Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Roy Hardi Siahaan, menemui massa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi di Tugu Tunas Jalan Pahlawan, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.
Pantauan detikJateng di lokasi, massa aksi masih berorasi dan menyanyikan lagu di sekitar Tugu Tunas. Pihak kepolisian masih membuat barikade menghadang massa aksi ke sekitar Simpanglima.
Sekitar pukul 19.27 WIB, Roy beserta jajarannya tiba di Tugu Tunas. Ia berdiri di sekitar pembatas Tugu Tunas di tengah massa aksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak usah dijagain. Saya percaya adik-adik ini menyampaikan aspirasi. Saya sendirian. Tolong hargai, tolong tenang," kata Roy di lokasi, Kamis (22/10/2026).
Ia menyebut, pihak kepolisian hanya berusaha mengamankan aksi massa sore hingga malam ini.
"Saya ingin menyampaikan bahwa tolong jaga ketertiban, jaga keamanan. Kami dari Kepolisian tidak akan persuasif," tuturnya.
"Anda boleh lihat saya sendiri di sini tidak pakai pengawalan. Tolong teman-teman yang benar-benar menyampaikan aspirasi," lanjutnya.
Ia mewanti-wanti agar massa aksi menyampaikan tuntutan. Jika ada yang menyusupi, ia mengancam akan mengambil langkah hukum.
"Saya ingatkan bagi yang tidak menjalankan apa yang menjadi keinginan mahasiswa, yang kita khawatirkan adalah apabila ini ditunggangi. Kalau nanti ditunggangi berarti ada yang bertanggung jawab," ucapnya.
"Tapi kalau nanti ada yang menunggangi, saya tidak akan bertanggung jawab dan akan saya proses tindak hukumnya. Terima kasih adik-adik yang sudah tertib," sambungnya.
Tampak pukul 18.45 WIB, Jalan Pahlawan yang sempat ditutup mulai dibuka. Massa aksi masih berkumpul di sekitar Tugu Tunas.
Sekitar pukul 19.03 WIB, polwan membuat barikade di sekitar Tugu Tunas. Sekitar pukul 19.06 WIB mahasiswa menyalakan flare dan menuju Simpanglima.
Diketahui, aliansi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar aksi di Jalan Pahlawan, depan Gedung Gubernuran Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Mereka menyuarakan lima tuntutan, mulai dari stabilisasi harga kebutuhan pokok hingga evaluasi Program Strategis Nasional.
"Kami bukan bicara sebagai Kota Semarang ataupun Jawa Tengah, kami mewakili aspirasi dari rakyat Indonesia," kata salah satu perwakilan dari PMK RI Cabang Semarang, Ramanda Bima di lokasi, Kamis (22/10).
Bima menyebut, ada lima tuntutan yang dibawa dalam demonstrasi tersebut.
"Tuntutannya pertama stabilkan harga serta mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM). Kedua, kembalikan TNI dan Polri pada fungsi utamanya," tuntutnya.
"Ketiga, melakukan evaluasi total terhadap proyek strategis nasional (PSN). Keempat, kembalikan hak atas tanah kepada rakyat serta memulihkan wilayah terdampak bencana. Kelima, menghentikan praktik KKN di lingkungan pemerintahan," lanjutnya.
