Harga Minyak Dunia Per 9 Maret 2026, Per Barel Jadi Setinggi Ini!

Harga Minyak Dunia Per 9 Maret 2026, Per Barel Jadi Setinggi Ini!

Desi Rahmawati - detikJateng
Senin, 09 Mar 2026 12:27 WIB
Penjelasan harga minyak dunia per 9 Maret 2026 yang harganya sangat tinggi.
Drum minyak. (Foto: Dikhy Sasra)
Solo -

Harga minyak dunia kembali menjadi sorotan pada awal pekan ini setelah ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Perdagangan pada Senin, 9 Maret 2026 menunjukkan harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus level 100 dolar AS per barel atau sekitar Rp 1.697.605.

Dua acuan utama harga minyak dunia, yaitu Brent Crude dan West Texas Intermediate (WTI) sama-sama tercatat naik secara signifikan di hari ini. Lonjakan harga tersebut menjadi salah satu lonjakan paling tinggi dalam beberapa tahun terakhir akibat konflik yang mempengaruhi jalur distribusi minyak internasional.

Perdagangan harga minyak ini memiliki peran penting dalam perekonomian negara. Setiap kenaikan harga minyak dunia ini juga dapat mempengaruhi biaya transportasi, produksi, hingga stabilitas ekonomi internasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut ini adalah perkembangan terbaru mengenai harga minyak dunia per 9 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

Harga Minyak Dunia Hari Ini

Berdasarkan laporan dari Oil Price, harga minyak dunia hari ini naik tajam dalam perdagangan awal Asia dan berhasil menembus angka 100 dolar per barel untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir ini.

Dari pantauan pada pukul 10.20 WIB, harga minyak dunia jenis Brent Crude tercatat berada di kisaran 114,02 dolar AS per barel, setara dengan Rp 1.935.609. Angka ini menunjukkan adanya lonjakan harga minyak dunia sebesar 23,01 %.

Sementara itu, harga minyak dunia West Texas Intermediate (WTI) juga tercatat naik secara tajam. Minyak dunia per hari ini diperdagangkan di harga sekitar 113,79 dolar AS per barel atau Rp 1.931.705. Hampir sama seperti Brent Crude, harga minyak dunia WTI juga naik sekitar 25,26% dibanding perdagangan sebelumnya.

Penyebab Harga Minyak Dunia Melonjak Tajam

Kenaikan harga minyak dunia pada awal pekan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, terutama dari perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkat setelah serangkaian serangan terhadap pusat militer dan infrastruktur di kawan tersebut. Serangan terhadap fasilitas penyimpanan bahan bakar ini menyebabkan pasokan minyak dunia menjadi tidak stabil.

Harga minyak dunia juga ikut melonjak menyusul perubahan kepemimpinan di Iran yang menunjuk Motjaba Khamenei sebagai pemimpin baru negara tersebut. Perubahan kepemimpinan ini menambah ketidakpastian politik dan berdampak pada pasar energi global.

Dilansir dari detikNews, faktor paling utama yang menyebabkan naiknya harga minyak dunia adalah ancaman gangguan di Selat Hormuz. Selat ini merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dunia setiap harinya.

Adanya ancaman penutupan di jalur inilah yang menjadikan harga minyak dunia langsung melonjak. Meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah tersebut juga dapat menunda pengiriman minyak sehingga mendorong harga minyak dunia di pasar internasional.

Harga minyak dunia yang meningkat ini akan berdampak pada perekonomian internasional. Biaya produksi dan distribusi minyak juga akan ikut melonjak dan memungkinkan terjadinya inflasi harga barang dan jasa di berbagai negara.

Artikel ini ditulis oleh Desi Rahmawati peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.




(sto/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads