Nilai Mata Uang Euro Terendah dalam 20 Tahun, Ini Sebabnya

Internasional

Nilai Mata Uang Euro Terendah dalam 20 Tahun, Ini Sebabnya

Tim detikFinance - detikJateng
Selasa, 06 Sep 2022 14:08 WIB
Kroasia Akan Menjadi Peserta Terbaru Mata Uang Euro
Mata uang euro. Foto: DW (News)
Solo -

Nilai tukar euro jatuh hingga US$ 0,9876 atau Rp 14.715 pada Senin (5/9) kemarin. Kemerosotan nilai tersebut levelnya terendah dalam 20 tahun terakhir.

Seperti dilansir Antara, 6 Juli 2022, menurut Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) sejak awal tahun 2022, mata uang bersama 19 negara anggota Eropa telah turun lebih dari 9 persen terhadap dolar AS.

Sementara itu dilansir detikFinance, Selasa (6/9/2022), tren ini terjadi tak lepas dari potensi krisis energi yang bakal dialami Eropa. Seperti yang diketahui Rusia merupakan pemasok utama gas alam untuk Uni Eropa.


Namun pada Senin (5/9) kemarin Rusia baru saja menghentikan pasokan gas ke pipa utamanya yang menuju Eropa. Sebelumnya Rusia juga sempat membatalkan rencana untuk melanjutkan aliran gas ke pipa Nord Stream dengan dalih perbaikan karena kebocoran minyak di turbin.

"Aliran gas telah dibatasi bahkan lebih dari yang diharapkan dan kami telah melihat bukti penurunan permintaan yang membebani aktivitas. Kami memperkirakan euro jatuh lebih jauh di bawah keseimbangan dan tetap di sekitar level itu selama enam bulan ke depan," kata Ahli Strategi di Goldman Sachs, Michael Cahill dilansir detikFinance mengutip Reuters, Selasa (6/9/2022).

Melihat kenyataan ini, ECB akan segera menggelar pertemuan di tengah anjloknya nilai tukar euro. Mereka berharap nilai tukar euro bisa kembali stabil meski telah anjlok 8% dalam tiga bulan terakhir.

ECB memperhitungkan untuk menerapkan kebijakan pengetatan demi menjinakkan inflasi yang terus meningkat. Pasar memprediksi peluang kenaikan yang sangat besar pada suku bunga 75 basis poin.



Simak Video "Harga Euro Turun, Ini Waktunya Liburan ke Eropa!"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/aku)