Trans Banyumas Setop Sementara, Warga: Paling Terdampak Pelajar

Anang Firmansyah - detikJateng
Senin, 31 Agu 2026 16:30 WIB
Bus Trans Banyumas. Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Warga Banyumas menyayangkan penghentian sementara operasional Trans Banyumas beberapa waktu ke depan. Warga menilai yang paling terdampak adalah pelajar.

Salah satu warga, Budi, menyebut Trans Banyumas merupakan transportasi favorit bagi pelajar. Trans Banyumas mengenakan tarif Rp 3.900 untuk umum dan Rp 2.000 bagi pelajar yang dinilai lebih murah dibanding kendaraan umum lain.

"Yang paling terdampak adalah anak sekolah, nanti cari kendaraan umum bagaimana. Padahal anak sekolah yang rutin pakai Trans Banyumas sekarang, murah dan gampang juga," kata Budi saat ditemui detikJateng di Purwokerto, Senin (31/8/2026).

Kebanyakan pelajar juga dinilai sudah terbiasa naik Trans Banyumas untuk berangkat dan pulang sekolah. Terlebih, saat ini angkot sudah susah dicari.

"Murah banget, Rp 2.000. Yang paling terdampak adalah anak sekolah. Nanti cari angkot juga sekarang susah, sudah biasa naik padahal," ujarnya.

Salah satu sopir Trans Banyumas, Haryo, mengamini pendapat Budi. Dia sendiri biasa melayani trayek menuju Banyumas dan menemukan cukup banyak siswa yang menggunakan Trans Banyumas pada pagi hari.

"Kalau saya trayeknya ke Banyumas. Kalau saya satu lintasan, anak sekolah 48 itu pasti pagi," ungkapnya saat dihubungi wartawan.

Dia menilai penghentian layanan membuat sejumlah pelajar yang tinggal di Purwokerto dan bersekolah di wilayah Banyumas harus mencari alternatif transportasi.

"Makanya ini kasihan itu yang anak-anak dari Purwokerto sekolahnya di Banyumas, akhirnya bingung mereka," katanya.

Karena itu, Haryo berharap proses transisi pengelolaan Trans Banyumas dari APBN ke APBD dapat segera rampung.

"Iya, jadi itu yang diinginkan. Kami juga nggak mau lah lama-lama seperti ini," tegasnya.

Sebagai sopir, ia juga sempat kebingungan soal nasibnya saat mendapat informasi Trans Banyumas bakal dihentikan. Namun, saat ini Haryo bisa bernapas lega karena telah mendapat informasi dirinya akan tetap digaji.

"Ya dampaknya kami juga masih gimana ya, ini namanya nggak kerja kan masih pikirannya, aduh saya dibayar apa nggak kan seperti itu. Tapi alhamdulillah sudah ada kepastian bahwa kita masih mendapatkan gaji," ujarnya.

"Seperti CS terus tukang cuci itu yang memang mereka mulai 1 September ini sementara waktu tidak berangkat, jadi berhenti sementara," sambung Haryo.

Selama tidak beroperasi mengangkut penumpang, para sopir dan pengelola tidak lantas berdiam diri. Mereka memanfaatkan waktu untuk melakukan perawatan kendaraan.

"Kami melakukan perbaikan-perbaikan kendaraan. Kalau ada yang kekurangan-kekurangan kami perbaiki. Terus tadi juga rombongan ada 20 mobil yang melaksanakan uji KIR," jelas Haryo.

Di sisi lain, Haryo mengaku cukup banyak penumpang yang menanyakan kapan Trans Banyumas kembali beroperasi. Pertanyaan tersebut bahkan masuk melalui pesan WhatsApp.

"Kebetulan sih ada dan juga rekan-rekan banyak yang di WA, gimana ini kok nggak jalan, kapan jalan. Seperti itu sih, banyak sekali," tuturnya.

Tak Masalah Tarif Naik

Sementara, pengguna Trans Banyumas bernama Novi, warga Patikraja, mengaku sedih dengan penghentian sementara layanan tersebut. Novi bahkan mengaku tidak keberatan jika tarif Trans Banyumas nantinya mengalami kenaikan, asalkan layanan kembali berjalan.

"Sedih banget terus terang. Kenapa sih dihentikan, apalagi nggak tahu sampai kapan," ujar Novi.

"Kalau aku secara pribadi lebih suka tarifnya dinaikkan. Karena kan jalurnya sudah terintegrasi, bisa ke stasiun juga. Bus nyaman, tidak ada waktu ngetem lama. Saya dari Patikraja suka Baturraden nyaman banget. Nggak apa-apa naik tarif, asal tetap jalan," sambungnya.

Sebelumnya, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono memastikan Pemkab Banyumas tengah mempercepat proses peralihan pendanaan operasional Trans Banyumas dari APBN ke APBD.

Pemkab juga melakukan evaluasi terhadap operasional Trans Banyumas, termasuk kemungkinan penyesuaian jumlah koridor dan tarif.

Sadewo menargetkan proses transisi dapat rampung pada pertengahan September. Namun, jika terdapat kendala, operasional Trans Banyumas diperkirakan paling lambat kembali berjalan pada akhir September atau awal Oktober 2026.



Simak Video "Berfoto Menarik di Bawah Bunga Sakura di Banyumas, Jawa Tengah"

(afn/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork