Suhu Semarang Nyaris 38 Derajat Celsius, BMKG Bilang Tertinggi Tahun Ini

Arina Zulfa Ul Haq - detikJateng
Senin, 19 Okt 2026 17:48 WIB
Ilustrasi suhu di Semarang nyaris 38 derajat Celcius. (Foto: Getty Images/Niwat Khongpraphat)
Semarang -

Suhu udara di Kota Semarang mencapai 37,8 derajat Celsius hari ini. Angka yang tertulis di aplikasi cuaca mencapai 38 derajat Celcius dan disebut menjadi suhu tertinggi sepanjang tahun ini di Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang.

"Kalau di Ahmad Yani sendiri, suhu tercatat tertinggi hari ini itu 37,8. Tapi mungkin kadang kalau penyampaiannya di penerbangan itu ada pembulatan. Jadi 38 derajat Celcius," kata Prakirawan Cuaca Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa saat dihubungi detikJateng, Senin (19/10/2026).

Ferry menjelaskan, pembulatan itu dimungkinkan untuk keperluan penerbangan. Sementara itu, untuk penyampaian informasi kepada masyarakat umum, angka suhu tetap ditulis sesuai hasil pengamatan, 37,8 derajat Celsius.

"Kita hanya mengamati yang di area Bandara Ahmad Yani saja, untuk saat ini di Bandara Ahmad Yani ini kemungkinan yang tertinggi 37,8 derajat Celcius tahun ini," ujarnya.

Menurut Ferry, suhu tinggi pada musim kemarau ini merupakan kondisi yang wajar. Terlebih, karena minimnya tutupan awan dan kondisi atmosfer yang kering.

"Dan mungkin juga di Semarang bisa jadi karena polusi udara juga. Jadi menambah suhu udara yang makin tinggi," ungkapnya.

Ia menyebut, musim kemarau di Semarang diperkirakan masih berlangsung hingga Oktober. Sementara itu, awal musim hujan di Semarang diperkirakan terjadi pada akhir November.

"Ada sebagian wilayah di Jawa Tengah dari November awal, seperti daerah pegunungan, lalu beberapa daerah lain di November akhir sampai Desember awal sudah masuk musim hujan," ungkapnya.

Ferry pun mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan selama cuaca panas dengan memperbanyak minum air putih, dan menggunakan tabir surya. Masyarakat juga diimbau mengurangi paparan sinar matahari langsung pada siang hari.

"Kalau siang hari silakan di ruangan sejuk atau di bawah pohon untuk menjaga kondisi dan minum air untuk mencegah dehidrasi. Waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau," ungkapnya.

Salah satu warga Semarang, Dila (26), mengaku merasakan suhu hari ini lebih panas dari biasanya. Dila yang bekerja dengan mengendarai motor itu menyebut angin yang ada pun terasa panas.

"Rasanya hari ini bener-bener kayak udaranya pun panas, nggak kuat banget di jalan lama-lama. Rasanya kayak terpanggang karena sekujur tubuh rasanya panas," ungkap Dila kepada detikJateng.

Dila juga mengaku suhu panas membuatnya ingin terus mengonsumsi air dingin. Namun, hal itu justru membuatnya sakit tenggorokan hingga terserang flu.

"Karena pas panas langsung inginnya minum es teh, es jeruk, air es pokoknya. Kebetulan pas panas banget, capek, minum es, terus langsung sakit tenggorokan dan flu sampai sekarang masih suka batuk," jelasnya.

"Temanku juga banyak yang terserang batuk-pilek. Mungkin karena musimnya lagi nggak bagus jadi banyak yang sakit," lanjut Dila.

Menurutnya, suhu yang panas di Semarang juga membuat kafe-kafe di Semarang kerap penuh pada siang hari. Sebagian pelanggan disebut menikmati kopi sambil bekerja.

"Jadi banyak yang WFC atau work from cafe (bekerja dari kafe), ngadem. Kemarin saya kepanasan di kos sehingga mau ngadem di kafe tapi penuh semua siang-siang, isinya orang buka laptop, soalnya emang kipas angin aja udah nggak mempan," lanjutnya.



Simak Video "Video: Cuaca Panas di Majalengka, Tukang Service AC Diburu Warga"

(ams/apu)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork