, weton bukan sekadar penanda hari kelahiran, melainkan cermin yang dipercaya mampu menggambarkan watak, perjalanan hidup, serta kecenderungan nasib seseorang. Sejak dahulu, primbon Jawa digunakan sebagai pedoman untuk memahami karakter manusia, baik dalam urusan jodoh, rezeki, pekerjaan, hingga keharmonisan hidup bermasyarakat. Melalui perhitungan weton, orang Jawa berupaya membaca keseimbangan antara lahir dan batin seseorang.

Salah satu weton yang kerap dianggap memiliki energi lembut namun kuat adalah Jumat Legi. Perpaduan hari Jumat yang sarat makna spiritual dengan pasaran Legi yang identik dengan kemanisan budi melahirkan pribadi yang umumnya disenangi banyak orang. Namun, di balik sikapnya yang tenang dan halus, weton ini juga menyimpan sisi karakter yang tegas, berprinsip, dan tidak mudah dipengaruhi.

Pemaknaan watak Jumat Legi dalam Primbon Jawa pun tidak bersifat tunggal, melainkan dipengaruhi oleh peran dan kodrat masing-masing individu. Oleh sebab itu, pemahaman karakter Jumat Legi akan lebih utuh bila dilihat dari sudut pandang pria dan wanita, karena keduanya mengekspresikan energi weton ini dengan cara yang berbeda. Berikut penjelasan lengkap mengenai watak weton Jumat Legi menurut Primbon Jawa bagi pria dan wanita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Weton Jawa?

Menurut publikasi Kepercayaan Tradisi Weton dalam Kehidupan Adat Jawa Perspektif Aqidah Islam oleh Praditya Anggraeni, weton dapat dimaknai sebagai perhitungan hari kelahiran seseorang, yakni saat ia dilahirkan ke dunia, yang berlandaskan sistem penanggalan Jawa. Perhitungan ini kerap dijadikan pedoman untuk membaca pertanda atau ramalan tertentu dalam kehidupan.

ADVERTISEMENT

Adapun pasaran merupakan hari adat dalam tradisi Jawa, yang dikenal pula sebagai dino pasaran, dan terdiri atas lima siklus, yaitu Pahing, Legi, Kliwon, Wage, dan Pon. Sementara itu, neptu atau yang juga disebut pancawara adalah nilai angka yang diperoleh dari penjumlahan antara nilai hari kelahiran dan nilai pasaran, yang kemudian digunakan sebagai dasar berbagai perhitungan dalam Primbon Jawa.

Sedangkan, Primbon dalam KBBI adalah Kitab yang berisi berbagai ramalan dan perhitungan, seperti penentuan hari baik maupun hari buruk, serta berfungsi sebagai himpunan pengetahuan Kejawen. Di dalamnya termuat beragam rumus ilmu gaib, seperti rajah, mantra, doa, hingga penafsiran mimpi, disertai sistem perhitungan bilangan yang rumit.

Sistem ini digunakan untuk menentukan waktu yang dianggap mujur dalam pelaksanaan selamatan, pendirian rumah, memulai perjalanan, serta mengatur berbagai keperluan penting, baik yang berkaitan dengan individu maupun kehidupan masyarakat secara luas.

Watak Weton Jumat Legi Menurut Primbon Jawa

Dalam tradisi Jawa, weton diyakini sebagai penanda utama karakter, nasib, kecocokan hidup, hingga arah rezeki seseorang. Sebagaimana dijelaskan dalam buku 60 Detik Langsung Bisa Membaca Kepribadian & Sifat Orang Terdekatmu karya Balqis Khayyirah, masyarakat Jawa sering kali lebih mempercayai weton dibandingkan hari atau tanggal lahir biasa karena weton dianggap mencerminkan getaran batin dan perjalanan hidup seseorang secara menyeluruh.

Weton Jumat Legi merupakan perpaduan hari Jumat yang berada di bawah naungan Dewi Sri dan pasaran Legi yang melambangkan kemanisan budi serta daya tarik alami. Kombinasi ini membentuk pribadi yang lembut, disukai banyak orang, namun menyimpan sisi batin yang kuat dan tidak selalu mudah ditebak.

Karakter Umum Weton Jumat Legi

Berdasarkan Primbon Pakuwon Bayi Lahir oleh Sutikno dkk, weton Jumat Legi berada dalam wuku Kulawu dengan naungan Betara Nagakusuma. Watak dasarnya adalah:

  1. Sabar dan tekun dalam menjalani pekerjaan apa pun
  2. Mudah mendapatkan simpati orang besar atau atasan
  3. Memiliki cita-cita yang relatif mudah tercapai
  4. Tidak suka disaingi dan cenderung mempertahankan harga diri
  5. Berpotensi panjang umur

Namun, primbon juga mengingatkan adanya sisi bayangan, seperti kecenderungan menyombongkan kelebihan dan sikap licik secara halus jika merasa terancam atau diremehkan.

Sementara itu, Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat menggambarkan Jumat Legi sebagai pribadi yang:

  1. Halus budinya, pemaaf, dan suka memberi
  2. Senang menasihati dan mencari ilmu
  3. Memiliki banyak sahabat dari berbagai kalangan
  4. Diibaratkan seperti raja atau bupati dalam pergaulan
  5. Pandai menjamu dan menyenangkan hati orang lain

Sifat ini diperkuat oleh pengaruh Dewi Sri sebagaimana dijelaskan dalam Publikasi Perwatakan Manusia Berdasarkan Hari Lahir Dalam Naskah Raspatikalpa oleh Lilis Restinaningsih dkk, yang menggambarkan manusia Jumat sebagai sosok lembut, pendiam, menentramkan, dan disenangi banyak orang.

Watak Pria Weton Jumat Legi

Dalam Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat dan Primbon Pakuwon Bayi Lahir oleh Sutikno dkk., Pria yang lahir pada weton Jumat Legi umumnya memiliki kepribadian tenang, berwibawa, dan berjiwa pemimpin alami. Ia tidak selalu tampil dominan, tetapi pengaruhnya terasa kuat dalam lingkungan sosial maupun pekerjaan. Ciri khas pria Jumat Legi:

  1. Sabar dan tahan menghadapi tekanan
  2. Pandai membaca situasi dan orang lain
  3. Cenderung pendiam, namun ucapannya berbobot
  4. Mudah dipercaya dan sering dijadikan tempat bertanya
  5. Ambisius secara halus, cita-citanya kuat tetapi jarang diumbar

Dalam urusan kerja dan rezeki, pria Jumat Legi cocok menjadi guru, pedagang, pemimpin komunitas, atau pekerjaan yang menuntut kebijaksanaan. Namun, ia perlu mengendalikan sifat tidak mau disaingi agar tidak terjebak konflik tersembunyi.

Watak Wanita Weton Jumat Legi

Dalam Primbon Betaljemur Adammakna karya K.P.H. Cakraningrat dan Primbon Pakuwon Bayi Lahir oleh Sutikno dkk., wanita Jumat Legi dikenal memiliki pesona alami dan kelembutan hati yang kuat. Ia sering menjadi sosok penyejuk dalam keluarga maupun lingkungan sosial. Ciri khas wanita Jumat Legi:

  1. Lembut, penyabar, dan mudah disukai
  2. Halus tutur kata dan pandai menjaga perasaan orang lain
  3. Suka berprihatin dan tidak berlebihan dalam hidup
  4. Setia dan total saat sudah percaya
  5. Memiliki intuisi tajam, tetapi mudah bimbang karena pikiran yang "mengalir" seperti air

Dalam rumah tangga, wanita Jumat Legi digambarkan sebagai pengayom, mampu menciptakan suasana damai. Namun, ia perlu belajar lebih tegas agar tidak mudah dimanfaatkan oleh orang lain.

Kesimpulan

Weton Jumat Legi melambangkan keseimbangan antara kelembutan, kebijaksanaan, dan kekuatan batin. Baik pria maupun wanita yang lahir pada weton ini cenderung disenangi banyak orang, memiliki jalan hidup yang relatif lancar, serta berpotensi menjadi pribadi berguna jika mampu mengendalikan sisi labil dan rasa ingin unggul secara tersembunyi.

Dalam Primbon Jawa, Jumat Legi bukan sekadar hari lahir, melainkan gambaran watak manusia yang ibarat air tenang namun dalam dan menyejukkan, mengalir, tetapi memiliki daya besar jika diarahkan dengan benar.

Dengan memahami watak weton Jumat Legi menurut Primbon Jawa, kita tidak hanya diajak mengenali karakter diri dan orang lain, tetapi juga belajar bersikap lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan. Perbedaan watak antara pria dan wanita pada weton ini sejatinya saling melengkapi, membentuk harmoni antara kelembutan batin dan keteguhan sikap.

Semoga pemahaman ini dapat menjadi bahan renungan untuk memperbaiki diri, menjaga hubungan, serta menata langkah hidup agar selaras dengan nilai-nilai kearifan Jawa.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(sto/afn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads