Jelang Idul Adha, Perajin Pisau di Kranggan Klaten Panen Cuan 

Jelang Idul Adha, Perajin Pisau di Kranggan Klaten Panen Cuan 

Achmad Husein Syauqi - detikJateng
Senin, 11 Mei 2026 18:08 WIB
Perajin pisau di Kranggan Klaten kebanjiran pesanan jelang Idul Adha.
Perajin pisau di Kranggan Klaten kebanjiran pesanan jelang Idul Adha. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng
Klaten -

Para perajin pisau daging tradisional di Klaten kebanjiran order jelang Idul Adha 1447 H. Salah satunya perajin pisau di Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo yang mendapatkan pesanan dari berbagai daerah.

"Pesanan mulai naik beberapa hari, terutama lokal sekitar Solo Raya. Ya untuk pisau daging maupun sembelih, '' ungkap perajin asal Dukuh Deresan, Margo kepada detikJateng, Senin (11/5/2026) siang.

Menurut Margo, kenaikan pesanan antara 20 persen dibandingkan hari biasanya. Pemesan tak hanya dari kalangan pedagang tapi juga perorangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada yang bakul, ada juga yang teman. Biasanya meruhi dadi (tahunya jadi), tidak ada yang bawa bahan sendiri karena sudah percaya," terang Margo.

ADVERTISEMENT

Margo mengaku membuat pisau beragam ukuran, paling kecil 15 sentimeter. Dia mengaku mendapat pesanan paling jauh dari Sulawesi.

"Pesanan paling jauh sudah saya kirim kemarin ke Sulawesi. Ada empat kodi, satu kodi isinya 20 bilah," ungkap Margo.

Hal senada juga disampaikan perajin lainnya, Slamet Widodo. Slamet mengaku ada peningkatan pesanan pisau sejak sepekan terakhir.

"Ya pesanan dari bakul dan dipakai sendiri. Ke luar Jawa juga ada tapi yang biasa (pisau daging)," kata Slamet kepada detikJateng.

Perajin pisau di Kranggan Klaten kebanjiran pesanan jelang Idul Adha.Penampakan pisau buatan perajin di Kranggan Klaten untuk jelang Idul Adha. Foto: Achmad Husein Syauqi/detikJateng

Slamet tak memerinci omzet yang dia dapatkan jelang Idul Adha ini. Namun, dia mengungkap pisaunya dijual mulai dari Rp 35 ribu.

"Untuk ukuran besar sebilah pisau untuk daging harganya Rp 70 ribu dan yang kecil Rp 35 ribu. Ya lumayan kalau mau Idul Adha sehari bisa 100 biji," sambungnya.

Terpisah, Kepala Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Gunawan Budi Utomo menjelaskan para perajin di desanya mulai membuat pisau untuk Idul Adha. Dia menyebut kampungnya memang sentra pande besi, terutama pisau.

"Alhamdulillah sudah mulai membuat pisau untuk persiapan kurban, terutama yang pande besar," ujar Gunawan.

Di Desa Kranggan ini, tercatat ada 125 perajin pisau. Dari jumlah tersebut, ada delapan perajin yang khusus membuat pisau besar untuk Idul Adha.

"Sekarang sekitar 125 perajin dengan berbagai macam produk. Mayoritas pisau kecil-kecil untuk dapur, pisau rumah tangga," kata Gunawan.

"Untuk yang membuat pisau besar (untuk Idul Adha), sekarang hanya ada sekitar delapan perajin. Sisanya pisau dapur biasa," terang Gunawan.




(ams/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads