Warga Sebut Hewan Buas Pemangsa Kambing di Tawangmangu Mirip Macan Kumbang

Agil Trisetiawan Putra - detikJateng
Kamis, 22 Okt 2026 15:29 WIB
Kondisi kandang kambing Rizal, warga Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Kamis (22/10/2026). Foto: Agil Trisetiawan Putra/detikJateng
Karanganyar -

Warga mengungkap ciri-ciri hewan buas yang memangsa kambing milik di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar. Hewan liar tersebut berwarna hitam, bertaring, berekor panjang sebagaimana ciri macan kumbang.

"Ciri-cirinya ekornya panjang, besarnya sekitar sekambing. Saat itu lampunya kan mati. Saat mau lari kayak ngancem menggeram gitu, lalu menunjukkan giginya, dilihatkan ada taringnya. Visualnya hitam, ekor panjang, gigi putih ada taring," terang kata Rizal saat ditemui awak media di rumahnya, Kamis (22/10/2026).

Rizal menambahkan, macan tersebut sempat masuk ke dalam rumah melalui pintu penghubung antara kandang sapi dan kambing. Kemudian, macan menyerang kambing dan kabur.

"Perkiraan masuk rumah lewat pintu ini (penghubung kandang kambing dan kandang sapi). Sebelumnya pintu terbuka setengah. Sepertinya nyerang kambing dulu. Gigit di leher, terus masuk rumah hingga ke dapur," tuturnya.

Sebagai gambaran, rumah Rizal terdapat beberapa bagian. Bagian paling belakang adalah kandang kambing, yang di tengahnya ada pintu yang menghubungkan ruang yang dijadikan kandang sapi.

Kandang sapi itu memiliki jendela di sisi ruangan yang mana jendela bagian tengah kacanya sudah pecah setengah. Lalu ada pintu yang menghubungkan ke dapur dan kamar Mbah Sugini.

Masuknya macan ke rumah diketahui Mbah Sugini yang tengah beristirahat di kamar. Rizal menyampaikan, Mbah Sugini terganggu suara kucing menggeram di dapur. Meski berusaha mengusir dengan membuat suara gaduh, suara kucing itu masih terus muncul, sehingga dia keluar kamar.

"Lalu mbah keluar kamar ada hewan besar itu. Terus ambil sandal dilempar pakai sandal macannya, panik lalu mau lompat jendela sini (jendela dapur yang ada kaca putih). Karena gak bisa keluar lewat jendela ini, lalu dilempar sandal lagi, panik (lari ke arah kandang sapi), memecahkan kaca jendela (di dekat kandang sapi), lalu kabur," jelasnya.

Rizal kemudian mengecek kambingnya, dan didapati kambing induk sudah sekarat, sementara satu ekor anak kambing masih cukup kuat. Sapinya sama sekali tidak diserang.

Mengetahui kambingnya sekarat, dia memanggil tetangganya yang juga tukang jagal kambing. Saat dicek, ada bekas gigitan pada bagian leher kambing tersebut. Kedua ekor kambingnya kini dibawa oleh tetangganya.

Sebagai langkah antisipasi, pintu dan kaca rumahnya diperkuat dengan bambu. Dia mengaku baru kali ini ada satwa liar ke pemukiman di kampungnya.

Sementara itu, satwa liar itu juga menyerang tiga kambing milik Setu. Rumahnya berada di bawah rumah Rizal, berjarak satu rumah.

"Kambing saya di kandang ada lima. Yang diserang tiga, mati semua. Yang dua (bangkainya) masih di kandang, yang satunya dibawah turun (ke arah jurang belakang rumah)," kata Setu.

Dia sama sekali tidak mengetahui jika kambingnya di serang hewan buas. Padahal kandang kambing itu berada di belakang rumah. Dia baru mengetahui pagi harinya, saat hendak memberi makan kambing.

"Kondisinya masih utuh, cuma dibunuh saja. Digigit di lehernya. Yang satu ekor yang dibawa ke bawah itu diseret gitu, kemarin bekasnya masih ada," ucapnya.




(apl/apl)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork