Mensesneg Sebut Bakal Ada Pabrik Mobil Listrik untuk Masyarakat

Mensesneg Sebut Bakal Ada Pabrik Mobil Listrik untuk Masyarakat

Eko Susanto - detikJateng
Kamis, 09 Apr 2026 18:17 WIB
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di PT VKTR, Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di PT VKTR, Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026). Foto: Eko Susanto/detikJateng
Magelang -

Pabrik perakitan kendaraan berbasis listrik PT VKTR Sakti Industries (VKTS) milik grup Bakrie di Tempuran, Magelang, sementara akan berkonsentrasi untuk memproduksi bus dan truk. Pabrik itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto hari ini.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan ke depannya bakal ada perusahaan atau brand lain yang memproduksi mobil listrik untuk kendaraan dinas maupun untuk masyarakat umum.

"VKTR sementara konsentrasi untuk transportasi bus dan kendaraan angkutan truk. Kalau yang kendaraan komersil atau pribadi akan ada lagi (perusahaan mobil listrik pribadi)," kata Prasetyo Hadi saat ditemui wartawan di Tempuran, Kabupaten Magelang, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditanya apakah mobil sedan listrik itu bakal menjadi mobil nasional, Prasetyo menjawab singkat.

"Iya. Doakan aja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Saat ditanya apakah mobil sedan listrik itu akan diproduksi oleh PT Pindad atau pabrik lain, Prasetyo mengatakan hal itu akan diumumkan.

"Bukan dua-duanya. Nanti pada waktunya akan diumumkan nama perusahaan maupun brand (mobil nasional)," ujar dia.

Apakah mobil sedan listrik itu bakal menjadi mobil dinas, Prasetyo menjawab secara normatif.

"Harapan juga begitu. Tapi tidak hanya sekadar mobil dinas, mobil untuk kepentingan masyarakat umum juga," kata dia.

Sementara itu Komisaris Utama PT VKTR Sakti Industries, Anindya Bakrie mengatakan, VKTR landasan dasarnya ada dua.

"Bagaimana menuju next zero emission 2060 atau lebih cepat. Dan yang kedua, kemandirian ekonomi. Termasuk dalam ketahanan energi menekan impor BBM," kata Anindya dalam pidato sambutannya.


"Bagi kami agenda ini bukan pilihan, tapi ini adalah keniscayaan strategis bagi Indonesia. Bapak Presiden mengajarkan kita bahwa sejarah pembangunan seringkali krisis itu menjadi kesempatan untuk melakukan lompatan besar," imbuhnya.

Anindya mengatakan, memilih produksi bus dan truk listrik harapannya bisa menjadi tonggak ekosistem industri listrik.

"Memang tidak seseksi kalau dilihat dari motor jumlahnya 140 juta maupun mobil, tapi ini bisa menggerakkan ekosistem yang besar," kata dia.

"Jumlah daripada subsidi BBM yang bisa dihemat dengan elektrifikasi dari bus dan truk ini bisa sampai 5 miliar dolar per tahun. Di sini hadir, bukan saja kami dari VKTR, tapi juga mitra kami. Mitra karoseri Pak Widodo dari Tri Sakti, Laksana, Adiputro dan juga Tentrem Sejahtera. Untuk ban ada dari Gajah Tunggal," pungkasnya.




(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads