Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ahmad Luthfi, meraih penghargaan detikJateng-Jogja Award 2026 kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional.
Penghargaan diserahkan oleh Direktur Utama detikNetwork, Abdul Aziz, dan diterima langsung oleh Ahmad Luthfi di Nusantara Ballroom, KEK Industropolis Batang, Jumat (23/10/2026).
Ahmad Luthfi menyinergikan penguatan investasi daerah dengan pelaksanaan program strategis nasional untuk memperluas dampak ekonomi. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi Jawa Tengah mencapai Rp 23,02 triliun dengan penyerapan 92 ribu tenaga kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, Pemprov Jateng mendorong integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Koperasi Desa Merah Putih dan BUMDes, melalui kemitraan 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pemasok lokal. Langkah ini menghubungkan agenda nasional dengan penguatan rantai pasok daerah, pemberdayaan usaha desa, dan penciptaan aktivitas ekonomi masyarakat.
Acara detikJateng-Jogja Award 2026 mengusung tema 'Jawa Tengah Gerbang Investasi Indonesia: Sinergi Pemerintah, Investor, dan Kawasan Industri Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan'. Selain forum penghargaan, juga ada acara Forum Investasi Jawa Tengah. Dalam forum ini, akan banyak data yang dibuka terkait potensi Jawa Tengah di bidang investasi.
Selaku pembicara antara lain Wakil Ketua 2 Tim Pelaksana Dewan KEK Ir. Budi Santoso, Dipl, HE mewakili Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Drajad Hari Wibowo dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir sebagai pembicara. Selain itu, Kapolda Jateng Irjen Roy Hardi Siahaan juga hadir sebagai narasumber tamu.
Jawa Tengah sebagai gerbang investasi RI akan dikupas secara mendalam melalui forum ini. Terlebih, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong berbagai kebijakan untuk meningkatkan daya tarik investasi. Hasilnya, realisasi investasi Jateng mencapai Rp 88,50 triliun sepanjang 2025.
Angka tersebut meningkat 28 persen dibandingkan realisasi pada tahun 2024. Realisasi investasi yang masuk ke Jawa Tengah selama 2025 itu juga mampu menyerap sekitar 326 ribu tenaga kerja.
