Kompor Diduga Meledak, Warung Padang di Purwokerto Ludes Terbakar

Kompor Diduga Meledak, Warung Padang di Purwokerto Ludes Terbakar

Anang Firmansyah - detikJateng
Kamis, 15 Okt 2026 15:13 WIB
Penampakan warung makan Padang yang ludes terbakar di Kedungwuluh, Purwokerto Barat, Banyumas, Kamis (15/10/2026).
Penampakan warung makan Padang yang ludes terbakar di Kedungwuluh, Purwokerto Barat, Banyumas, Kamis (15/10/2026). Foto: Anang Firmansyah/detikJateng
Banyumas -

Warung Makan Padang Talago di kawasan Sawangan, Kelurahan Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, Banyumas, ludes terbakar siang tadi sekitar pukul 12.05 WIB. Api muncul usai ada ledakan dari arah kompor dan dengan cepat membesar hingga melalap satu kios yang bangunannya terbuat dari material semi permanen berbahan bambu.

"Menurut keterangan informasi dari saksi mata dan penjual sendiri, baru memasak, tetapi ditinggal untuk melayani pelanggan atau pembeli. Tahu-tahu dari arah belakang, dari arah kompor itu muncul seperti ada ledakan, dan api langsung membesar," jelas Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Banyumas, Andaru Budilaksono di lokasi kejadian, Kamis (15/10/2026)

Andaru mengatakan saat laporan diterima, kondisi api sudah cukup besar dan melalap bagian dalam warung. Petugas pemadam kebakaran kemudian datang ke lokasi untuk melakukan penanganan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam peristiwa tersebut, satu kios dilaporkan terdampak langsung kebakaran. Sementara itu, bangunan di sebelahnya hanya mengalami kerusakan berupa dinding yang menghitam akibat paparan api.

"Ya, satu kios yang terdampak. Sebelahnya cuma kena dindingnya gosong. Kalau ukurannya sekitar 100 meter persegi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Petugas juga masih melakukan penghitungan untuk memastikan total kerugian akibat peristiwa tersebut.

"Kerugian masih dikalkulasi. Ini dalam penyelidikan Warung Makan Padang Talago," sambungnya.

Sementara itu, saksi mata sekaligus tetangga warung, Nanda, mengatakan dirinya pertama kali melihat kebakaran saat melintas di lokasi. Saat itu api sudah ada di jendela.

"Saya mau pulang ke rumah, terus belok ke kiri. Begitu saya belok, lihat kanan, ternyata api sudah ada di jendelanya itu, jendela di belakang tempat masaknya," katanya saat ditemui detikJateng.

Saat melihat kejadian itu, Nanda mengaku sempat melihat pemilik warung hanya terdiam. Dia kemudian bergegas mengambil selang, memanggil karyawan, serta meminta orang-orang keluar untuk menghindari bahaya kebakaran.

Nanda juga berusaha mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dari toko. Namun, upaya tersebut tidak berhasil karena api telanjur membesar.

"Saya langsung ke rumah, narik selang, manggil anak-anak, ngeluarin orang karena bilang kebakaran. Lari ke toko ambil APAR. Tapi ternyata begitu APAR dinyalakan, sudah tidak bisa karena api sudah besar sekali," ujarnya.

Nanda kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan.

Dia menduga api cepat membesar karena bangunan warung menggunakan material semi permanen berbahan bambu. Kondisi itu membuat api dengan cepat menjalar.

"Bangunan itu semi permanen dari bambu, jadi cepat banget. Saya panik karena kabel mulai kebakar," ungkapnya.

Simak juga Video 'Ledakan Dahsyat di Pasar Cimanggis Berasal dari Ruang Pematangan Buah':

(apu/afn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads