Menteri PPN Dorong Susu Sapi Boyolali Disalurkan ke Dapur MBG

Menteri PPN Dorong Susu Sapi Boyolali Disalurkan ke Dapur MBG

Jarmaji - detikJateng
Rabu, 29 Apr 2026 18:59 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, melakukan kunjungan kerja di Boyolali, Rabu (29/4/2026).
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, melakukan kunjungan kerja di Boyolali, Rabu (29/4/2026). Foto: Jarmaji/detikJateng
Boyolali -

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy mendorong hilirasi peternakan Boyolali. Ia berharap produk susu dari Boyolali disalurkan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Pak Bupati (Boyolali) punya program bagus sekali. Dari ngurus sapi, MBG, sampai program-program lain yang ada hubungannya dengan swasembada pangan, energi, dan air," kata Rachmat saat ditemui di sela kunjungannya ke Boyolali, Rabu (29/4/2026).

Ia juga memastikan agar produksi susu sapi perah dapat terserap oleh pasar dan masuk ke menu program Makan Bergizi Gratis (MBG).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat mengunjungi KUD Cepogo, Rachmat melihat langsung cooling unit milik KUD dan menemui para peternak sapi perah. Dia juga berdialog dengan sejumlah pengurus KUD persusuan di Boyolali.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, M Syawaludin, mengatakan kunjungan Menteri PPN/Kepala Bappenas dan rombongan ke KUD Cepogo untuk mengkaji hilirisasi peternakan, khususnya sapi perah.

ADVERTISEMENT

"Persoalan hilirasi tadi harapannya nanti susunya ini, termasuk dagingnya, nanti bisa disalurkan ke SPPG," kata Syawaludin di lokasi yang sama.

Salah seorang pengusaha susu segar lokal Boyolali, Edwin Yudianto, mengatakan di Boyolali ada 200 ribu penerima manfaat MBG. Adapun produksi susu di Boyolali sekitar 100 ton per hari.

"Kurang lebih 20 ribu liter (susu) untuk kebutuhan MBG sudah cukup. Nah, kita akan kolaborasi dengan Grup Wong Solo untuk scale up (peningkatan produksi) perusahaan yang sudah kita rintis selama kurang lebih 10 tahun," kata pemilik Susu Boyolali Andalan, Edwin Yudianto, yang hadir di KUD Cepogo.

Edwin mengatakan, saat ini perusahaannya memproduksi sekitar 1.200 liter susu sapi per hari dan memasok sekitar 15 dapur SPPG. Rinciannya, 5 SPPG diBoyolali dan sisanya di luar Boyolali.

"(Suplai ke SPPG) Itu seminggu sekali," ujar dia.

Sementara itu pemilik Wong Solo Group, Puspo Wardoyo, menyambut baik hilirisasi peternakan sapi perah ini. Ia juga menyampaikan keinginannya membantu pendirian pabrik susu di Boyolali.

Pemilik sejumlah SPPG ini juga mengemukakan, kebutuhan susu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat banyak.

"Harapan kami, bisa ikut membantu terciptanya pabrik susu di sini (Boyolali). Karena memang kami membutuhkan susu (untuk MBG). Selama ini susah dan tidak dapat juga untuk MBG," kata Puspo di KUD Cepogo.

Puspo mengatakan, SPPG miliknya sejauh ini sudah menggunakan susu produk lokal untuk menunya. Namun itu baru sebagian dan belum maksimal. Sehingga pihaknya berusaha untuk terus mendorong penggunaan produksi susu lokal.

Terkait wacana pendirian pabrik pengolahan susu di Boyolali, Puspo akan memanfaatkan pabrik lokal yang sudah ada dan sudah beroperasi dalam skala kecil. Pihaknya akan berusaha menambah skala produksi menjadi lebih besar lagi. Targetnya, seluruh SPPG di Boyolali bisa menggunakan produksi susu lokal.



(dil/afn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads