Pertamina Patra Niaga menyebut stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jawa Tengah (Jateng) bisa mencapai hingga 20 kali lipat konsumsi normal harian saat Lebaran tahun ini. Selain itu, Pertamina menyebut menambah stok LPG sebanyak lebih dari 25 persen kebutuhan normal.
Hal itu diungkapkan Area Manager Communication, Relations & Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, di Gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Senin (9/3/2026).
"Stok BBM dalam keadaan aman. Kita jaga stok BBM itu di level 15 sampai 20 kali lipat konsumsi normal setiap harinya," jelas Taufiq saat ditanya soal stok BBM di Jateng selama libur Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terus LPG juga sudah kita tambahkan total sekitar 25% dari kebutuhan normal," lanjutnya.
Adapun konsumsi BBM harian di Jateng, Taufiq memaparkan, konsumsi normal harian LPG di Jateng mencapai 4.307 metric ton. Konsumsi Pertalite mencapai 8.391 juta liter.
"Konsumsi normalnya untuk LPG 4.307 metric ton. Ini prediksinya akan naik 9%," jelasnya
"Terus untuk Pertalite itu 8.391 juta liter. Berarti 8.391 kl. Akan naik sekitar 30% prediksinya," lanjutnya.
Adapun konsumsi solar menurun hingga 12 persen. Sementara konsumsi Pertamax diprediksi naik hingga 31%.
"Kemudian untuk solar itu akan turun 12% dari konsumsi normalnya 6.342 juta liter atau kiloliter. Pertamax akan naik pasti sebesar 31%, Turbonya 53%," katanya.
Sementara itu, bahan bakar lainnya seperti avtur dan gasoline diprediksi bertambah hingga 30%. Sebab itu, stok tersebut bakal ditambah.
"Prediksinya akan terjadi kenaikan 25% sampai 30% untuk avtur dan juga gasolin atau jenis bensin, tapi nanti stok kita tingkatkan sampai dengan 40 sampai dengan 50% daripada normal biasanya," terangnya.
Lebih lanjut, Taufiq mengimbau masyarakat untuk tidak membeli LPG Melon di atas harga eceran tertinggi (HET).
"Jadi yang saya perlu tekankan kepada masyarakat adalah kalau ada yang menjual harga tinggi biasanya pengecer kalau pangkalan enggak mungkin karena kan pangkalan harganya Rp18.000 sesuai HET. Kalau ada yang melambung tinggi sampai Rp 30.000 sampai Rp 35.000 saran pertama adalah enggak usah dibeli," tegasnya.
Dia pun menyarankan masyarakat untuk membeli LPG Melon di pangkalan terdekat.
(apu/ahr)











































