Stok Beras di Jateng 365 Ribu Ton, Cukup untuk 5 Bulan

Stok Beras di Jateng 365 Ribu Ton, Cukup untuk 5 Bulan

Muhammad Iqbal Al Fardi - detikJateng
Senin, 09 Mar 2026 14:16 WIB
Kepala Kanwil Bulog Jateng, Sri Muniati di Semarang, Senin (9/3/2026).
Kepala Kanwil Bulog Jateng, Sri Muniati di Semarang, Senin (9/3/2026). Foto: Muhammad Iqbal Al Fardi/detikJateng
Semarang -

Kantor Wilayah (Kanwil) Bulog Jawa Tengah (Jateng) memastikan stok beras hingga Minyakita aman selama libur Nyepi hingga Lebaran. Bahkan, pasokan beras di Jawa Tengah disebut masih aman hingga 5 bulan.

Hal itu disampaikan Kepala Kanwil Bulog Jateng, Sri Muniati, di Gedung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, Senin (9/3/2026).

"Stok yang dikuasai oleh Bulog di Jawa Tengah sangat cukup, baik itu cadangan beras pemerintah, Minyakiita maupun yang lain," sebut Muniati saat ditanya soal stok cadangan Bulog selama libur Nyepi hingga Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menyebut stok cadangan beras pemerintah dan komersil mencapai hingga 365.701 ton. Jumlah tersebut pun berpotensi untuk bertambah.

ADVERTISEMENT

"Seluruh stok cadangan beras pemerintah dan komersil sebanyak 365.701 ton. Dan ini akan terus bertambah karena rata rata serapan di Jawa Tengah 3.000 ton setara beras," katanya.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 101.422 ton beras dialokasikan pada Februari-Maret.

Adapun cadangan berupa jagung, Muniati menyebut, pihaknya menguasai hampir 10 ribu ton.

"Kemudian jagung kami terus melakukan serapan, stoknya hampir 10 ribu ton yang kami kuasai. Ini belum ada penugasan penyalurannya dari Bapanas, karena itu kami terus melakukan serapan," jelasnya.

Sementara itu, serapan Minyakita di Bulog Jateng sebanyak 6.518 kiloliter dari 7.001 kiloliter.

"Atau sekitar 93 persen yang sudah kita serap. Dan ini sudah disalurkan ke pasar tradisional maupun pedagang mitra pengecer di luar pasar," beber Muniati.

Lebih lanjut, Muniati menerangkan, cadangan beras sebanyak 365.701 ton tersebut dapat memenuhi kebutuhan hingga 5 bulan ke depan.

"Sekitar 5 bulan karena bantuan pangan ini itu kan hanya Februari-Maret alokasinya, dan itu disalurkan sekarang. Selanjutnya kita hanya menyalurkan sedikit untuk SPHP," pungkasnya.



(afn/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads