Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia masih mengimpor 80 persen kebutuhan susu nasional atau setara 3,6 hingga 3,8 juta ton per tahun. Amran pun mengajak masyarakat agar berinvestasi di bidang peternakan sapi perah.
Hal itu ia sampaikan saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan peternakan terpadu di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan Brebes. Menteri menyebut, butuh 20 peternakan besar agar Indonesia swasembada susu.
"Indonesia hanya membutuhkan sekitar 20 peternakan sapi perah modern berskala besar untuk memenuhi kebutuhan susu nasional yang hingga kini masih didominasi impor," tegas Mentan usai peletakan batu pertama, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mentan mengajak investor baik dalam maupun luar negeri untuk membangun bisnis persusuan. Amran menjamin, susu sapi memiliki pangsa pasar yang luas.
"Kami meminta pengusaha-pengusaha lokal maupun dari luar negeri untuk investasi di Indonesia karena pasarnya jelas," kata Mentan Amran.
Dia berjanji memberikan kemudahan bagi investor. Seluruh proses perizinan akan dipercepat agar investasi dapat segera berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Kalau butuh legalitas dari Kementerian Pertanian, staf kami yang mengantarkan. Cukup kirim lewat WhatsApp (WA), insyaallah kami percepat. Jangan sampai investasi dipersulit," tegasnya.
Mentan Amran mengungkapkan, Indonesia masih mengimpor sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional atau setara 3,6 hingga 3,8 juta ton per tahun. Ketergantungan impor tersebut sekaligus menjadi peluang investasi yang sangat besar di sektor persusuan.
Mentan Amran meneruskan, peternakan sapi perah yang dibangun di Brebes ditargetkan mampu memproduksi 180 ribu ton susu segar per tahun atau sekitar 20 persen dari produksi susu nasional saat ini. Semakin banyak investasi serupa terealisasi, semakin cepat Indonesia mampu memenuhi kebutuhan susu dari produksi dalam negeri.
"Ini adalah potensi yang sangat besar. Kami bangga putra terbaik bangsa membangun industri susu. Ini yang kita nantikan dan menjadi harapan Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto," ujarnya.
