Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka berbicara mengenai Qris di forum internasional. Jokowi mengaku tidak janjian dengan putra sulungnya itu untuk membanggakan QRIS.
"Nggak, nggak ada (ada janjian bicara soal QRIS?). Kalau dari sisi yang lain ya disampaikan dari sisi yang berbeda sedikit," katanya ditemui di kediaman Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (28/11/2025).
Jokowi mengatakan bahwa QRIS menjadi pelopor masuk ke digital ekonomi. Ia melihat pembayaran QRIS bisa membawa ke perubahan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya QRIS itu kan salah satu mengawali kita masuk ke digital ekonomi, kemudian untuk masuk lagi ke era yang lebih baru lagi, era intelijen ekonomi, itu salah satunya adalah QRIS ini kita menuju ke sana, sehingga kita UMKM kita lebih siap, masyarakat kita lebih siap," terangnya.
"Tapi saya kira sebuah awal yang bagus ya, bahwa kita punya banyak unicorn, kita punya QRIS, saya kira bagus sekali," sambungnya.
Gibran Banggakan QRIS di KTT G20 Afrika Selatan
Dilansir dari detikFinance, Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka membanggakan MBG hingga QRIS sat berada di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Presidensi G20 Afrika Selatan 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, dalam KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan itu Gibran yang mewakili Indonesia memamerkan solusi digital berbiaya rendah yang telah diterapkan Indonesia yakni sistem QRIS. Inovasi tersebut dinilai menjadi contoh konkret bagaimana digitalisasi dapat mendukung inklusi keuangan dan memperkuat kerja sama ekonomi di kawasan.
"Bapak Wakil Presiden juga mendorong dimulainya dialog G20 mengenai ekonomi kecerdasan atau Artificial Intelligence dengan mempertimbangkan teknologi keuangan yang semakin maju," kata Airlangga dalam konferensi pers hasil KTT G20 di Afrika Selatan yang disiarkan secara daring, Minggu (23/11/2025).
Jokowi Banggakan QRIS di Forum Bloomber New Economy
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berpidato dalam acara Bloomberg New Economy Forum 2025 di Singapura. Dia membanggakan infrastruktur digital di Indonesia termasuk QRIS.
"Ketika saya pertama kali menjadi presiden, saya punya pertanyaan sederhana: bagaimana kita bisa membangun ekonomi yang kuat untuk 280 juta orang? Kita tahu tidak ada jalan pintas, itulah sebabnya kita fokus pada hal-hal mendasar, seperti membangun jalan, pelabuhan laut, bandara, jaringan listrik, dan jaringan digital. Karena tanpa infrastruktur yang kuat, ekonomi tidak dapat tumbuh," kata Jokowi dalam bahasa Inggris, Jumat (21/11/2025).
Jokowi menyebut ada beberapa marketplace yang lahir di Indonesia. Sistem pembayaran QRIS pun jadi kebanggaan Jokowi. Sistem itu bisa dipakai pedagang kecil hingga perusahaan besar. Diketahui, QRIS juga bisa dipakai di beberapa negara.
"QRIS Indonesia menjadikan pembayaran digital mudah dan universal. Saat ini, pedagang kaki lima di desa kecil menggunakan sistem yang sama dengan perusahaan besar di Jakarta. Dan saat ini, Indonesia juga belajar bagaimana memanfaatkan teknologi dan sumber daya dengan lebih baik melalui inisiatif hilirisasi dan sektor baterai EV. Ini merupakan langkah menuju kecerdasan ekonomi," tegasnya.
