Pemkab Karanganyar telah menetapkan status tanggap darurat bencana kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di lereng Gunung Lawu. Hari ini, operasi dua helikopter milik TNI AU dan Pusat Penerbangan TNI AD masih terkendala awan tebal saat hendak lakukan pemadaman dengan water bombing.
"Hari ini kita sudah ada helikopter water bombing dua unit. Tadi sudah mengarah ke waduk Gondang untuk mengambil air, sampai tiga kali. Tetapi mau mendekat ke titik api, karena cuaca awan tebal, heli tidak berani mendekat," kata Bupati Karanganyar Rober Christanto, saat dihubungi awak media, Senin (19/10/2026).
"Semoga awan segera bergeser sehingga heli bisa beroperasional kembali dan memadamkan titik api," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rober mengatakan, masing-masing helikopter itu bisa membawa air 2.000 liter sekali jalan. Saat ini, helikopter tersebut telah kembali ke pangkalan AU Adi Soemarmo.
Sementara tim lapangan terus memantau kondisi cuaca di titik karhutla. Api masih membakar vegetasi di lereng Gunung Lawu. Jika kondisi cuaca bersahabat, maka upaya pemadaman dengan water bombing akan segera dilakukan.
"Kami menunggu situasi kondisi di lapangan atau area yang lebih baik. Hari ini heli kembali parkir ke Adi Sumarmo. Melakukan penyiraman belum, tapi sempat ambil air dibawa ke titik api. Kami masih memantau situasi di lokasi karhutla," ujar dia.
Rober menambahkan, status tanggap darurat bencana karhutla sudah ditetapkan sejak Sabtu (17/10) lalu.
"Sudah per tanggal 17 Oktober, hari Sabtu. Iya (selama 14 hari)," kata dia.
Sementara itu Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti mengatakan pihaknya juga masih berkoordinasi untuk upaya modifikasi cuaca.
"(Modifikasi cuaca hari ini) belum," kata Arman saat dihubungi awak media.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran di lereng Lawu ini membakar hutan pinus dan ilalang. Api mulai diketahui pada Kamis (15/10) lalu dengan titik awal lokasi di petak 28, 32, dan 62c Desa Gondosuli.
BPBD Karanganyar menyebut pemadaman kebakaran hutan dan lahan di lereng Lawu, Kabupaten Karanganyar, akan menggunakan water bombing. Hal ini dilakukan mengingat medan yang sulit dan luasnya wilayah yang terbakar.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pak Kapolres, Pak PJ Bupati, BPBD Provinsi, hingga Polda. Insyaallah nanti akan dievaluasi untuk opsi penanganan water bombing. Kami berupaya melakukan penyekatan agar api tidak melompati jalur pendakian dan menyebar ke wilayah lain," kata Kalakhar BPBD Karanganyar, Sugiharjo, di Pos Induk Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, Sabtu (17/10/2026).
