Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang semakin melemah membuat pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan resmi memberlakukan trading halt dalam besaran tertentu. Dengan dilakukannya tindakan trading halt ini dilakukan guna menangani kondisi pasar saham yang dinilai sedang dalam kondisi darurat. Lantas, berapa persen trading halt IHSG yang ditetapkan BEI?
Apa sih trading halt itu? Menurut laman resmi Bursa Efek Indonesia, trading halt adalah pembekuan atau penghentian sementara perdagangan saham di pasar saham. Biasanya trading halt dilakukan saat IHSG mengalami penurunan sampai berada pada batas tertentu.
Untuk diketahui, kondisi IHSG yang mengalami penurunan di titik tertentu bisa dibilang sebagai kondisi darurat. Ini membuat BEI memberlakukan kebijakan trading halt sebagai langkah yang tepat untuk menanganinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya trading halt ini, diharapkan perdagangan di bursa efek bisa tetap berjalan wajar, teratur, dan efisien. Pemberlakuan trading halt juga dimaksudkan agar memberikan waktu bagi para investor untuk mempelajari terlebih dahulu pergerakan IHSG yang tengah berlangsung pada waktu-waktu tertentu. Berikut ini penjelasan lebih lengkapnya.
Poin Utamanya:
- IHSG pada Rabu, 28 Januari 2026 anjlok tajam hingga lebih dari 8%, berada di kisaran 8.2298.321, dengan mayoritas saham melemah (lebih dari 700 saham turun), sehingga pasar berada di zona merah ekstrem.
- Penurunan IHSG lebih dari 8% memicu trading halt oleh BEI, yaitu diberlakukannya penghentian sementara perdagangan selama 30 menit dan jika penurunan berlanjut hingga 20%, BEI dapat diberlakukan trading suspend sesuai arahan OJK.
- Penghentian perdagangan berdampak ganda bagi investor, di satu sisi memberi waktu meredam penjualan panik dan menstabilkan pasar, namun di sisi lain dapat menimbulkan menyalakan, memicu sentimen, serta menghambat strategi investor jangka pendek.
Berapa IHSG Hari Ini 28 Januari 2026?
Dilansir detikFinance, data perdagangan RTI Business hari ini Rabu (28/1/2026) menunjukkan IHSG melemah di persentase 7,34% atau level 8.321,21. Hal ini menunjukkan IHSG hari ini berada di zona merah yang membuatnya semakin dekat ke persentase 8%.
Dengan anjloknya IHSG, ada begitu banyak saham yang mengalami penurunan. Tercatat setidaknya ada 764 saham yang melemah. Sementara itu, hanya segelintir yang tetap kuat atau justru stabil. Apabila nantinya saham meluncur jauh ke bawah mencapai 8%, maka akan ada kemungkinan pihak BEI memberlakukan sistem trading halt.
Sementara itu, mengutip data Indonesia Stock Exchange dari laman Trading View, pada hari ini Rabu (28/1/2026) pukul 15.00 WIB, IHSG masih berada di zona merah dengan menunjukkan level 8.229 atau -8,31%. Artinya, trading halt dapat diberlakukan oleh pihak BEI.
Trading Halt IHSG Berapa Persen?
Masih mengutip dari laman BEI, ada angka tertentu yang ditetapkan sebagai batas ditetapkannya trading halt. Apabila IHSG mengalami penurunan mencapai titik tertentu, maka trading halt bakal diberlakukan oleh BEI.
Persentase tersebut tidak hanya membuat perdagangan dibekukan atau dihentikan sementara, tapi ada juga yang sampai dilakukannya trading suspend. Apa itu trading suspend? Menurut laman Investopedia, trading suspend atau penangguhan perdagangan adalah penghentian aktivitas perdagangan karena kekhawatiran yang cukup serius pada bursa efek.
Trading suspend tidak hanya melibatkan waktu sementara saja, tapi bisa mencapai berhari-hari lamanya. Dijelaskan dalam laman resmi BEI, trading halt dilakukan dengan menghentikan sementara aktivitas perdagangan saham selama 30 menit.
Trading halt dilakukan apabila IHSG turun drastis lebih dari 8% atau 15%. Pada penurunan lebih dari 20%, maka akan dilakukan trading suspend. BEI memberlakukan trading suspend sampai akhir sesi perdagangan atau bahkan lebih dari satu sesi sesuai dengan arahan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dampak Trading Halt IHSG
Lantas, apa dampak trading halt IHSG yang turun tajam di persentase lebih dari 8% atau lebih dari 15%? Mengacu dari publikasi bertajuk 'Peran Negara dalam Perlindungan Investor Melalui Trading Halt di Bursa Efek Indonesia' tulisan Agustinus Prajaka Wahyu Baskara, dampak trading halt bisa berpengaruh terhadap pasar saham. Bisa saja dalam aspek yang positif maupun negatif.
Apabila dilihat dari dampak positif trading halt, bisa memberikan waktu bagi para investor untuk memahami secara lebih baik situasi pasar yang tengah mengalami penurunan tajam. Hal ini turut memberikan kesempatan bagi para investor agar lebih tenang dalam menghadapi situasi perdagangan saham yang tengah terjadi.
Dampak positif trading halt juga dapat mencegah adanya panic selling, di mana para investor berlomba-lomba menjual sahamnya karena merasa khawatir akan mengalami kerugian besar. Dengan adanya panic selling juga dikhawatirkan bisa memperburuk kondisi pasar saham.
Inilah yang membuat trading halt yang dilakukan oleh BEI diharapkan bisa membuat pasar saham tetap stabil di tengah kondisi fluktuasi yang tengah terjadi. Sebaliknya, ada juga dampak negatif trading halt yang mesti dipahami oleh masing-masing investor.
Masih dijelaskan dalam publikasi yang sama, dampak negatif trading halt salah satunya memicu adanya ketidakpastian bagi para investor. Penghentian atau pembekuan sementara perdagangan saham bisa berpotensi dalam memperburuk sentimen pasar.
Tindakan yang sama juga bisa mengurangi partisipasi investor atau bahkan berpengaruh terhadap kepercayaan untuk berinvestasi. Ketidakpastian yang terjadi juga bisa berisiko terhadap investor jangka pendek yang tidak bisa melakukan transaksi dengan segera. Ini bisa saja berpengaruh terhadap strategi mereka dalam mengelola portofolio saham yang dimiliki.
Itulah tadi gambaran mengenai trading halt IHSG sebagai wujud kebijakan BEI dalam rangka menghentikan atau membekukan sementara perdagangan saham karena penurunan IHSG di titik tertentu. Semoga menjawab rasa penasaran kamu, ya.
(sto/apl)











































