Layanan bus Trans Banyumas yang dihentikan sementara, akibat proses peralihan pendanaan dari APBN ke APBD, ditargetkan kembali beroperasi pada pertengahan September 2026. Pemkab Banyumas menyatakan penghentian dilakukan untuk evaluasi koridor dan tarif.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan Pemkab Banyumas tengah mempercepat proses transisi pengelolaan operasional Trans Banyumas. Evaluasi dilakukan agar pengelolaan angkutan umum tersebut sesuai dengan regulasi dan kemampuan anggaran daerah.
"Saya akan upayakan pertengahan bulan, sudah berkomunikasi dengan provinsi, mudah-mudahan tidak sampai akhir bulan sudah clear. Paling pahit ya akhir September, awal Oktober bisa jalan lagi," kata Sadewo saat dihubungi wartawan, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sadewo, Pemkab Banyumas pada prinsipnya siap menerima peralihan pendanaan operasional Trans Banyumas dari APBN ke APBD. Namun, ada sejumlah penyesuaian yang harus dilakukan sebelum layanan kembali dijalankan.
Salah satunya terkait jumlah koridor dan tarif. Koridor dengan tingkat keterisian penumpang rendah berpotensi dievaluasi. Begitu juga dengan tarif yang akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran.
"Penyesuaian jumlah koridor dan tarif. Kalau sudah dipegang Pemda mungkin tarif akan disesuaikan, koridor yang sepi mungkin dikurangi," jelasnya.
Sadewo mengatakan masa transisi pengelolaan tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Pemkab Banyumas harus memastikan mekanisme pengelolaan anggaran Trans Banyumas sesuai ketentuan.
Dia menegaskan terdapat perbedaan mekanisme antara pengelolaan keuangan negara dan keuangan daerah.
"Harus dipastikan, agar pengelolaannya tidak melanggar aturan. Pengelolaan keuangan negara dan pengelolaan keuangan daerah itu berbeda," ujarnya.
Untuk mempercepat proses tersebut, Sadewo mengaku telah bertemu dengan pengelola dan pengemudi Trans Banyumas pada Minggu (30/8). Dalam pertemuan itu, dia memastikan evaluasi akan dilakukan secepat mungkin sehingga layanan tidak terlalu lama berhenti.
Sadewo juga menyoroti kondisi layanan Buy The Service (BTS) di sejumlah daerah. Berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat layanan BTS yang sudah berhenti permanen.
"Tutup sementara tanpa kejelasan itu Kota Bogor (Biskita Trans Pakuan), Kota Surabaya (Trans Semanggi Suroboyo), Bali (Trans Metro Dewata), Kota Bandung (Trans Metro Pasundan), Surakarta (Batik Solo Trans), Medan dan Palembang," ungkapnya.
Sadewo memastikan Trans Banyumas tidak akan dihentikan. Menurutnya, layanan tersebut telah menjadi salah satu moda transportasi publik yang banyak dimanfaatkan masyarakat Banyumas.
"Trans Banyumas akan terus berjalan karena menjadi salah satu layanan publik yang banyak diakses oleh masyarakat Banyumas," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bus Trans Banyumas akan berhenti beroperasi mulai Minggu (30/8) besok. Penghentian sementara ini dilakukan seiring peralihan pengelolaan layanan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Banyumas.
Pemerintah Kabupaten Banyumas sebelumnya telah mengalokasikan anggaran operasional Trans Banyumas hingga akhir Desember 2026. Namun, sebelum layanan kembali dijalankan, Pemkab Banyumas akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap operasional angkutan massal tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Banyumas Omar Udaya mengatakan penghentian operasional dilakukan selama proses evaluasi berlangsung.
"Sejak hari Minggu, 30 Agustus 2026, Bus Trans Banyumas tidak operasional sampai dengan pelaksanaan evaluasi berakhir," kata Omar dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8).
