Mau Bepergian Naik Pesawat? Simak Aturan Terbaru Berikut Ini

Jalu Rahman Dewantara - detikJateng
Jumat, 15 Jul 2022 13:05 WIB
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, DIY, mulai dipadati pemudik. Pengelola bandara memprediksi ada pertumbuhan jumlah penumpang hingga 20 persen jelang Lebaran 2022.
Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, DIY, beberapa waktu lalu. (Foto: Jalu Rahman Dewantara/detikJateng)
Kulon Progo -

Pemerintah kembali mengeluarkan aturan baru terkait perjalanan dalam negeri menggunakan moda transportasi udara. Aturan ini bakal diberlakukan mulai 17 Juli 2022 besok.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan Republik Indonesia Nomor 70 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri (PPDN) dengan Transportasi Udara pada Masa Pandemi COVID-19.

Terdapat beberapa petunjuk PPDN menggunakan transportasi udara yang akan diberlakukan, salah satunya mewajibkan calon penumpang melakukan test PCR atau rapid antigen. Namun ini tidak berlaku bagi calon penumpang yang sudah melakukan vaksin dosis ketiga atau booster.


"Ya kita sudah mendapatkan Surat Edaran Nomor 70 dari Kementerian Perhubungan tahun 2022 ini yang mengatur perjalanan dalam negeri untuk khususnya pengguna jasa bandar udara, yaitu yang pertama bagi PPDN yang sudah melaksanakan vaksin dosis 3 atau booster makanya mereka tidak wajib lagi menunjukkan negatif COVID baik itu antigen maupun PCR," ucap Pelaksana Tugas Sementara (PTS) General Manager Yogyakarta International Airport (YIA), Agus Pandu Purnama, kepada wartawan, Jumat (15/7/2022).

Pandu menjelaskan kewajiban menunjukkan hasil negatif ditujukan kepada calon penumpang yang belum melaksanakan vaksin booster. Untuk yang sudah vaksin dosis kedua bisa memilih hasil negatif COVID-19 berdasarkan tes antigen atau PCR.

"Bagi PPDN yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua ini mereka diwajibkan menunjukkan negatif COVID-19 baik untuk PCR maupun antigen. Antigen ini 1x24 jam, PCR 3x24 jam," ucapnya.

"Nah kemudian bagi yang baru melaksanakan 1 kali vaksin mereka diwajibkan melaksanakan PCR yaitu 3x24 jam," imbuhnya.

Selanjutnya PPDN dengan kondisi kesehatan khusus sehingga tidak dapat menerima vaksinasi wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR 3x24 jam dan wajib melampirkan surat keterangan dokter dari Rumah Sakit Pemerintah. Adapun PPDN dengan usia 6-17 tahun wajib menunjukkan kartu atau sertifikat vaksin dosis kedua tanpa menunjukkan hasil tes COVID-19.

"Kemudian ada ketentuan bagi yang berumur di bawah 6 tahun mereka memang tidak memerlukan bukti negatif COVID karena mereka tidak diwajibkan untuk vaksinasi, hanya memang selama perjalanan mereka harus didampingi," jelas Pandu.

Pandu mengatakan aturan baru ini dipastikan berpengaruh terhadap penumpang khususnya yang dilayani YIA. Namun demikian pihaknya tetap mendukung aturan itu, salah satunya dengan menyediakan sentra vaksinasi gratis yang bisa diakses calon penumpang maupun masyarakat umum.

"Pastinya berpengaruh terhadap penumpang, namun dari Angkasa Pura 1 sendiri sudah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mendirikan ataupun melaksanakan sentra vaksin, di mana penumpang ini nanti gratis, akan kita layani setiap hari yaitu pukul 09.00-12.00 siang," ujarnya.

Karena itu, Pandu meminta masyarakat calon pengguna jasa penerbangan untuk tidak khawatir melakukan perjalanan udara.

"Jangan segan-segan untuk penumpang melaksanakan perjalanan menggunakan pesawat karena ketentuan itu sudah kita dukung juga pelaksanaan untuk vaksin di YIA khususnya yang berada di mezanin atau gedung penghubung di YIA," ucapnya.

Sementara itu salah satu calon penumpang, Budi, mengaku tidak masalah dengan aturan baru tersebut. Sebab ia sudah lama telah melakukan vaksinasi booster.

"Kalau saya pribadi memang sudah booster ini jadi dengan ketentuan itu nggak masalah. Malah lebih nyaman," ucap pria asal Cilacap yang hendak bertolak ke Bali tersebut.



Simak Video "Yogyakarta International Airport Akan Buka Rute Internasional"
[Gambas:Video 20detik]
(rih/dil)