Mahasiswi UNS Karisma Evi Raih Medali Emas Asean Para Games di Jepang

Mahasiswi UNS Karisma Evi Raih Medali Emas Asean Para Games di Jepang

Trisna Wulandari - detikJateng
Kamis, 29 Okt 2026 14:32 WIB
Atlet para atletik Indonesia, Karisma Evi Tiarani, meraih medali emas Asian Para Games 2026 di nomor 100 meter putri T63.
Karisma Evi Tiarani, Asian Para Games 2026. Foto: Dok. NPC Indonesia
Solo -

Mahasiswi Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Karisma Evi Tiarani meraih medali emas lari 100 meter T63 di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Ia juga menyabet medali perunggu di nomor lompat jauh putri.

Dilansir detikEdu, sprinter Indonesia ini finis terdepan di Stadion Atletik Nagoya City Mizuho Park, Jepang, Rabu (21/10/2026), dengan catatan waktu 14,59 detik. Di lompat jauh putri, ia menyabet medali perunggu pada klasifikasi gabungan T42, T44, T61, T62, T63, dan T64.

Pelatih Tim Nasional Indonesia cabang olahraga para atletik, Azlan Khoirur Rozikin, mengatakan klasifikasi gabungan tersebut berkaitan dengan kondisi atlet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dalam cabang olahraga para atletik, klasifikasi nomor lintasan menggunakan huruf T yang merupakan singkatan dari track. Klasifikasi tersebut ditentukan berdasarkan jenis gangguan dan dampaknya terhadap kemampuan fungsional atlet dalam melakukan aktivitas olahraga," kata Dosen Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ini, dikutip dari laman kampus.

ADVERTISEMENT

Azlan menjelaskan, kelas T63 diperuntukkan bagi atlet dengan amputasi tungkai di atas lutut pada satu sisi tubuh yang memenuhi kriteria klasifikasi. Atlet pada kelas ini menggunakan prostesis untuk berlari sesuai ketentuan yang berlaku.

Agar performanya optimal, Evi harus mampu beradaptasi dengan prostesis, menjaga keseimbangan, menghasilkan akselerasi, dan mempertahankan efisiensi gerak.

Selain Evi, juga ada satu mahasiswa UNS yang turut menyabet medali di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026. Yaitu Michael Marcelino, mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS. Ia meraih medali perak tolak peluru putra klasifikasi F12.

Michael Marcelino membukukan tolakan terbaik sejauh 12,85 meter pada kesempatan pertama dari enam lemparan yang diberikan pada laga final. Catatan ini mengantarkannya pada medali perak.

Dalam laman resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dijelaskan, klasifikasi F12 merupakan klasifikasi bagi atlet dengan ketajaman pandangan sampai 2 meter yang diukur dengan alat optik snellen dan memiliki bidang pandang kurang dari 20 derajat.

Prestasi Michael ini terbilang istimewa karena ia perdana berkompetisi pada ajang olahraga disabilitas terbesar se-Asia tersebut setelah sempat absen pada edisi 2022 di Hangzhou, Tiongkok. Ia mempersembahkan medalinya untuk Indonesia, keluarga, dan mendiang pelatih Slamet Widodo.

"Saya persembahkan pertama untuk Indonesia, orang tua, serta almarhum Pak Slamet," kata Michael, Rabu (28/10/2026).

Ia mengatakan, Slamet merupakan sosok yang terus memotivasinya sejak mendampingi mulai 2019 hingga jelang keberangkatan ke Jepang. Namun, kabar duka kepulangan pelatih tersebut tiba beberapa hari sebelum para perwakilan RI berangkat ke Nagoya.

"Pak Slamet terus memotivasi saya, tetapi beberapa hari sebelum ke sini (Nagoya), beliau sudah tidak ada," ucapnya.



(dil/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads