Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj Hesti melakukan ekspansi usaha ke Arab Saudi. Restoran Soto asal Boyolali yang telah memiliki 85 gerai di Indonesia itu dalam waktu dekat akan membuka outlet permanen di Kota Madinah, Arab Saudi.
Owner sekaligus Direktur Utama Spesial Soto Boyolali Hj Hesti, Hj Hesti Noviasari, S. Ak, mengatakan SSB Hj Hesti sejak tahun 2016 telah mencanangkan visi "Menjadikan SSB Hj Hesti Mendunia dan Mensejahterakan Orang Banyak".
"Visi Mensejahterakan Orang Banyak di sini adalah yang utama, yaitu kami ingin memberangkatkan karyawan kami ibadah haji atau umrah secara bergantian," ujar Hj Hesti kepada detikJateng melalui keterangan tertulis, Jumat (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kehadiran outlet permanen di Madinah tersebut, kata Hesti, sehingga para karyawan bisa secara bergantian berangkat ke Arab Saudi dalam periode tertentu. Sehingga nantinya akan banyak karyawan SSB Hj Hesti yang bisa menunaikan ibadah haji maupun umrah.
Ia menyatakan para karyawan atau tim SSB Hj Hesti di Madinah akan didatangkan dari Indonesia. Pihaknya akan mengirim tim terbaik dari Indonesia untuk penugasan di Arab Saudi tersebut. Para karyawan terbaik secara bergantian akan ditugaskan ke Madinah.
"Selain untuk menjaga standar QSC (Quality, Service, dan Cleanliness), juga memberikan kesempatan karyawan yang di Indonesia untuk bisa beribadah di Tanah Suci, baik umrah maupun haji," tegasnya.
Alasan kedua membuka cabang di Arab Saudi, jelas Hesti, untuk menyejahterakan pelanggan. Hal ini dipicu juga dengan banyaknya permintaan pelanggan yang mengharapkan SSB Hj Hesti hadir di Arab Saudi. Khususnya saat mereka beribadah haji atau umrah.
"Kami ingin bisa melayani para Tamu Allah selama mereka berada di Tanah Suci. Dengan memberikan rasa nyaman atas hadirnya menu Nusantara dan terobatinya rasa rindu akan tanah air, kami berharap para jamaah bisa khusyuk dan betah dalam beribadah di Tanah Suci," ujar dia.
Sedangkan untuk visi mendunia, lanjut dia, yakni dengan membuka cabang di 5 negara. Salah satunya di Madinah, Arab Saudi. Arab Saudi menjadi negara pertama ekspansi SSB Hj Hesti untuk mendunia, karena alasan strategis korporasi.
"Bahwa Makkah dan Madinah adalah representasi dunia, yakni berkumpulnya semua orang dari seluruh belahan dunia, khususnya segment market umat islam. Hal ini akan menjadi pintu paling strategis untuk mengenalkan brand SSB Hj Hesti kepada dunia," imbuh Hesti.
Menurut dia, outlet SSB Hj Hesti di Madinah bertempat di Building No. 2648 Abdul Rahman bin Auf. Pemilihan lokasi ini dinilai sangat strategis dan hanya berjarak 5 menit dari Masjid Nabawi, sehingga memudahkan jamaah untuk berkunjung. Peresmian outlet di Madinah rencananya dilaksanakan antara tanggal 20-30 Agustus 2026, menunggu kesiapan tim operasional. Seluruh perizinan saat ini telah keluar.
Sebelum membuka outlet permanen di Madinah, kata dia, SSB Hj Hesti sejak tahun 2024 telah membuka outlet di Makkah. Namun hanya di waktu musim haji saja. Buka di hotel-hotel melayani jemaah haji reguler Indonesia. Setelah membuka outlet permanen di Madinah, pihaknya berharap bisa disusul di kota-kota lain di Arab Saudi, seperti di Makkah dan Jeddah.
Terkait dengan menu yang disuguhkan di outlet Madinah, jelas Hesti, akan sama dengan yang ada di Indonesia. Bahkan ada beberapa menu baru yang di Indonesia belum ada. Meskipun untuk memenuhi masih bertahap.
"Untuk menu-menu favorit kami siap dari awal. Menu utama akan tersedia Soto Sapi, Soto Ayam, Bakso, Ayam goreng, Bakmi Godhok Solo, Bakmi goreng Masakan Jawa, nasi pecel dan lain-lain. Adapun lauk pauk atau side dish seperti sosis solo, mendoan, bakwan, tahu goreng, tahu isi, tempe kripik, dan lain-lain juga tersedia. Ada sate-satean juga seperti satu paru, sate ati ampela, sate telur puyuh, dan sate ayam," paparnya.
Untuk harganya, dikemukakan, untuk menu Soto dijual mulai dari 15 riyal. Sementara untuk menu lauk pauk mulai dari 3 riyal.
Pihaknya menjamin, soal cita rasa tetap mempertahankan cita rasa otentik Soto Boyolali SSB Hj Hesti, seperti yang ada di Indonesia. Sehingga baik orang Indonesia ataupun wisatawan negara lain yang sedang berada di Madinah bisa menikmati cita rasa Soto Boyolali yang sama dengan yang di Indonesia.
Hesti lebih lanjut menyampaikan, semua bahan baku sudah tersedia di Arab Saudi. Sehingga memudahkannya mendapatkan bahan-bahan tersebut dan meraciknya sesuai dengan resep SSB Hj Hesti.
Hesti menegaskan, Kota Madinah menjadi ekspansi pertamanya SSB Hj Hesti ke luar negeri, karena alasan strategis korporasi. Bahwa Makkah dan Madinah adalah representasi dunia, yakni berkumpulnya semua orang dari seluruh belahan dunia khususnya segment market umat islam.
"Setelah itu kami berencana untuk membuka cabang di 4 negara lain. Yang terdekat kemungkinannya adalah di Malaysia di tahun depan, tetapi masih perlu kami kaji lebih dalam lagi mengenai marketnya," tutup Hesti.
Baca juga: Pasar Modern BSB Semarang Terbakar Siang Ini |
