Ayudiah Atlet Silat Semarang Sempat Membaik Sebelum Meninggal

Ayudiah Atlet Silat Semarang Sempat Membaik Sebelum Meninggal

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Rabu, 28 Okt 2026 12:32 WIB
Ketua KONI Jateng, Sujarwanto (kiri) dan Direktur Rumah Sakit Primaya Semarang, Aditya Nugraha (kanan) di RS Primaya Semarang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026).
Ketua KONI Jateng, Sujarwanto (kiri) dan Direktur Rumah Sakit Primaya Semarang, Aditya Nugraha (kanan) di RS Primaya Semarang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Rabu (28/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinata, meninggal dunia usai menjalani operasi akibat cedera saat bertanding di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Pihak rumah sakit pun mengaku kaget karena Ayudiah sempat membaik pascaoperasi.

"Kami pun semuanya kaget tentunya saat pagi pasiennya sudah tidak ada napas dan tidak ada nadi," kata Direktur RS Primaya Semarang, dr Aditya Nugraha di RS Primaya, Rabu (28/10/2026).

Ia menyebut, saat tiba di rumah sakit, Ayudiah mengalami patah tulang pada jari tengah saat bertanding. Usai menjalani pemeriksaan dan perawatan awal, korban dikonsultasikan dengan dokter spesialis ortopedi untuk menentukan tindakan medis selanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menerima atlet pencak silat pada hari Senin (26/10), kami menerima pasien melalui IGD. Kemudian dilakukan operasi itu hari Selasa (27/10). Setelah operasi kondisi pasien baik-baik saja, sudah sadar penuh, kemudian kembali ke ruangan," tuturnya.

Aditya menjelaskan, operasi yang dijalani Ayudiah bukan termasuk operasi besar. Setelah tindakan selesai, tim medis tetap melakukan pemantauan dan memberikan obat-obatan sesuai prosedur.

ADVERTISEMENT

"Operasi selesai sekitar jam 20.00 WIB malam, kita pun masih masuk ke ruangan pasien jam 23.00 WIB, kemudian memberikan obat. Obatnya pun masih sama dengan obat yang diberikan sebelumnya," jelasnya.

Petugas medis kembali memeriksa almarhumah sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, Ayudiah juga disebut masih bernapas dalam posisi tertidur.

"Kemudian saat kami bangunkan jam 05.30 WIB itu pasien sudah tidak ada (meninggal). Ada keluarganya juga yang menunggu di dalam, sehingga kami tanyakan ke pihak keluarga karena posisinya sama-sama sedang tertidur," jelasnya.

Aditya mengatakan pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab kematian Ayudiah. Menurutnya, masih ada sejumlah kemungkinan yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

"Kami belum bisa memastikan karena ini, karena itu. Mengingat penyebabnya itu ada beberapa faktor, baik itu faktor yang bisa kita duga ataupun yang tidak bisa diduga," jelasnya.

Pihak rumah sakit, lanjut Aditya, masih menyusun kronologi untuk menelusuri kejadian tersebut. Ia menegaskan pemeriksaan sebelum operasi, tindakan operasi, hingga perawatan setelah operasi telah dilakukan sesuai prosedur medis.

"Karena sekali lagi, untuk pemeriksaan sebelum tindakan, protokol, semuanya sudah sesuai dan pasien masih kooperatif, masih sadar, masih bermain HP," ungkapnya.

"Kemungkinan apakah alergi obat dan lainnya, tentunya memang tidak menutup kemungkinan, tapi kita masih bisa prediksi itu kemungkinannya kecil. Tanda-tanda vital masih baik sebelumnya," lanjutnya.

Alami Cedera Saat Berlaga di Porprov

Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah, Sujarwanto, menjelaskan Ayudiah mengalami cedera saat mengikuti pertandingan pencak silat dalam Porprov Jateng 2026. Cedera terjadi pada ronde pertama pertandingan di GOR Unimus, Senin (26/10).

"Saat tanding Senin siang, pada ronde pertama lomba antara Kota Semarang dengan Batang terjadi tendangan yang mengakibatkan jari tengahnya patah, karena menangkis tendangannya," terangnya.

Wasit kemudian menghentikan pertandingan. Tim dokter pertandingan memeriksa kondisi Ayudiah sebelum memberikan penanganan awal untuk menghentikan perdarahan dan membebat bagian yang cedera.

"Kemudian langsung dirujuk ke RS Primaya, lokasinya dari venue GOR Unimus itu perjalanan ambulans hanya kira-kira 1-1,5 menit saja. Dan akhirnya langsung ditangani di IGD," kata Sujarwanto.

Sujarwanto menyebut, kondisi Ayudiah saat pertama kali mendapatkan penanganan masih sadar. Atlet tersebut mengeluhkan rasa sakit akibat patah tulang yang dialaminya.

"Kami turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Ayudiah Rivana. Kita mendoakan semoga (almarhumah) diterima Allah SWT," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, kabar duka datang dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026. Salah satu atlet pencak silat Kota Semarang, Ayudiah Rivana Tridiandinita (19), meninggal dunia. Atlet itu meninggal beberapa waktu setelah menjalani operasi akibat cedera jari.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Pelatih Pencak Silat Porprov Kota Semarang, Nurfaqih membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, mendiang mengalami cedera saat bertanding melawan Kabupaten Batang pada babak perempat final, Senin (26/10).

"Saat pertandingan berlangsung, jari tengah Ayudiah terkena tendangan lawan hingga mengalami luka dan berdarah," kata Nurfaqih saat dihubungi, Rabu (28/10).



(afn/apl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads