Kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kecamatan Semarang Barat diserbu warga. Para emak-emak tampak antre membeli sejumlah bahan pangan murah, terutama cabai yang dijual hanya Rp 1.447 per paket.
Pantauan detikJateng, GPM digelar di kantor Kecamatan Semarang Barat. Berbagai bahan pokok dijual dengan harga murah, mulai dari beras, minyak, telur, sayur, hingga daging dan ikan.
Antrean panjang terlihat di salah satu stan yang menjual paket bundling cabai kering 1 ons dan cabai rawit segar 1 ons dengan harga hanya Rp 1.447. Tepung mocaf pun dijual seharga Rp 1.447.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga Tegal yang bekerja di Semarang, Sri Yuliarti (57), tampak menenteng plastik berisi cabai dan tepung mocaf. Ia mengaku merasakan manfaat dari kegiatan tersebut.
"Saya beli tepung mocaf 5, cabai 1 pack ada cabai keriting yang basah sama cabai besar yang kering, Rp 1.447 dapat dua bungkus," kata Sri kepada detikJateng, Jumat (6/3/2026).
Menurutnya, harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran. Ia menyebut saat ini harga cabai di pasar bahkan mencapai Rp 80-90 ribu per kilogram.
"Kalau di pasaran itu (cabai) mahal. Sekarang malah 1 kg Rp 80-90 ribu. Masyaallah. Sangat membantu di Ramadan, alhamdulillah," ucapnya.
"Tepung mocafnya juga sama, Rp 1.447 dapat satu bungkus besar. Mudah-mudahan bisa bermanfaat nanti mau saya bagi-bagikan. Tepung mocaf biasanya sampai Rp 25 ribuan," lanjutnya.
Paket bundling cabai kering dan cabari rawit basah di Pasar Murah Semarang, Jumat (6/3/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng |
Menurutnya, dengan adanya GPM bisa sangat membantu masyarakat untuk mendapatkan barang pokok dengan harga yang murah, di tengah lonjakan harga selama Ramadan.
"Sangat membantu kita semua mengatasi harga pasar yang semakin lama ini menjelang hari raya harga-harga semua mahal. Mulai dari cabai, sayur-sayuran, hampir semuanya mahal," tuturnya.
Hal serupa disampaikan warga lainnya, Ima (44), yang membeli cabai dan minyak goreng di kegiatan tersebut. Ia menilai selisih harga cukup terasa dibandingkan harga pasar.
"Minyak gorengnya Rp 31 ribu. Kalau di pasar sudah Rp 37-40 ribu. Cabainya juga murah sekali, padahal di pasar bisa Rp 70 ribu lebih per kilogram," ujarnya.
"Kalau yang paketan cabai kering dan basah kira-kira masing-masing itu 1 ons lah. Kalau di pasar mungkin Rp 8 ribu, ini 2 ons dapat nggak sampai Rp 3 ribu," lanjutnya.
Sementara warga Semarang Barat lainnya, Wina (33) mengaku membeli beberapa kebutuhan dapur seperti sawi putih, terong, dan telur. Ia juga menilai harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan di pasaran.
"Tadi beli sayur sawi putih sama terong, terus sama beli telur juga. Kalau sayur Rp 10 ribu dapat 3," ungkapnya.
Ia mengatakan harga tersebut cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terlebih saat Ramadan ketika harga bahan pokok cenderung naik.
"Kalau di pasaran sawi putih Rp 5 ribu satunya, ini hemat Rp 5 ribu. Sangat membantu sekali untuk rakyat seperti saya. Apalagi ini lagi Ramadan ya, harganya pada naik," tuturnya.
Perwakilan Bank Indonesia, Prasus menjelaskan, kegiatan Gerakan Pangan Murah tersebut digelar oleh pemerintah secara serentak di 35 kabupaten/kota di Jateng.
"Kita bersinergi dengan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Provinsi Jateng dan pemerintah Kota Semarang untuk menyelenggarakan gerakan pangan murah. Ini serentak semua 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah, disentrakan di Kecamatan Semarang Barat," ungkapnya.
Dalam kegiatan itu, Bank Indonesia mengenalkan pembayaran digital menggunakan QRIS sekaligus memperkenalkan produk cabai kering hasil pengolahan petani lokal.
"Jadi di sini BI hadir dengan menghadirkan harga Rp 1.447, berkenaan dengan Ramadan 1.447 H maka cabe kering ini bundling cabe segar dijual Rp 1.447 dengan scan QRIS dan nanti hasilnya didonasikan ke sosial," jelasnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat membantu masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pangan selama Ramadan. Adapun cabai kering juga bisa bertahan 6 bulan, sehingga warga bisa menggunakannya selama harga cabai tinggi.
"Tepung mocaf adalah tepung singkong, bukan tepung terigu. Jadi alternatif lain selain tepung terigu dan di sini yang paling penting cabai, salah satu komoditas yang sangat struktural dan harganya bisa melambung tinggi," terangnya.
"Kami dengan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan Champion Lokal Jawa Tengah. Jadi ini cabai segar yang dikeringkan dengan menggunakan alat. Bank Indonesia memberikan sarana-prasarana berupa alat pengolahan pengeringan cabai," sambungnya.
(afn/ahr)












































