Nasional

Tarif Listrik Naik Mulai Besok, Ini Daftar 5 Golongan yang Kena

Tim detikFinance - detikJateng
Kamis, 30 Jun 2022 15:19 WIB
Infografis Tarif Listrik/Tim Infografis
Foto: Infografis Tarif Listrik/Tim Infografis
Solo -

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan tarif listrik pada kuartal III-2022. Kebijakan ini akan mulai diberlakukan 1 Juli 2022, besok.

Kenaikan tarif ini menjadi yang pertama sejak 2017 untuk semua golongan. Selama ini pemerintah, memberikan bantuan berupa subsidi serta kompensasi dengan nilai lebih dari Rp 300 triliun.

Dikutip dari detikFinance sejak tahun 2017 hingga 2021, pemerintah sudah menggelontorkan subsidi listrik sebesar Rp 243,3 triliun dan kompensasi sebesar Rp 94,17 triliun. Totalnya menjadi Rp 337,47 triliun.


Adapun penyesuaian tarif listrik PLN berlaku untuk lima golongan pelanggan non subsidi atau pelanggan rumah tangga 3.500 VA ke atas dan pelanggan pemerintah.

Tarif Listrik Naik untuk 5 Golongan per 1 Juli 2022, ini rinciannya

1. Pelanggan rumah tangga golongan R2 dengan daya 3.500 VA hingga 5.500 VA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp111.000 per bulan.

2. Pelanggan rumah tangga golongan R3 dengan daya 6.600 VA ke atas tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp346.000 per bulan.

3. Pelanggan pemerintah golongan P1 dengan daya 6.600 VA hingga 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp978.000/bulan

4. Pelanggan pemerintah golongan P3 tarifnya disesuaikan dari Rp1.444,70 per kWh menjadi Rp1.699,53 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp271.000 per bulan

5. Pelanggan pemerintah golongan P2 dengan daya di atas 200 kVA tarifnya disesuaikan dari Rp1.114,74 per kWh menjadi Rp1.522,88 per kWh, dengan kenaikan rekening rata-rata sebesar Rp 38,5 juta per bulan.

Jumlah pelanggan yang terdampak tarif listrik naik yakni rumah tangga mampu yang berjumlah 2,09 juta pelanggan atau 2,5% dari total pelanggan PLN yang mencapai 83,1 juta. Serta golongan pemerintah yang berjumlah 373 ribu pelanggan atau 0,5%.



Simak Video "Penimbun 8.000 Liter BBM Subsidi Dibekuk, Negara Rugi Rp 2,7 M"
[Gambas:Video 20detik]
(apl/ams)