Warga Solo antusias menukarkan uang logam dengan uang kertas di booth Bank Indonesia (BI) di mal Solo Square. Bahkan ada warga yang datang dengan membawa uang logam sejumlah Rp 2,3 juta dari celengan.
Diketahui, BI Solo membuka tukar uang koin yang selama ini mengendap di masyarakat sebagai tabungan. Untuk menarik minat warga, BI Solo memberikan 1 liter minyak goreng bagi penukar pertama setiap harinya dengan minimal penukaran 100 keping.
Administrator Perkasasan Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah BI Solo, Muhammad Faisal Fahmi, mengatakan nominal tukar terbanyak yakni Rp 2,3 juta
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling banyak kemarin itu ada satu penukar yang membawa sekitar Rp 2.300.000 dalam bentuk koin. Pecahannya campur, dari Rp 100 sampai Rp 1.000," ujarnya, Minggu (30/8/2026).
Faisal menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memutar kembali uang logam yang selama ini sering dianggap ribet oleh masyarakat untuk transaksi harian. Padahal, sektor ritel seperti swalayan sangat membutuhkan uang receh tersebut.
"Uang logam yang keluar dari BI biasanya tidak kembali lagi karena masyarakat lebih suka menyimpannya di rumah. Jadi kita inisiatif mengambilnya untuk diputarkan kembali ke masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.
"Hari ini kita sediakan 60 liter minyak goreng karena antusiasmenya sangat tinggi. Ini bentuk apresiasi kami karena warga sudah mau repot-repot membawa koin dari rumah ke sini," imbuhnya.
Dalam dua hari pertama, BI Solo mencatat telah mengumpulkan lebih dari 36.000 keping koin dengan total nominal mencapai Rp 15 juta.
"Antusiasme warga cukup tinggi. Pada hari pertama (Jumat), terkumpul sekitar Rp 6 juta atau setara 14.810 keping. Di hari kedua (Sabtu), jumlahnya meningkat menjadi Rp 9 juta dengan total 21.309 keping, hari ini tadi sudah ada 60 antrean dan ini masih ada yang menunggu," kata Faisal.
Ia menambahkan, uang logam yang terkumpul tidak semuanya akan dimusnahkan. BI akan melakukan proses penyortiran terlebih dahulu.
"Nanti kita sortir. Uang yang sudah tidak layak edar akan dimusnahkan. Namun, uang yang masih layak edar akan kita edarkan kembali melalui perbankan untuk memenuhi kebutuhan ritel," ujar Faisal.
Cerita Warga Pecah Celengan
Salah satu warga Solo bernama Deddy (30) membawa uang pecahan rupiah untuk ditukarkan. Koin yang ia kumpulkan dari uang logam sisa kembalian belanja selama satu tahun itu ditukar dengan uang kertas senilai Rp 600 ribu di booth BI di mal Solo Square.
"Ini tabungan sebenarnya. Kalau ada kembalian koinan, kita kumpulin. Sudah sekitar setahunan ini," katanya di Solo Square, Minggu (30/8/2026).
Dedy sengaja ke mal setelah mengetahui ada layanan penukaran dari BI. Menurut dia, uang koin yang menumpuk di rumah lebih bermanfaat jika ditukar menjadi uang kertas agar lebih mudah digunakan untuk belanja.
"Mumpung ada event di Solo Square sekalian saja dibawa. Tadi di rumah sempat dihitung, kisarannya Rp 600 ribu. Pecahannya ada yang Rp 100 sampai Rp 1.000," ucap dia.
Senada diungkapkan Sati, warga Sukoharjo yang mengumpulkan koin selama bertahun-tahun. Dirinya bahkan memecahkan celengan untuk menukar uang koin drngan uang kertas.
"Ngumpulin, pecah celengan. Ya mungkin ada tahunan karena kan nggak pernah dibuka celengannya," ucapnya.
Sati mengatakan, kebiasaan menabung koin ini dilakukan oleh keluarganya. Setiap mendapatkan uang kembalian belanja, mereka langsung memasukkannya ke dalam celengan tanpa berniat menggunakannya kembali untuk transaksi.
"Kalau ada kembalian langsung masuk celengan, nggak pernah dipakai recehnya. Mayoritas koin Rp 500 dan Rp 1.000," kata dia.
