Sebanyak 28 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati mengalami mual dan muntah. Gelaja itu diduga keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) kemarin.
"Itu baru semacam dugaan nggih. Kita dapat laporan, kita turun, dan melakukan penanganan tadi pagi ada yang masuk ke Puskesmas Cluwak dalam kondisi ringan, pengobatan dan pulang," kata Kepala Puskesmas Cluwak, Sunarto, kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Sunarto menjelaskan, pihaknya menerima laporan siang tadi sekitar pukul 11.00 WIB. Ia mengungkapkan para murid mengonsumsi MBG pada Rabu (14/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murid-murid baru merasakan mual dan muntah saat malam hari.
"Laporan baru siang tadi. Sekitar jam 11.00 WIB. Kemudian sekolah MTs Darul Falah, informasi dari sekolah itu jam 22.00 WIB sudah bergejala yang dirasakan mual dan muntah," jelasnya.
"Mereka menyantap nasi sop, ayam ketumbar, bakwan tahu, dan melon," lanjut dia.
Sunarto melanjutkan, setelah dari puskesmas datang ke sekolah, pihaknya menerima informasi ada satu siswa yang dirawat di rumah sakit. Siswa itu menurutnya memiliki riwayat penyakit maag.
"Kemudian kami datang ke lapangan, ke sekolah tadi pagi ada yang masuk di rumah sakit Kelet (Kabupaten Jepara) yang dirawat satu, namun ada riwayat sering sakit maag," jelasnya.
Sunarto menjelaskan dari data yang dicatat, ada 28 siswa MTS yang mengalami mual dan muntah. Mereka sempat dibawa ke puskesmas dan setelah dinyatakan membaik diperbolehkan pulang.
"Jumlah bergejala totalnya ada 28 orang anak-anak. Sementara ini pasien yang terduga kondisinya aman, dan pulang dan saya pesan kepada sekolah dan ponpes apabila ada sesuatu tambahan gejala kontak ke Puskesmas," terang dia.
Sunarto mengaku mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab mual dan muntah. Untuk pastikan masih dilakukan uji di laboratorium.
"Kita laksanakan pengambilan sampel di sini (SPPG) kemudian kita serahkan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, barang nanti hasil sampel untuk laporan yang detail dari atasan kami," terang dia.
