Gamelan Kuno Museum Radya Pustaka Kembali Ditabuh, Umurnya Seabad Lebih

Bayu Ardi Isnanto - detikJateng
Minggu, 14 Agu 2022 11:17 WIB
Gamelan koleksi Museum Radya Pustaka yang berumur lebih dari seabad, Minggu (14/8/2022).
Gamelan koleksi Museum Radya Pustaka yang berumur lebih dari seabad, Minggu (14/8/2022). Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikjateng
Solo -

Museum Radya Pustaka Solo menggelar rangkaian kegiatan Suro Bulan Kebudayaan dalam memperingati Tahun Baru Jawa. Sebagai pembuka kegiatan, Museum Radya Pustaka menampilkan musik karawitan menggunakan gamelan kuno berusia lebih dari seabad.

Acara digelar bersamaan dengan pelaksanaan car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Solo. Warga yang berjalan-jalan di CFD cukup antusias turut menyaksikan acara tersebut.

Para pengunjung terlihat memadati ruangan tengah museum yang merupakan tempat gamelan kuno tersebut. Para pengrawit dan sinden tampil dengan membawakan beberapa lagu.


Kepala UPT Museum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Solo, Lutfi Hamid mengatakan gamelan tersebut merupakan peninggalan Sosrodiningrat IV sekitar tahun 1890 atau di era Pakubuwono IX dan Pakubuwono X.

"Gamelan ini berusia ratusan tahun, kondisi masih baik dan utuh. Kita buktikan masih berfungsi, kita dengarkan, dimainkan oleh sanggar dan masih enak didengar," ujar Lutfi saat dijumpai di Museum Radya Pustaka, Minggu (14/8/2022).

Usai gamelan dimainkan, acara dilanjutkan dengan tarian umbul donga. Beberapa rangkaian acara lainnya ialah ngisis ringgit dan pembagian jenang suran.

"Nanti malam juga ada jamasan keris di Museum Keris. Kita edukasi bahwa Suro ini yang dulu dianggap wingit (angker) kita gunakan sebagai bulan kebudayaan, momentum mengevaluasi diri, membersihkan diri. Termasuk jamasan keris adalah simbol membersihkan diri," katanya.

Pihaknya juga melakukan edukasi pawukon atau horoskop Jawa. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengenal pawukon dan justru lebih mengenal horoskop dari kebudayaan bangsa lain.

"Kita edukasi bahwa Jawa itu punya horoskop, yaitu pawukon. Kebanyakan kita mengenal horoskop lain, seperti shio, zodiak, dan lain-lain," pungkasnya.



Simak Video "Meriah! Puluhan Pengrawit Turun ke Jalan Hibur Warga di Kulon Progo"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)