Para petani dan pedagang buah durian di wilayah Kecamatan Jatinom, Klaten, bisa tersenyum di musim panen durian tahun ini. Pembeli dari luar daerah mulai berdatangan untuk berwisata.
"Dari luar daerah banyak. Jogja dan Solo ada tiap hari tapi yang paling jauh dari Kutoarjo kemarin," ungkap Jumilah, pedagang durian di tepi jalan Karangnongko-Jatinom, Desa Randulanang, Kecamatan Jatinom kepada detikJateng, Jumat (6/2/2026) siang.
Jumilah menyatakan hasil panen durian tahun ini lebih bagus dari tahun sebelumnya. Dari sisi rasa juga bagus tahun ini karena hujan tidak terus-menerus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau hujannya ya sama tapi rasanya beda. Tahun ini lebih enak karena hujan diselingi panas, baru hujan lagi, tidak seperti tahun lalu hujan terus," terang Jumilah.
"Untuk sisi harga ya sama saja tinggal jenis buahnya. Yang luar kota banyak yang makan di sini," imbuhnya.
Pedagang lain, Sulis, mengatakan tahun ini memang hasil buah durian lebih bagus dari tahun lalu. Terutama dari sisi rasa buahnya.
"Rasanya bagus tahun ini, lebih manis, enak daripada tahun lalu karena banyak hujan. Harga juga mahalan sekarang dikit, karena manis banyak yang nyari," ungkap Sulis.
"Untuk durian lokal antara Rp 60.000-Rp 100.000 jaminan bagus. Untuk jenis tertentu bawor misalnya Rp 130.000, durian montong Rp 120.000, tahun lalu tidak nyampai," lanjut Sulis.
Sulis menyatakan penghobi durian sudah sekitar dua minggu berdatangan. Dari Jogja, Solo bahkan Kulon Progo juga datang.
"Jogja, Solo, bahkan kemarin Kulon Progo juga ke sini," imbuhnya.
Diwawancarai terpisah, Sekdes Randulanang, Madiyono mengatakan di desanya lebih dari 1.000 pohon durian tersebar di lahan dan pekarangan. Setiap satu rumah memiliki 1-2 pohon.
"Di sini itu setiap rumah ada pekarangan dengan 1-2 pohon. Belum di tegalan, pemerintah desa juga punya demplot durian 87 pohon," ungkap Madiyono.
"Untuk jumlah panennya relatif sama cuma yang pengaruh itu curah hujan. Tahun ini bagus,'' katanya.
Sementara Camat Jatinom, Agus Sunyata menyatakan durian menjadi ikon wilayah Jatinom sejak lama. Penghasil durian yang utama ada empat desa.
"Sentranya Desa Randulanang, Bengking, Beteng dan Kayumas. Sudah ada festival tahunan durian rutin," jelas Agus.
(aku/apl)
