Walkot Solo Tawarkan Pedagang PGS Pindah ke Pasar Modern

Tara Wahyu NV - detikJateng
Rabu, 05 Agu 2026 18:50 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi ditemui di Solo, Rabu (5/8/2026). Foto: Tara Wahyu NV/detikJateng
Solo -

Wali Kota Solo, Respati Ardi, merespons tutupnya Pusat Grosir Solo (PGS) usai dinyatakan pailit. Respati menyebut masalah utama yang terjadi di PGS berkaitan dengan status lahan milik swasta yang menyebabkan ketidakstabilan bagi para pedagang.

"Ya itu karena lahannya mungkin karena lahan swasta ya, jadi tidak terjadi kestabilan," ujar Respati ditemui di Diamond Hotel, Rabu (5/8/2026).

Respati pun menawarkan solusi relokasi untuk para pedagang. Ia mengajak para pedagang PGS untuk mengisi stan-stan atau kios milik pemerintah yang saat ini masih kosong.

"Saya hari ini akan mengajak dan mengundang rekan-rekan yang berjualan di PGS dengan jenis perdagangan kami untuk mempromosikan pasar-pasar kami, los-los kami, kios-kios kami yang masih kosong," tuturnya.

Respati menyebut beberapa pasar modern di Solo siap menampung para pedagang tersebut agar roda ekonomi mereka tetap berputar.

"Ada di Pasar Klewer dan pasar-pasar yang lain yang sesuai dengan market mereka," terangnya.

Selain nasib pedagang, pihaknya juga akan mengambil langkah bila ada terjadi PHK. Ia menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo tidak akan tinggal diam.

"Iya, maka dari itu kami mengundang, kami lagi mengoordinasikan pekerja-pekerja yang ada di sana untuk kita kerja samakan di pasar-pasar kita. Kita ada Pasar Klewer, Pasar Singosaren, dan pasar-pasar yang lain," jelas Respati.

Lebih lanjut, bagi para karyawan yang terdampak secara langsung, Respati menawarkan program pelatihan dan penyaluran kerja melalui fasilitas yang dimiliki pemerintah.

"Tentunya juga bagi para karyawan yang bekerja di sana, kami siap tampung untuk rekan-rekan di Rumah Siap Kerja. Segera kita salurkan, kita memberikan kepastian kerja di tempat yang layak nanti ke depannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, Pusat Grosir Solo (PGS) tutup permanen karena pailit. Sejumlah pedagang tampak berkemas untuk pindah ke lokasi yang baru, yakni Benteng Trade Center (BTC) dan Pasar Klewer.

Diketahui, PGS resmi tutup pada Senin (3/8) lalu. Pantauan detikJateng pada Rabu (5/8) siang, para pedagang tengah mengemasi pakaian dagangan dan manekin.

Suasana PGS pun tampak sunyi. Toko-toko dari lantai dasar hingga paling atas sudah tertutup rapat.

Di depan PGS juga terpampang pemberitahuan jika salah satu pusat perbelanjaan di Kota Solo itu dalam keadaan pailit. Pemberitahuan itu berdasarkan putusan momor: 6/Pdt.Sus-PKPU/2025/PN.Niaga.Smg. di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Semarang tertanggal 9 Februari 2026.

Salah satu pegawai toko pakaian, Eni (40) mengaku sedih harus pindah ke tempat yang baru. Dia sudah 13 tahun bekerja di PGS.

"Sedih banget Mbak, kita kan karyawan ya Mbak. Jadi bingung juga kan, pastinya kita kan pindah toko, tokonya lebih kecil," kata dia kepada detikJateng sembari berkaca-kaca, Rabu (5/8).

Ia mengatakan, rencananya akan pindah ke Benteng Trade Center (BTC) yang berada di sebelah PGS. Eni menyebut lokasi yang baru tidak sebesar yang ada di PGS. Dia khawatir bila terjadi PHK di tempat kerjanya.

"Terus jadi ada kemungkinan pengurangan tenaga. Banyak juga karyawan lainnya yang kehilangan pekerjaan, rencana pindah ke BTC tapi lebih kecil," ungkapnya.



Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"

(ams/ams)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork