Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang, Aniceto Magno da Silva, menyebut ratusan penjual di Pasar Johar tidak menempati lapak mereka. Selain itu, ada juga pedagang yang tidak menempati namun tetap membayar retribusi.
"Nah, di lapangan itu banyak yang tidak dipakai, kosong. Jadinya mangkrak. Banyak sekali. Kayaknya saya belum tahu, tapi ratusan" jelas Aniceto saat ditemui di kompleks Balai Kota Semarang, Kecamatan Semarang Tengah, Selasa (7/4/2026).
Disdag Kota Semarang pun telah memberikan surat peringatan kepada para pelapak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu mangkrak, pemiliknya juga kita nggak tahu siapa. Saya suruh, perintahkan, ke staf saya, kabid, untuk buatkan peringatan 1 2 3," jelasnya.
Dia mengatakan, ada penjual yang menempati lapak tetapi tidak membayar retribusi. Namun ada juga penjual yang tidak menempati lapak tetapi membayar retribusi.
Meski tidak menempati lapak dan membayar retribusi, dia mengatakan, tetap dilarang. Sebab selain membayar retribusi, penjual juga harus menempati lapak.
"Ada yang sama sekali tidak bayar retribusi, tidak menempati, kita SP. Ada yang tidak mau menempati tapi bayar retribusi. Kan nggak boleh. Dia harus menempati, bayar retribusi," sebutnya.
"Karena masih banyak yang butuh seperti hari ini. Maka kita, ingin pasarnya ramai, ya, kamu bayar retribusi, ya, mau menempati," lanjutnya.
Dia menyebut lapak tersebut tidak ditempati paling lama hingga 10 tahun. Sementara dia mengklaim banyak permintaan untuk menempati lapak di Pasar Johar.
"Wah, ada yang 4 tahun, ada yang 5 tahun, ada yang 10 tahun, dibiarkan gitu. Padahal peminatnya banyak sekali," tuturnya.
Setelah lapak yang tidak ditempati dikosongkan, maka Disdag Kota Semarang akan merelokasi pelapak tersebut. Lapak tersebut akan diisi oleh pedangan lainnya.
"Maka setelah kita kosongkan, datanya sudah ada, antisipasi seperti ini, relokasi-relokasi," terangnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, dari ribuan pelapak di Pasar Johar hanya setengahnya yang aktif. Dia pun mengungkap kendala yang dialami Disdag Kota Semarang.
"Ribuan (jumlah pelapak di Pasar Johar), aktif separuh. Tapi memang kendala di kami itu, saya belum punya data pasti. Lah ini data ini baru kita bangun namanya Si Saudagar, Sistem Informasi Satu Data Perdagangan Kota Semarang," bebernya.
(aku/apl)
