Kecelakaan maut yang melibatkan mikrobus Izusu Elf rombongan wisatawan di Pantura Demak menewaskan 1 orang dan delapan lainnya luka-luka. Mikrobus diduga menabrak kendaraan misterius yang saat ini tengah diburu oleh kepolisian.
"Elf menabrak truk Fuso yang diduga berhenti di tengah jalan tanpa beri tanda darurat," tulis akun Instagram @infodemakraya dalam unggahannya, dikutip detikJateng pada Minggu (25/10/2026).
Menanggapi dugaan tersebut, Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Demak, Ipda Muhammad Lutfil Hakim, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Polisi belum menemukan informasi terkait kendaraan yang ditabrak oleh Elf tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sementara masih tahap penyelidikan. Kami belum menemukan informasi yang valid karena untuk saksi-saksi yang kami periksa juga terbatas keterangannya tidak menyebutkan itu," kata Lutfil melalui pesan WhatsApp, Minggu (25/10/2026).
Dalam proses penyelidikan ini, Sat Lantas Polres Demak mengambil keterangan dari para saksi dan memeriksa CCTV. Adapun CCTV yang tengah diperiksa berada di sepanjang Pantura Demak dan melibatkan Dinas Perhubungan.
"Langkah-langkah yang kami ambil mencari keterangan saksi dan juga cek CCTV yang ada di sepanjang jalan Pantura khususnya di wilayah hukum Polres Demak bekerja sama dengan Dinas Perhubungan," ungkap Lutfil.
Lutfil menerangkan kronologis kecelakaan maut ini bermula ketika kendaraan Isuzu Elf berwarna hijau bernomor polisi K-7754-C berangkat dari Jepara pada Minggu (25/10) dini hari.
"Rombongan start dari Jepara jam 00.00 WIB Minggu dini hari keterangan dari penumpang," kata Lutfil melalui pesan WhatsApp kepada detikJateng, Minggu (25/10).
Lutfil menyampaikan kendaraan Elf itu berisi rombongan sebuah organisasi yang hendak pergi berwisata ke Jogja dalam rangka pisah sambut serta pergantian pengurus.
"Rombongan IPNU (Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) yang mau wisata ke Jogja. Acara pisah sambut pergantian kepengurusan lama ke pengurus yang baru," jelas Lutfil.
Rombongan itu kemudian berangkat melalui Jalur Pantura dan mengalami kecelakaan sekitar pukul 02.15 WIB. Polisi menduga pengemudi kurang hati-hati sehingga menabrak kendaraan tidak dikenal yang berjalan di depannya.
"Semula Isuzu Elf Microbus K-7754-C sebelum mengalami laka lantas berjalan dari arah Kudus menuju ke arah Semarang, sesampainya di TKP berjalan kurang hati-hati dan kurang pengamatan ke depan sehingga menabrak dari belakang kendaraan tak dikenal yang berjalan searah di depannya," ungkap Lutfil.
Pengemudi diketahui bernama Raja Wahyu Pratama (23), warga Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara. Akibat peristiwa ini, seorang penumpang yang duduk di depan tewas dan delapan orang lainnya terluka.
"Yang MD (meninggal dunia) penumpang yang ada disamping pengemudi, (sempat) terjepit. (Terluka) delapan orang," urai Lutfil.
Lutfil menyampaikan korban tewas dalam peristiwa ini diketahui bernama Yazidun Niam (24), warga Kelurahan Saripan, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian lalu dilarikan ke rumah sakit.
"Mengalami CKB (cedera kepala berat) dan robek pelipis kiri dan MD di TKP. Jenazah dirawat di RSUD Sunan Kalijaga," kata Lutfil.
Sedangkan dari delapan korban yang terluka, dua orang dirawat di rumah sakit akibat cedera pada bagian kaki. Sementara enam orang lainnya dilaporkan terkena pecahan kaca dan dilakukan rawat jalan.
"Dua orang dirawat di RS Sultan Agung memar cedera pada kaki, enam penumpang lainnya hanya kena pecahan kaca dan rawat jalan," ungkap Lutfil.
