Makna Mural Jokowi Pegang Wayang Presiden Rusia-Ukraina di Solo

Makna Mural Jokowi Pegang Wayang Presiden Rusia-Ukraina di Solo

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Sabtu, 17 Sep 2022 15:58 WIB
Mural Presiden Jokowi memegang wayang  Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy di Jalan Slamet Riyadi Solo, difoto pada Sabtu (17/9/2022).
Mural Presiden Jokowi memegang wayang Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy di Jalan Slamet Riyadi Solo, difoto pada Sabtu (17/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Solo -

Mural bergambar Presiden Joko Widodo kembali menghiasi Jalan Slamet Riyadi, Kota Solo. Selain Jokowi, ada pula mural sejumlah tokoh lain seperti Iriana Jokowi, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.

Dalam mural yang masih baru itu, Jokowi digambarkan mengenakan baju adat Jawa bermotif lurik, rompi, dan helm perang. Jokowi digambarkan dalam posisi duduk bersila sambil memegang dua wayang berwajah Vladimir Putin di tangan kiri dan Volodymyr Zelenskyy di tangan kanan.

Pada sudut atas, terulis 'Ruwatan. Stop World War III'. Latar belakang mural Jokowi itu menampilkan suasana pertempuran.


Menurut penggagas mural tersebut, Sardono W Kusumo, karya itu mengandung harapan agar peperangan antara Rusia dan Ukraina dihentikan. Seperti diketahui, Jokowi telah melakukan kunjungan ke Rusia dan Ukraina beberapa waktu lalu.

"Itu yang menginspirasi saya (Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina). Itu sikap yang sangat berani untuk maju menghentikan peperangan," katanya Sardono saat dihubungi detikJateng, Sabtu (17/9/2022).

Mural Presiden Jokowi memegang wayang  Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy di Jalan Slamet Riyadi Solo, difoto pada Sabtu (17/9/2022).Mural Presiden Jokowi memegang wayang Vladimir Putin dan Volodymyr Zelenskyy di Jalan Slamet Riyadi Solo, difoto pada Sabtu (17/9/2022). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng

Sardono mengatakan, mural itu dibuat dengan pendekatan kebudayaan. Dengan makna, agar peperangan antara Rusia dengan Ukraina segera berakhir. Sebab, perang tersebut membuat negara-negara terbelah menjadi dua kubu.

Padahal, sebentar lagi KTT G20 akan diselenggarakan di Bali. Dia berharap KTT G20 mampu mengakhiri perang Rusia-Ukraina.

"G20 soal ekonomi, situasinya dunia dalam konflik peperangan, sehingga negara-negara di dunia terbelah. Dampak perang ini akan merusak lingkungan, terlebih penggunaan senjata yang daya ledaknya besar, nuklir, maupun senjata biologis," ujarnya.

Menurut Sardono, mural Jokowi terbaru ini merupakan kelanjutan dari mural yang sebelumnya telah dibuat. Dalam mural sebelumnya digambarkan Jokowi, Joe Biden, Vladimir Putin, Xi Jinping, dan Boris Johnson mengenakan baju adat suku Badui warna hitam, sedangkan yang lain warna putih.

Dalam mengerjakan mural-mural itu, Sardono dibantu sejumlah seniman lain seperti Broto, Soni, dan Irul. Prosesnya memakan waktu sekitar 2 bulan.

"Itu muralnya berseri, dari 2 bulan lalu ada mural Pak Jokowi pakai baju badui dengan tema G20 Go Green. Saya lanjutkan dengan mural ini. Ada Bu iriana didekap perempuan Ukraina," terangnya.

Sardono juga berharap dengan gambar mural yang ada di sepanjang jalan Gatot Subroto dan Slamet Riyadi, bisa menghentikan aksi vandalisme yang sering terjadi.

Caption: Mural bergambar Jokowi memegang wayang berwajah Vladimir Putin, dan Volodymyr Zelenskyy, di Jalan Slamet Riyadi Solo



Simak Video "Golkar soal Rencana Jokowi Balik Solo: Pemikirannya Masih Dibutuhkan"
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)