Suku Bunga Kredit Bank Jateng untuk Pedagang Pasar-UMKM Turun 3%

Suku Bunga Kredit Bank Jateng untuk Pedagang Pasar-UMKM Turun 3%

Hanifa Widyas - detikJateng
Jumat, 09 Sep 2022 16:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan kembali program Kredit Lapak dan Kredit Mikro Sejahtera (Mitra) Jateng 25 yang dilakukan Bank Jateng.
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meluncurkan kembali program Kredit Lapak dan Kredit Mikro Sejahtera (Mitra) Jateng 25 yang dilakukan Bank Jateng. Ganjar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari respons pemerintah terhadap penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

"Tidak mudah hari ini masyarakat masih merespon kenaikan harga BBM, Bank Jateng melakukan respon untuk usaha kecil menengah. Satu adalah Kredit Lapak mudah murah terima utuh yang bunganya cuma 2%," kata Ganjar dalam keterangan tertulis, Jumat (9/9/2022).

Ia menjelaskan Kredit Lapak adalah kredit mudah, murah, dan terima utuh yang diperuntukkan kepada pedagang pasar dengan bunga 2% dan plafon maksimal senilai Rp 25 juta. Sementara itu, lanjut Ganjar, Kredit Mitra Jateng 25 mudah, murah, dan usaha bertambah sudah diluncurkan pemerintah lebih dulu. Adapun program tersebut dikhususkan untuk pelaku usaha UMKM di Jawa Tengah.


Ganjar memaparkan awalnya Kredit Mitra Jateng 25 menetapkan suku bunga sebesar 7 persen per tahun. Namun setelah re-launching, bunganya diturunkan menjadi 3% dengan plafon maksimal Rp 25 juta. Kini, persyaratannya pun dinilai jauh lebih mudah.

"Dulu kami menginisiasi Kredit Mitra Jateng 25, plafonnya Rp 25 juta, suku bunganya 7 persen dan hari ini kita turunkan menjadi 3 persen. Dan itu betul-betul hanya untuk UMKM saja," jelas Ganjar.

"Termasuk mereka yang sudah berjualan di pasar. Tadi kita lihat produk mereka ada jamu ada sembako, gorengan macam-macam yang Insya Allah ini akan bisa membantu mereka di tengah situasi yang sulit," lanjutnya.

Lebih lanjut, diharapkan dengan keberadaan Kredit Lapak dan Kredit Mitra Jateng 25 ini, masyarakat dapat memanfaatkannya semaksimal mungkin.

Menurut Ganjar, akses permodalan dengan bunga relatif ringan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat akan mampu membantu di tengah situasi pasca penyesuaian harga BBM beberapa waktu lalu.

"Maka Bank Jateng kami apresiasi karena dalam situasi sulit ini ikut berkontribusi menyelesaikan persoalan. Sehingga masyarakat dalam akses permodalan dimudahkan, digampangkan dan relatif bunganya sangat rendah sekali," tutup Ganjar.

Sebagai informasi, sebanyak 20 pelaku UMKM beserta produknya dari Bank Jateng turut hadir pada acara re-launching tersebut. UMKM tersebut naik kelas dari kredit Rp 1 juta menjadi Rp 25 juta.

(akd/ega)