Pilihan Investasi Saat Resesi Mengancam Indonesia

Tim detikFinance - detikJateng
Jumat, 15 Jul 2022 04:01 WIB
Ilustrasi emas batangan
Ilustrasi. Foto: Ari Saputra
Solo -

Sejumlah negara di dunia saat ini berada di bawah ancaman resesi, termasuk Indonesia. Beruntung, risiko resesi yang dihadapi di Indonesia masih terhitung rendah.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut risiko Indonesia mengalami resesi cukup rendah, sekitar 3 persen.

"Survey dari Bloomberg ada negara yang risiko resesinya bisa mencapai di atas 70%. Nah tadi ditanyakan Indonesia ada di ujung bawah tapi tetap ditanyain gitu. Kita (Indonesia) relatif dalam situasi yang tadi disebutkan risikonya 3%," kata Sri Mulyani seperti dikutip dari detikFinance, Kamis (14/7/2022).


Resesi memang sulit untuk dicegah, apalagi hingga kini dunia masih disibukkan dengan penanganan pandemi COVID-19. Salah satu hal yang paling penting adalah meminimalisir dampak dari resesi, termasuk memilih investasi yang tepat.

Dikutip dari detikFinance, ada beberapa investasi yang bisa dipilih dan relatif aman di tengah ancaman resesi. Masyarakat bisa menginvestasikan modal yang dimiliki daripada disimpan dan nilainya tergerus inflasi.

Reksa Dana

Reksa dana bisa jadi salah satu instrumen untuk investasi yang menguntungkan. Reksa dana ini adalah kumpulan dana yang dikelola untuk investasi seperti pembelian saham, obligasi, dan instrumen keuangan.

Reksa dana ini cocok untuk pemodal kecil dan pemodal yang tidak punya banyak waktu atau keahlian menghitung risiko investasi mereka. Biasanya reksa dana ini diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi atau pihak yang dipercaya untuk mengelola dana.

Investasi ini bisa dipilih asal hasil yang diperoleh bisa lebih besar dibanding angka inflasi. Reksa dana dengan pertumbuhan yang konsisten bisa menjadi opsi untuk berinvestasi.

Saham

Saham menjadi salah satu produk investasi yang populer. Investasi dalam bentuk saham menawarkan keuntungan yang cukup besar namun juga memiliki risiko yang cukup tinggi.

Risiko ini bisa diminimalisir dengan memilih emiten-emiten yang memiliki fundamental yang solid. Sebelum memutuskan membeli saham, kita juga harus melakukan analisis terhadap kekuatan emiten dalam menghadapi gelombang resesi.

Beberapa pakar investasi menyarankan untuk memilih saham perusahaan perbankan. Selain itu, saham perusahaan pertambangan juga masih bisa dipilih untuk berinvestasi mengingat banyak proyek infrastruktur yang hingga kini belum selesai.

Emas

Emas merupakan logam dengan nilai ekonomi yang tinggi. Emas juga merupakan jenis logam yang tidak reaktif dan tidak teroksidasi sehingga tahan dari korosi.

Logam mulia ini bisa menjadi pilihan untuk berinvestasi mengingat nilainya cenderung terus naik. Saat membutuhkan dana segar, emas juga bisa dicairkan dengan mudah.

Namun perlu diingat bahwa untuk mendapatkan keuntungan dari investasi ini biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.



Simak Video " 'Exit Strategy' Dari Masa Resesi"
[Gambas:Video 20detik]
(ahr/aku)