Mahasiswa Semarang Sampaikan Aspirasi di Gubernuran Jateng

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Kamis, 22 Okt 2026 18:04 WIB
Suasana aksi mahasiswa di Jalan Pahlawan, depan Gedung Gubernuran Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Kamis (22/10/2026). Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Semarang -

Aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar aksi penyampaian aspirasi di Jalan Pahlawan, depan Gedung Gubernuran Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Mereka menyuarakan lima tuntutan, mulai dari stabilisasi harga kebutuhan pokok hingga evaluasi Program Strategis Nasional (PSN).

Pantauan detikJateng di Jalan Pahlawan, tampak massa tiba sekitar pukul 16.30 WIB. Mereka membawa poster salah satunya bertuliskan 'Ekonomi Melemah PHK Melanda! Negara Kehilangan Fungsinya'.

Massa tampak membakar poster di depan gerbang Gedung Gubernuran. Sekitar pukul 17.00 WIB massa pun berpindah ke sekitar patung kuda Undip. Massa dihadang pihak kepolisian menuju ke Simpanglima.

"Kami bukan bicara sebagai Kota Semarang ataupun Jawa Tengah, kami mewakili aspirasi dari rakyat Indonesia," kata salah satu perwakilan dari PMK RI Cabang Semarang, Ramanda Bima, di lokasi, Kamis (22/10).

Bima menyebut, ada lima tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi tersebut.

"Tuntutannya pertama stabilkan harga serta mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Kedua, kembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya," tuntutnya.

"Ketiga, melakukan evaluasi total terhadap proyek strategis nasional (PSN). Keempat, kembalikan hak atas tanah kepada rakyat serta memulihkan wilayah terdampak bencana. Kelima, menghentikan praktik KKN di lingkungan pemerintahan," lanjutnya.

Ia memperkirakan, ada sekitar 2.000 orang mengikuti aksi tersebut. Massa berasal dari sejumlah elemen mahasiswa dan berbagai perguruan tinggi, mulai dari Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Semarang (USM), Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), dan UIN Semarang.

"Kami di sini menyambung dan membersamai gerakan yang ada di Jakarta. Kemarin di tanggal 20 itu ada gerakan di Jakarta, di sini kami untuk menyambung dan kami juga akan menyuarakan lagi nanti di momen Sumpah Pemuda pada 28 Oktober," jelasnya.

Dalam aksi tersebut, Bima turut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pemulihan wilayah terdampak bencana di berbagau daerah di Indonesia. Ia lantas meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret.

"Kami mendorong teman-teman ataupun orang-orang yang ada di pihak kementerian ataupun di pemerintahan itu supaya bagaimana karhutla ini dihentikan," ujarnya.

Selain itu, Bima menyoroti maraknya personel TNI dan Polri yang menempati jabatan sipil. Menurutnya, persoalan itu menjadi salah satu hal yang mendasari tuntutan agar kedua institusi kembali menjalankan fungsi utamanya.

Peserta aksi asal Unnes, Lira (19), menambahkan dirinya mengikuti demonstrasi karena menilai pemerintah perlu mengambil langkah lebih konkret dalam menangani sejumlah persoalan, terutama karhutla.

"Yang paling kacau ini menurut saya yang karhutla, karena nggak padam-padam dari awal. Menurut saya memang harus ada tindakan lanjut yang menengahi," lanjutnya.

Lira juga menyoroti kebijakan pemerintah terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, pemerintah perlu memberi perhatian lebih terhadap penanganan bencana yang sedang berlangsung.

"Menurut saya pribadi, mungkin dananya yang harusnya, kan sebenarnya dana untuk bencana itu dipotong ya, dialokasikan ke MBG. Menurut saya, mungkin fokusnya bisa dialihkan dulu ke bencana yang sekarang ini," ujarnya.

Dalam aksi itu, Lira juga membawa poster bertuliskan 'if you burn, you burn with us'. Menurutnya, tulisan itu merupakan bentuk kritik agar pemerintah turut merasakan penderitaan masyarakat terdampak karhutla.

"Karena menurut saya dia cuma melihat dari atas, tidak ada tindakan apa-apa di bawah, hanya menerima laporan tapi tidak ada tindakan apa-apa di bawah," tuturnya.



Simak Video "Menyebrangi Marine Bridge yang Menantang dengan Keamanan Terjamin di Semarang"

(apu/afn)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork