Seorang warga asal Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, menemukan seekor tenggiling sedang melintasi jalan. Ia menyerahkannya ke pemadam kebakaran (damkar) setelah mengetahui bahwa tenggiling adalah hewan yang dilindungi.
"Tadi malam itu saya lagi di jalan mau pulang. Terus nggak sengaja lihat hewan, saya kira musang. Setelah didekati tenggiling karena ekornya sama kayak musang," ucap Roman Yoland Tama, si penemu tenggiling, saat dihubungi detikJateng, Kamis (29/10/2026).
Roman menemukan tenggiling itu pada dini hari tadi pukul 01.00 WIB dan sempat dibawa ke rumahnya. Dia pun kaget saat mengetahui hewan itu dilindungi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mau dibawa pulang saya buka Google itu hewan dilindungi," terangnya.
Roman tak ingin dirinya dihukum lantaran menyimpan tenggiling. Dia pun menghubungi Damkar Kota Semarang untuk mengevakuasi satwa bersisik itu.
"Kalau ada apa-apa malah kena pasal. Saya bingung terus telepon Damkar," terangnya.
Sembari menunggu kedatangan petugas Damkar, Roman menyimpan mamalia itu di kandang di rumahnya. Dia menduga hewan itu dipelihara oleh seseorang dan lepas.
"Itu di kampung (lokasi penemuan tenggiling). Kemungkinan ada yang melihara," sebutnya.
Terpisah, Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Semarang, Tantri Pradono, membenarkan pihaknya mengevakuasi seekor tenggiling usai menerima laporan.
"Yang bersangkutan menemukan satu ekor tenggiling di Jalan Sri Rejeki. Kemudian tenggiling dibawa ke rumahnya dan yang bersangkutan meminta bantuan petugas Damkar untuk mengevakuasi," kata Tantri melalui pesan singkat kepada detikJateng hari ini.
Proses evakuasi selesai pada pukul 01.44 WIB. Kemudian satwa itu diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng.
"Selanjutnya tenggiling dibawa ke kantor Damkar dan diserahkan ke BKSDA," tuturnya.
Tantri menambahkan, pihak Damkar hanya mendapatkan dua laporan temuan tenggiling dalam setahun ini. Dia menduga hewan tersebut tidak berhabitat di Kota Semarang.
"Satu tahun ini damkar baru mendapatkan 2 kali laporan mas. Menurut saya kok bukan (Kota Semarang bukan habitat trenggiling)," pungkasnya.
