Upaya pemadaman kebakaran lahan dan hutan (karhutla) lereng gunung Lawu terus dilakukan. Namun cuaca yang tidak bersahabat, membuat api sulit dipadamkan.
"Hari ini ada penambahan (kebakraran) sampai pos 4, karena situasi angin yang memicu perambatan api yang bergerak," kata Bupati Karanganyar, Rober Christanto, saat dihubungi awak media, Senin (19/10/2026).
Per Sabtu (17/10), tim gabungan mencatat ada 11 titik api, dengan luasan lahan yang terbakar mencapai 100 hektare. Rober mengatakan, titik api sudah mulai berkurang, namun luasan lahan yang terbakar masih dalam kajian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemarin sempat dua titik api, sekarang masih dua titik tapi luasannya melebar. Kami masih melakukan evaluasi dan estimasi (luasan yang terbakar)," ujarnya.
"Kemarin yang terbakar 100 hektare, dan sempat turun. Hari ini kami belum bisa memastikan luasan yang rembetan api," imbuhnya.
Status tanggap darurat bencana telah diterapkan. Upaya pemadaman water bombing juga ditunda karena terkendala cuaca.
Rober mengatakan, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman dengan cara manual. Namun proses pemadaman juga memperhatikan faktor keselamatan.
"Tetap lanjut (pemadaman manual), tapi kami juga memikirkan keselamatan relawan yang bergerak. Hari ini, karena pergerakan api yang sangat cepat, dan membayarkan teman-teman relawan, TNI, Brimob, kami minta untuk memantau," jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Karanganyar, AKBP Arman Sahti, mengatakan meski lokasi kebakaran terus melebar, ia memastikan titik api masih jauh dari pemukiman warga
"Jauh dari pemukiman," kata Arman.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di lereng Lawu ini membakar hutan pinus dan ilalang. Api mulai diketahui pada Kamis (15/10) dengan titik awal lokasi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli.
